Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Insiden Maut Terjadi di Kuil India, Tujuh Peziarah Dilaporkan Tewas

Insiden Maut Terjadi di Kuil India, Tujuh Peziarah Dilaporkan Tewas
ilustrasi bendera India (pexels.com/Amit Rai)
  • Desak-desakan di Kuil Ashok Dham, Lakhisarai, Bihar, pada Senin pagi menewaskan sedikitnya tujuh peziarah dan melukai belasan lainnya saat ribuan umat berkumpul.
  • Kepanikan dipicu dugaan tiang listrik tumbang dan kabel putus di luar kompleks kuil; rumor bahaya listrik membuat massa berhamburan dan berdesakan di lorong antrean.
  • Pagar pembatas roboh akibat dorongan massa, menyebabkan peziarah terjatuh dan tertimpa; mayoritas korban tewas adalah perempuan, sementara investigasi serta perawatan korban masih berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bencana desak-desakan terjadi di area Kuil Ashok Dham yang terletak di Distrik Lakhisarai, Negara Bagian Bihar, India, pada Senin (17/8/2026) pagi waktu setempat. Peristiwa tragis ini merenggut nyawa sedikitnya tujuh peziarah dan melukai belasan warga lainnya yang sedang memadati lokasi ibadah.

Insiden berdarah tersebut dipicu kepanikan warga akibat dugaan kabel listrik putus di luar kompleks kuil saat ribuan umat Hindu berkumpul. Massa yang panik berhamburan menyelamatkan diri hingga merobohkan pagar pembatas dan saling injak di jalur antrean ibadah.

  1. 1. Dugaan kabel listrik putus picu kepanikan ribuan peziarah

    ilustrasi tiang listrik
    ilustrasi tiang listrik (pexels.com/Andy Lee)

    Peristiwa bermula sekitar pukul 06.30 pagi saat area kuil dipenuhi oleh ribuan peziarah yang hendak memanjatkan doa. Berdasarkan informasi awal, sebuah tiang listrik tumbang dan memutus kabel beraliran listrik di luar area kuil. Rumor adanya bahaya tersengat listrik dengan cepat menyebar di tengah lautan manusia yang sedang mengantre.

    Kepanikan massal tak terelakkan ketika massa mulai saling berdesakan untuk menjauhi titik yang dianggap berbahaya. Lorong antrean yang padat langsung dipenuhi dorongan keras hingga situasi di lapangan menjadi sangat kacau dalam waktu singkat.

    Sebagaimana dilansir Anadolu Agency, kepanikan mendadak itu berdampak langsung pada antrean peziarah perempuan. "Sebuah tiang listrik roboh dan rumor menyebar bahwa kabel berarus listrik menimpa para peziarah. Hal ini memicu desakan pada antrean wanita hingga mereka saling bertumpukan," kata pejabat sipil senior Lakhisarai, Shailendra Kumar.

  2. 2. Robohnya pagar pembatas memperparah desakan di area antrean

    ilustrasi kepanikan massa
    ilustrasi kepanikan massa (pexels.com/momentsbymanan)

    Beban gelombang massa yang sangat besar membuat pagar pembatas di lokasi tidak mampu menahan dorongan warga. Pagar besi yang dipasang untuk mengatur alur antrean akhirnya roboh dan menimpa sejumlah warga. Robohnya pembatas ini mengakibatkan banyak peziarah terjatuh dan tertimpa peziarah lain.

    Sebagian besar korban tewas dalam musibah ini teridentifikasi sebagai kaum perempuan. Korban luka-luka segera dievakuasi ke rumah sakit pemerintah terdekat. Pihak berwenang menyatakan jumlah korban luka masih terus didata seiring proses perawatan medis yang berjalan.

    investigasi masih terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Sementara itu, melansir Anadolu Agency, Kepala Pemerintah Negara Bagian Bihar, Samrat Choudhary, menyampaikan melalui media sosial X bahwa instruksi khusus telah dikeluarkan agar seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara cepat dan maksimal.

  3. 3. Perayaan ritual Shravan berubah menjadi panggung duka

    Kuil Ashok Dam
    Kuil Ashok Dam (Jitagna, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Kehadiran ribuan umat di Kuil Ashok Dham berkaitan erat dengan peringatan bulan suci Shravan dalam kalender Hindu. Hari Senin ketiga di bulan Shravan dianggap sebagai momen sakral untuk beribadah dan mengagungkan Dewa Siwa. Rangkaian ritual ini biasanya diisi dengan doa bersama, puasa, serta festival perayaan musim hujan di berbagai daerah India.

    Tragedi kepanikan massal di tempat ibadah seperti ini sejatinya bukan pertama kali terjadi di wilayah India. Kerumunan besar di lokasi yang sempit kerap menyimpan potensi bahaya tinggi jika tidak diimbangi pengawasan dan tindakan keselamatan kerumunan yang ketat.

    Musibah ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat Bihar di tengah perayaan hari suci yang seharusnya berlangsung khidmat. Proses pendataan dan perawatan para korban terdampak hingga kini masih berjalan di rumah sakit daerah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More