Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Uni Eropa-Ghana Sepakati Perjanjian Pertahanan Lawan Terorisme

Uni Eropa-Ghana Sepakati Perjanjian Pertahanan Lawan Terorisme
bendera Uni Eropa. (unsplash.com/alexandrelallemand)
Intinya Sih
  • Uni Eropa dan Ghana menandatangani perjanjian pertahanan pertama antara UE dan negara Afrika untuk memperkuat keamanan menghadapi ancaman terorisme di kawasan Sahel.
  • UE memberikan bantuan pertahanan senilai 50 juta euro berupa peralatan militer seperti drone, sistem komunikasi, dan kendaraan guna memperkuat perbatasan utara Ghana.
  • Kesepakatan ini berlangsung di tengah meningkatnya serangan teroris di Burkina Faso yang turut menewaskan warga Ghana dan mendorong pemerintah melakukan evakuasi warganya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Uni Eropa (UE) dan Ghana menyetujui kerja sama pertahanan pada Selasa (24/3/2026). Perjanjian ini untuk meningkatkan upaya dalam melawan kekerasan imbas aktivitas kelompok teroris di Ghana. 

“Kerja sama ini membuat kami dapat bekerja lebih untuk mengamankan warga sipil, baik di Eropa maupun di Ghana,” tutur Wakil Luar Negeri UE, Kaja Kallas, dikutip dari Africa News.

Ghana terletak di kawasan Sahel yang menjadi pusat aktivitas kelompok jihadis dalam beberapa tahun terakhir. Alhasil, sudah ada sejumlah kasus terorisme dan kekerasan di negara Afrika Barat tersebut. 

1. Perjanjian keamanan pertama UE dan negara Afrika

Perjanjian pertahanan antara UE dan Ghana ini menjadi perjanjian pertama UE dengan negara Afrika. Dengan ini, Ghana dan UE menjadi pusat dari perlawanan terhadap terorisme di kawasan Sahel. 

Dilansir News Ghana, perjanjian ini ditandai dengan penyerahan aset militer dari UE kepada militer Ghana. Sejumlah peralatan militer yang diserahkan berupa drone pengintai, senapan anti-drone, sistem komunikasi, dan sepeda motor untuk memperkuat perbatasan Ghana bagian utara. 

Sementara, Koordinator Keamanan Nasional Ghana, Osman Abdul-Razak menyebut, kerja sama ini tiba pada saat yang tepat. Sebab, ancaman di Ghana dan kawasan Sahel sudah berevolusi dan kian berbahaya. 

2. UE beri bantuan sebesar Rp984 miliar untuk Ghana

Kallas mengatakan bahwa bantuan peralatan militer tersebut adalah bagian dari bantuan pertahanan ke Ghana. Bantuan pertahanan yang diberikan sejak 2023 kepada Ghana itu besarnya mencapai 50 juta euro (Rp984 miliar).

Dilansir The Brussels Times, Kallas menyebut bahwa perang yang terjadi di Ukraina, Sudan, dan kawasan Sahel, serta Timur Tengah berdampak pada berbagai negara Eropa dan Afrika. Kerja sama ini diharapkan dapat menstabilkan kedua belah pihak. 

Selain bidang pertahanan, UE juga memiliki inisiatif Global Gateway di Ghana. Program tersebut berbentuk investasi berupa infrastruktur dan fasilitas kesehatan, seperti pusat vaksin dan farmasi. 

3. Ghana evakuasi warga yang terdampak serangan teroris di Burkina Faso

Kerja sama antara UE dan Ghana ini disetujui di tengah maraknya aksi terorisme di kawasan Sahel. Meskipun mayoritas aktivitas terorisme terjadi di Mali, Burkina Faso, dan Niger, serangan terorisme ini juga berdampak pada Ghana. 

Pada Februari, sebanyak tujuh pedagang tomat asal Ghana tewas usai diserang kelompok teroris di Titao, Burkina Faso. Ghana akhirnya mengerahkan pesawat tempur untuk memulangkan sejumlah warganya dari Burkina Faso. 

Dilansir Anadolu Agency, pedagang asal Ghana umumnya melintasi perbatasan ke Burkina Faso untuk membeli tomat dan sayuran. Memburuknya situasi keamanan di Burkina Faso membuat khawatir akan ancaman masuknya kelompok teroris di Ghana. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More