Seluruh personel diminta memanfaatkan latihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan, memperluas pengalaman, serta memperdalam pemahaman mengenai operasi udara modern.
Aksi Menantang di Langit Darwin, KSAU-CAF Australia Terbang Satu Formasi

- KSAU Marsekal Tonny Harjono terbang dalam formasi T-50i Golden Eagle bersama pimpinan RAAF Air Marshal Stephen Chappell di F/A-18 Hornet saat Pitch Black 2026 di Darwin.
- TNI AU mengirim 95 personel dan lima T-50i dari Skadron Udara 15 ke latihan 17 Juli-7 Agustus 2026 untuk meningkatkan kemampuan, kesiapan operasi, dan interoperabilitas.
- Pitch Black 2026 melibatkan 20 negara dan sekitar 100 pesawat tempur, dengan skenario operasi gabungan kompleks yang mencakup pengisian bahan bakar, intelijen, pengintaian, serta angkut udara.
Jakarta, IDN Times - Ada momen menarik pada latihan perang udara multinasional, Pitch Black 2026, Australia, yang masih digelar pada pekan ini. Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Tonny Harjono, ikut berada dalam kokpit di pesawat jet tempur T-50i Golden Eagle.
Tonny terbang satu formasi dengan pucuk pimpinan Angkatan Udara Australia (RAAF) Air Marshal Stephen Chappell. Chappell turut mengemudikan jet tempur F/A-18 Hornet. Kedua jet tempur terbang berdampingan dalam satu formasi meraung di Langit Darwin.
"Dalam formation flight tersebut, KSAU berada on board pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang diterbangkan oleh Letnan Kolonel Pnb Kurniadi Sukmo Djatmiko. Pada formasi yang sama, CAF RAAF berada on board pesawat F/A-18 Hornet RAAF," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, dalam keterangan pers yang dikutip pada Minggu (9/8/2026).
Formasi terbang itu, kata Suadnyana, merupakan simbol sederhana yang memiliki makna kuat bagi hubungan kedua angkatan udara. Kedua angkatan udara, katanya, tercermin memiliki relasi yang kuat.
"Terbang bersama dalam formasi yang sama terkesan sederhana, tetapi menjadi simbol kepercayaan yang kuat di antara angkatan udara kedua negara," katanya, mengutip pernyataan KSAU.
1. TNI AU-RAAF terus memperkuat interoperabilitas

Perwira tinggi TNI AU itu mengatakan, terbang dalam format yang sama di langit Darwin, menegaskan TNI AU dan RAAF terus memperkuat interoperabilitas serta kemitraan strategis.
"Ini semua dilakukan sebagai kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Indo-Pasifik," katanya.
Bahkan, ada momen unik, di mana kedua pimpinan angkatan udara saling bertukar emblem atau patch yang ditempel di lengan sebelah kanan. Air Marshal Stephen Chappell terlihat memasang emblem bertuliskan "Rafale Big 4, Black Panther". Black Panther merujuk Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, tempat jet tempur generasi 4,5 Rafale disimpan.
Sementara, Tonny mengenakan emblem bertuliskan Fighter Combat Instructor (FCI) yang menandakan pilot tempur elite di RAAF. Emblem itu diberikan kepada para pilot yang lulus dari kursus FCI.
2. TNI AU mengerahkan 95 personel dan lima pesawat tempur

Sementara, TNI AU mengerahkan lima pesawat tempur T-50i Golden Eagle dan 95 personel ke Darwin, Australia, untuk mengikuti latihan udara multinasional Pitch Black 2026. Latihan yang melibatkan militer dari 20 negara itu berlangsung pada 17 Juli hingga 7 Agustus 2026. Kontingen TNI AU dilepas Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto di Lanud Iswahjudi, Magetan.
"TNI AU mengerahkan 95 personel dan lima pesawat tempur T-50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15," ungkap Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsekal Madya TNI Minggit Tribowo, yang dibacakan Djoko dan dikutip dari keterangan pers Dinas Penerangan TNI AU pada Senin, 20 Juli 2026.
Pitch Black dikenal sebagai salah satu latihan udara multinasional terbesar di kawasan Indo-Pasifik, yang mengusung skenario operasi udara gabungan dengan tingkat kompleksitas tinggi.
“Pengalaman yang diperoleh diharapkan semakin memperkuat kesiapan operasi sekaligus mendukung transformasi TNI Angkatan Udara, menuju kekuatan udara yang semakin ampuh dalam menghadapi tantangan operasi masa depan,” tutur dia.
3. Pitch Black 2026 diikuti 100 pesawat tempur dari 20 negara

Sementara, mengutip keterangan resmi dari RAAF, latihan Pitch Black 26 diikuti 20 negara. Ada sekitar 100 pesawat tempur dalam latihan tempur udara yang paling kompleks di dunia itu.
Sejumlah jet tempur terlihat telah parkir di pangkalan RAAF. Mulai dari F-35A milik AU Amerika Serikat (AS) dan Australia, Rafale yang dikemudikan AU India, hingga EF2000 Typhoon yang dibawa AU Jerman.
Latihan ini menampilkan beberapa kemampuan kekuatan udara paling canggih di dunia, dengan kru udara yang sangat terampil, personel darat, dan tim dukungan yang beroperasi dalam lingkungan pelatihan yang menantang dan realistis.
Di luar operasi pesawat tempur garis depan, Pitch Black 26 menampilkan berbagai kemampuan kekuatan udara yang kritis, termasuk pengisian bahan bakar udara ke udara, intelijen, pengawasan dan pengintaian, serta operasi angkut strategis dan taktis.
"Kemampuan ini akan menciptakan lingkungan pelatihan multinasional yang sangat terintegrasi, dirancang untuk memperkuat interoperabilitas, meningkatkan kesiapan tempur, dan membangun kemitraan internasional yang berkelanjutan," tulis RAAF di situs resminya.






















