Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Transisi Fase Baru Gaza Bergantung pada Pelucutan Senjata

Transisi Fase Baru Gaza Bergantung pada Pelucutan Senjata
ilustrasi kondisi Gaza (unsplash.com/Emad El Byed)
Intinya Sih
  • Transisi fase berikutnya kesepakatan Gaza bergantung pada pelucutan senjata kelompok Palestina dan kemajuan penarikan pasukan Israel, termasuk hingga melewati garis Green Line.
  • Rancangan pelucutan mencakup senjata ringan, berat, serta jaringan terowongan secara bertahap di bawah pengawasan internasional untuk mencegah kembalinya kemampuan militer di Gaza.
  • Israel menuntut penghapusan ancaman militer sebelum mundur, sementara kelompok Palestina meminta berakhirnya kehadiran Israel; tata kelola Gaza dan peran internasional masih dinegosiasikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Transisi menuju fase berikutnya dalam kesepakatan Gaza disebut bergantung pada pelaksanaan skema pelucutan senjata kelompok-kelompok Palestina yang diikuti dengan kemajuan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Direktur Dewan Perdamaian mengungkapkan isu persenjataan menjadi salah satu poin utama dalam pengaturan baru untuk Gaza. Skema yang tengah dibahas mengaitkan kemajuan proses pelucutan senjata dengan langkah penarikan militer Israel dari wilayah tersebut.

Menurutnya, penarikan pasukan Israel hingga melewati garis Green Line bergantung pada tercapainya kemajuan dalam proses pelucutan senjata. Penarikan tersebut juga dikaitkan dengan penghapusan kemampuan militer yang masih terdapat di Jalur Gaza.

Situasi itu mencerminkan rumitnya negosiasi menuju fase berikutnya kesepakatan Gaza, terutama terkait waktu penarikan pasukan Israel, mekanisme pelucutan senjata, pengaturan keamanan, hingga masa depan pemerintahan di wilayah tersebut.

1. Pelucutan senjata dilakukan bertahap

Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur lebur akibat serangan Israel.
Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur lebur akibat serangan Israel. (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Dalam rancangan yang diusulkan, proses pelucutan senjata akan mencakup senjata ringan maupun berat serta penanganan jaringan terowongan di Jalur Gaza.

Dilansir dari Voice of Emirates, Senin (10/8/2026), proses tersebut dirancang berlangsung secara bertahap dan berada di bawah pemantauan serta pengawasan internasional. Mekanisme tersebut diharapkan dapat memberikan jaminan kepada para pihak sekaligus mencegah munculnya kembali kemampuan militer kelompok-kelompok bersenjata di Gaza.

Isu persenjataan menjadi salah satu bagian paling kompleks dalam pembahasan karena berkaitan langsung dengan masa depan tata kelola Gaza dan peran pasukan internasional yang diusulkan untuk ditempatkan di wilayah tersebut.

2. Israel minta ancaman militer dihapus

Benjamin Netanyahu sedang berbicara dengan Donald Trump.
potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Israel disebut tetap bersikeras bahwa setiap penarikan pasukan dari Gaza harus disertai jaminan tidak ada lagi ancaman militer yang tersisa dari wilayah tersebut.

Di sisi lain, kelompok-kelompok Palestina menilai pengaturan masa depan Gaza harus mencakup berakhirnya kehadiran militer Israel serta kepatuhan terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Perbedaan posisi tersebut membuat persoalan penarikan pasukan dan pelucutan senjata saling terkait. Bagi Israel, pelucutan kemampuan militer menjadi syarat penting untuk memastikan keamanan. Sementara bagi kelompok Palestina, berakhirnya kehadiran militer Israel menjadi bagian penting dari setiap pengaturan pascagencatan senjata.

3. Masa depan Gaza masih jadi perdebatan

Sebuah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Israel.
Sebuah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Israel. (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Selain persoalan keamanan, masa depan pemerintahan Gaza juga menjadi bagian dari pembahasan. Pengaturan baru perlu menentukan bagaimana wilayah tersebut akan dikelola setelah fase konflik berakhir, termasuk hubungan antara pemerintahan sipil, kelompok-kelompok Palestina, dan kekuatan internasional yang mungkin terlibat.

Upaya mediasi kini diarahkan untuk menemukan formula yang memungkinkan kemajuan secara bersamaan dalam aspek keamanan dan politik. Para mediator juga berupaya mencegah runtuhnya kesepahaman yang telah dicapai serta membuka jalan menuju fase deeskalasi berikutnya.

Formula tersebut diharapkan dapat mengakhiri kehadiran militer Israel secara bertahap, menangani persoalan persenjataan kelompok Palestina, serta membentuk pengaturan baru bagi Jalur Gaza.

Dengan demikian, pelucutan senjata bukan hanya menjadi persoalan keamanan, tetapi juga berkaitan erat dengan penarikan Israel dan bentuk pemerintahan Gaza pada fase setelah konflik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More