Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebakaran di Hotel India, 9 Orang Tewas Termasuk Warga Bangladesh

Kebakaran di Hotel India, 9 Orang Tewas Termasuk Warga Bangladesh
ilustrasi kebakaran (pexels.com/Vladimir Shipitsin)
  • Kebakaran hotel di dekat New Market, Kolkata, pada 19 Agustus 2026 menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk anak kecil dan sejumlah warga Bangladesh yang datang berobat.
  • Sekitar 60 orang diselamatkan, tetapi asap tebal menghambat evakuasi lantai atas. Api telah padam, pendinginan berlangsung, dan jumlah korban dikhawatirkan bertambah.
  • Korsleting listrik diduga memicu kebakaran, meski masih menunggu forensik. Menteri menyoroti dugaan pelanggaran keselamatan; pemilik gedung dilaporkan kabur dan diproses hukum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya sembilan orang tewas akibat kebakaran yang melanda sebuah hotel di kota Kolkata, India, pada Rabu (19/8/2026). Beberapa korban merupakan warga negara Bangladesh.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari di dekat New Market, salah satu kawasan tersibuk dan terpadat di Kolkata. Lima unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan api.

Dilansir NDTV, sekitar 60 orang berhasil diselamatkan dari kebakaran, sementara sembilan lainnya, termasuk seorang anak kecil, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Mereka kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

  1. 1. Kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik

    ilustrasi pemadam kebakaran memadamkan api (pixabay.com/fish96)
    ilustrasi pemadam kebakaran memadamkan api (pixabay.com/fish96)

    Menurut pemadam kebakaran, warga negara Bangladesh termasuk di antara korban tewas. Laporan menyebutkan bahwa mereka datang ke Kolkata untuk menjalani pengobatan.

    "Kami sedang berupaya memastikan identitas mereka. Situasi di dalam gedung ini sangat buruk. Terdapat beberapa hotel di dalam gedung ini. Saya terkejut melihat apa yang terjadi di sini," kata Menteri Departemen Pemadam Kebakaran, Kaushik Chowdhury, dikutip DW.

    Ia menambahkan bahwa kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Namun, penyebab pastinya baru dapat diketahui setelah pemeriksaan forensik.

    "Pengelola gedung tidak mematuhi norma keselamatan dan konstruksi dasar. Diduga terdapat sejumlah pelanggaran dalam operasional hotel tersebut," tambah sang menteri.

  2. 2. Jumlah korban tewas dikhawatirkan bertambah

    ilustrasi memadamkan kebakaran (unsplash.com/Jay Heike)
    ilustrasi memadamkan kebakaran (unsplash.com/Jay Heike)

    Sementara itu, seorang polisi mengatakan bahwa kepulan asap tebal menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk menjangkau lantai-lantai atas. Ia khawatir jumlah korban tewas masih akan bertambah.

    “Prioritas kami adalah menyelamatkan mereka yang terjebak dan mengetahui penyebab kebakaran. Api telah berhasil dipadamkan, tetapi gedung tersebut masih sangat panas. Proses pendinginan sedang berlangsung,” ujarnya.

    Polisi lainnya mengatakan bahwa pemilik gedung tersebut telah melarikan diri. Kasus hukum terhadapnya kini telah diproses.

  3. 3. 8 orang tewas dalam kebakaran hotel sebelumnya di Tarapith

    ilustrasi kebakaran (unsplash.com/Ricardo Gomez Angel)
    ilustrasi kebakaran (unsplash.com/Ricardo Gomez Angel)

    Kebakaran gedung merupakan peristiwa yang sering terjadi di India. Instalasi listrik yang sudah tua dan lemahnya penerapan standar keselamatan menjadi penyebab ratusan kematian setiap tahunnya.

    Dua hari sebelumnya, sedikitnya delapan orang juga tewas akibat kebakaran di sebuah hotel di kota Tarapith, yang terletak di negara bagian yang sama dengan Kolkata. Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 pagi saat sebagian besar tamu sedang tertidur. Lima korban tewas merupakan anggota keluarga yang sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More