Kebakaran Hutan Hebat di Aljazair: 12 Orang Tewas, 54 Warga Terluka

- Kebakaran hutan di timur laut Aljazair menewaskan 12 warga dan melukai 54 orang; enam korban dirawat intensif. Korban tewas tercatat di Jijel, Bejaia, dan Tizi Ouzou.
- Dalam sehari, tercatat 154 titik kebakaran vegetasi. Bejaia mengalami 36 titik api, sementara pemadaman dan evakuasi masih berlangsung di Bejaia serta Jijel di tengah asap tebal.
- Gelombang panas ekstrem, vegetasi kering, dan angin kencang mempercepat penyebaran api. Kebakaran hutan saat musim panas merupakan ancaman berulang di Aljazair.
Jakarta, IDN Times - Bencana kebakaran hutan hebat melanda wilayah timur laut Aljazair pada Rabu (26/8/2026). Gelombang panas ekstrem yang menerpa kawasan Afrika Utara memicu sedikitnya 154 titik api dalam satu hari, hingga memaksa otoritas setempat mengungsikan puluhan keluarga dari tempat tinggal mereka.
Bencana ini sedikitnya telah menewaskan 12 orang warga dan menyebabkan 54 orang lainnya mengalami luka-luka akibat luka bakar serta hirupan asap tebal. Pemerintah Aljazair terus mengerahkan tim perlindungan sipil untuk memadamkan kobaran api yang terus meluas.
1. Rincian korban dan wilayah yang paling parah terdampak kebakaran

ilustrasi bunga duka cita (unsplash.com/Caroline Attwood) Menteri Dalam Negeri Aljazair, Said Sayoud, mengonfirmasi bahwa korban tewas tersebar di tiga wilayah prefektur utama. Dilansir Al Jazeera, jatuhnya korban jiwa ini terjadi di wilayah Jijel, Bejaia, dan Tizi Ouzou.
"Lima kematian tercatat di prefektur Jijel, empat di Bejaia, dan tiga di Tizi Ouzou," kata Said Sayoud dalam siaran televisi nasional. Pernyataan tersebut disampaikan saat dia meninjau rumah sakit di kota Souk El Thenine, Bejaia, untuk memantau penanganan para korban.
Selain korban jiwa, Mendagri Said Sayoud melaporkan sedikitnya 54 warga mendapat perawatan medis akibat luka bakar. Dari jumlah tersebut, sebanyak enam korban berada dalam kondisi kritis dan harus mendapat perawatan intensif.
2. Upaya pemadaman dan gelombang panas yang memicu penyebaran api

ilustrasi pemadam kebakaran (pexels.com/Tim Eiden) Tim Perlindungan Sipil Aljazair mencatat total 154 titik kebakaran vegetasi meluas di seluruh negeri dalam sehari. Dilansir Gulf News, Provinsi Bejaia menjadi salah satu wilayah yang paling parah dilanda api dengan 36 titik kebakaran, di mana 18 di antaranya berhasil dikendalikan hingga Rabu malam.
Sementara api di wilayah Skikda dan El Tarf dilaporkan telah berhasil dikendalikan, operasi pemadaman dan evakuasi masih terus berlanjut di wilayah Bejaia dan Jijel. Rekaman gambar yang disiarkan media lokal Jijel News memperlihatkan warga terpaksa berlindung di kantor pos setempat untuk menghindari kepulan asap tebal yang mengepung pemukiman.
Gelombang panas ekstrem yang memicu kondisi kekeringan vegetasi melipatgandakan kecepatan penyebaran api. Angin kencang yang berembus di sepanjang pesisir Mediterania Aljazair makin menyulitkan petugas darurat dalam mengisolasi titik api.
3. Rekam jejak bencana kebakaran hutan musiman di wilayah Aljazair

ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Eclipse Chasers) Bencana kebakaran hutan saat puncak musim panas telah menjadi ancaman tahunan yang berulang bagi Aljazair. Pada Juli 2026 lalu, sedikitnya enam orang dilaporkan tewas akibat gelombang kebakaran hutan di negara tersebut.
Tragedi ini juga membangkitkan ingatan publik atas gelombang kebakaran dahsyat yang melanda dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, lebih dari 90 orang meninggal dunia akibat kebakaran hutan, sementara peristiwa serupa menewaskan 37 orang pada 2022 dan 34 orang pada 2023.
Kombinasi perubahan iklim, kekeringan, suhu ekstrem, serta angin kencang dinilai semakin memperburuk risiko bencana kebakaran hutan di wilayah pesisir Mediterania Aljazair. Pemerintah Aljazair saat ini terus berfokus melakukan evakuasi dan perawatan medis guna mencegah bertambahnya angka korban jiwa.


















