Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Iran Ancam Serang Kapal yang Berlayar di Selat Bab el-Mandeb, Kenapa?

Iran Ancam Serang Kapal yang Berlayar di Selat Bab el-Mandeb, Kenapa?
potret Selat Bab el-Mandeb (commons.wikimedia.org/WorldWind software)
Intinya Sih
  • Iran mengancam akan menyerang kapal di Selat Bab el-Mandeb jika AS melancarkan serangan darat ke wilayahnya, termasuk Pulau Kharg yang strategis bagi ekspor minyak Iran.
  • Presiden AS Donald Trump dikabarkan mempertimbangkan serangan ke Pulau Kharg untuk menekan Iran agar menghentikan blokade di Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.
  • Iran mengizinkan kapal dagang tertentu berlayar di Selat Hormuz dengan izin militer, namun AS menilai selat itu masih ditutup karena ranjau laut yang dipasang Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Iran mengancam akan menyerang kapal-kapal yang berlayar di Selat Bab el-Mandeb jika Amerika Serikat melakukan serangan darat terhadap wilayahnya. Selat Bab el-Mandeb sendiri terletak di antara Yaman dan Djibouti. Selain Selat Hormuz, selat ini juga menjadi salah satu jalur perdagangan internasional paling strategis.   

“Kami terus memantau dan mengawasi persiapan dan perkembangan di garis depan musuh,” kata seorang sumber internal militer Iran yang tidak disebut namanya pada Rabu (25/3/2026), seperti dilansir The Hill.

“Jika musuh ingin melakukan aksi di darat di kepulauan Iran atau di tempat lain di wilayah kita atau menimbulkan kerugian bagi Iran dengan pergerakan angkatan laut di Teluk Persia dan Laut Oman, kita akan membuka front lain untuk mereka sebagai kejutan sehingga tindakan mereka tidak hanya tidak menguntungkan mereka, tetapi juga akan melipatgandakan kerugian mereka,” lanjut sumber tersebut.

1. AS sedang mempertimbangkan serangan darat ke Pulau Kharg

Pulau Kharg
potret Pulau Kharg (commons.wikimedia.org/Unknown author)

Ancaman ini dilontarkan tidak lama usai Presiden AS, Donald Trump, mengatakan akan mempertimbangkan untuk melakukan serangan darat ke Pulau Kharg milik Iran. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh seorang pejabat senior AS yang tidak disebut namanya pada Minggu (22/3/2026) lalu.

Menurut pejabat tersebut, serangan darat ini dilakukan karena Trump ingin mengambil alih Pulau Kharg dari Iran. Selain menjadi markas militer, Pulau Kharg juga menjadi terminal ekspor minyak utama yang dimiliki Iran.  Sebab, sebagian besar kegiatan ekspor minyak Iran ke pasar global dilakukan di pulau tersebut. 

Lebih lanjut, pejabat itu menambahkan, dalam beberapa hari terakhir ini, Trump juga sudah berdiskusi dengan para jajarannya soal rencana serangan darat di Pulau Kharg. Ia menjelaskan, Trump ingin merebut Pulau Kharg untuk mendesak Iran agar berhenti memblokade Selat Hormuz.

2. Iran sudah mengizinkan kapal-kapal untuk berlayar di Selat Hormuz

Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Saat ini, Iran sebetulnya sudah mengizinkan kapal-kapal dagang, termasuk kapal minyak untuk berlayar di Selat Hormuz. Namun, Iran tetap menutup selat tersebut untuk AS dan Israel karena mereka merupakan negara yang memicu terjadinya perang.

Dilansir Jerusalem Post, agar bisa berlayar di Selat Hormuz, kapal-kapal harus meminta izin kepada militer Iran terlebih dahulu. Ini dilakukan karena Iran masih memperketat pengamanan di sana.

Salah satu negara yang telah berhasil berlayar di Selat Hormuz adalah Thailand. Setelah bernegosiasi dengan Iran, kapal-kapal dari Negeri Gajah kini sudah bisa berlayar di Selat Hormuz tanpa ancaman keamanan apa pun. 

3. AS menyebut Iran masih menutup Selat Hormuz

Bendera Amerika Serikat sedang berkibar.
potret bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Gene Gallin)

Namun, seorang pejabat AS mengatakan, Iran saat ini masih menutup Selat Hormuz. Sebab, menurutnya, negara mayoritas Islam Syiah tersebut masih memasang banyak ranjau di sekitar selat tersebut. Ranjau-ranjau ini tentu akan berbahaya bagi kapal-kapal yang melintas di sana. 

Meski begitu, Presiden Trump menegaskan akan segera membebaskan Selat Hormuz dari ancaman Iran. Ia juga berjanji bahwa selat tersebut akan segera dibuka agar kapal dagang dan kapal minyak dari seluruh negara, termasuk dari AS dan Israel, bisa berlayar dengan bebas di sana. 

“Itu (Selat Hormuz) akan segera kami buka,” ujar Trump dilansir CBS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More