Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Warga Desak-desakan di Benteng Citadelle Haiti, 30 Orang Tewas

Warga Desak-desakan di Benteng Citadelle Haiti, 30 Orang Tewas
Bendera Haiti (pixabay.com/jorono)
Intinya Sih
  • Sedikitnya 30 orang tewas akibat desak-desakan di pintu masuk Benteng Citadelle Laferriere, Haiti, saat ribuan pengunjung memadati lokasi bersejarah itu pada perayaan tahunan.
  • Lonjakan massa dipicu promosi besar-besaran di media sosial oleh kreator TikTok tanpa izin resmi, diperparah minimnya infrastruktur dan penerangan yang menghambat evakuasi serta penanganan medis.
  • Pemerintah Haiti menyatakan duka mendalam dan mengerahkan bantuan tambahan, sementara kepolisian memburu pihak yang mempromosikan acara ilegal serta UNESCO akan meninjau ulang standar keamanan situs tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Peristiwa tragis mewarnai perayaan tahunan di situs warisan dunia UNESCO, Benteng Citadelle Laferriere, Haiti, pada Sabtu (11/4/2026). Otoritas perlindungan sipil melaporkan sedikitnya 30 orang meninggal dunia akibat berdesak-desakan di pintu masuk benteng bersejarah tersebut.

Jumlah korban jiwa dikhawatirkan masih akan bertambah seiring berjalannya proses pendataan dan evakuasi di lapangan.

Kekacauan bermula saat ribuan pengunjung berkumpul dalam waktu yang bersamaan di area luar benteng. Meski Citadelle merupakan objek wisata populer di wilayah utara Haiti, kapasitas lokasi ternyata tidak mampu menampung lonjakan massa yang datang secara tiba-tiba.

1. Desak-desakan di pintu masuk benteng Citadelle Laferriere

Insiden mematikan ini terjadi tepat di gerbang utama benteng yang dibangun pada awal abad ke-19 tersebut. Menurut laporan otoritas setempat, massa sudah mulai memadati area sejak dini hari.

Kepala Perlindungan Sipil wilayah Nord Haiti, Jean Henri Petit, menjelaskan bahwa penumpukan massa di gerbang sempit menjadi pemicu utama kepanikan.

"Musibah ini terjadi tepat di pintu masuk dan situasinya makin parah karena turun hujan," ungkap Petit, dilansir The Independent.

Kondisi cuaca buruk membuat permukaan tanah menjadi licin, sehingga meningkatkan risiko pengunjung terjatuh. Keadaan semakin kacau saat arus pengunjung yang ingin masuk bertabrakan dengan mereka yang mencoba keluar melalui satu-satunya jalur akses yang dibuka.

Banyak korban, mayoritas pelajar dan wisatawan muda, dilaporkan mengalami asfiksia atau gagal napas karena terhimpit di tengah kerumunan.

Situasi diperburuk oleh lokasi benteng yang berada di puncak gunung dengan medan terjal dan sempit. Kendaraan darurat kesulitan mencapai lokasi, sehingga evakuasi awal terpaksa dilakukan dengan alat seadanya oleh warga sekitar.

2. Lonjakan jumlah pengunjung disebabkan promosi besar-besaran di media sosial

Berdasarkan penelusuran pihak berwenang, ledakan jumlah pengunjung yang tak terkendali ini dipicu oleh promosi besar-besaran di media sosial oleh seorang kreator TikTok. Acara tersebut menjanjikan kehadiran tokoh publik tertentu, padahal penyelenggaraannya sama sekali tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah kota Milot.

Walikota Milot, Joseph Wesner, menyoroti buruknya koordinasi keamanan dari pihak penyelenggara. Ia menyebut situasi massa yang berkumpul sejak subuh sangat sulit dikendalikan.

"Pintunya sempit dan banyak anak muda yang datang dalam kondisi mabuk," kata Wesner, dilansir TRT World.

Selain manajemen massa yang buruk, minimnya infrastruktur menjadi faktor fatal yang menghambat penyelamatan. Wilayah Milot dilaporkan tidak memiliki aliran listrik yang memadai selama 10 tahun terakhir.

Ketiadaan penerangan ini membuat proses pertolongan medis dan identifikasi korban di rumah sakit setempat tersendat. Tenaga medis bahkan terpaksa bekerja dalam kondisi gelap.

3. Kepolisian memburu pihak-pihak yang mempromosikan acara ilegal

Perdana Menteri Haiti, Alix Didier Fils-Aimé, langsung merilis pernyataan resmi dan menyatakan duka mendalam atas tragedi yang merenggut nyawa banyak kaum muda tersebut.

"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam bagi keluarga korban dan memastikan pemerintah akan terus mendampingi kalian di masa sulit ini," kata Fils-Aimé.

Saat ini, tim forensik masih bekerja mengidentifikasi identitas para korban. Pemerintah juga tengah mengerahkan bantuan tambahan dari kota tetangga, Cap-Haïtien, untuk menyokong fasilitas kesehatan di Milot yang serba terbatas. Sayangnya, imbas krisis keamanan nasional terkait konflik geng di ibu kota membuat distribusi bantuan dari pemerintah pusat sedikit terhambat.

Menyusul insiden ini, pihak UNESCO diperkirakan akan segera meninjau ulang standar keamanan di Benteng Citadelle.

Sementara itu, kepolisian setempat tengah memburu pihak-pihak yang mempromosikan acara ilegal tersebut di TikTok untuk dimintai pertanggungjawaban hukum. Otoritas kini mengeluarkan larangan tegas bagi para pembuat konten untuk tidak mengorganisasi acara berskala besar tanpa protokol keamanan yang terverifikasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More