Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Keracunan Makanan, 130 Orang Dirawat dan 1 Meninggal di Jepang

Keracunan Makanan, 130 Orang Dirawat dan 1 Meninggal di Jepang
Ilustrasi belut panggang. (pixabay.com/subarasikiai)
Intinya Sih
  • Seorang lansia meninggal dan 130 orang keracunan setelah makan belut panggang dan bento di Yokohama, Jepang.
  • Keracunan disebabkan bakteri staphylococcus aureus dari makanan yang dijual oleh restoran belut panggang di Tokyo.
  • Isesada menjual 1.761 porsi unagi bento dan kabayaki dengan tanggal kedaluwarsa salah dan staf tidak menggunakan sarung tangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Satu orang lansia meninggal dunia dan sekitar 130 orang mengalami gejala yang mengindikasikan keracunan makanan, setelah memakan belut panggang, serta kotak bento berisi belut panggang dan nasi yang dijual minggu lalu di Keikyu Department Store di Yokohama, Jepang.

Kotak makan siang belut tersebut dibuat oleh Nihonbashi Unagi Isesada, sebuah jaringan restoran belut panggang yang berbasis di Tokyo. Makanan itu dijual di toko tersebut pada pertengahan musim panas, saat orang-orang biasanya memakan belut panggang, dilansir Yomiuri Shimbun, Selasa (30/7/2024).

1. Keracunan setelah memakan bento yang berisi belut

Pusat kesehatan masyarakat kota Yokohama menetapkan penyebabnya adalah keracunan makanan, setelah pelanggan dinyatakan positif terinfeksi bakteri staphylococcus aureus. Imbasnya, ditangguhkannya operasi Isesada.

Menurut pusat kesehatan tersebut, dari 982 orang yang memakan kotak makan siang belut yang dijual oleh Isesada pada 24-25 Juli, 130 orang berusia di bawah 10 tahun hingga lansia berusia 90-an tahun. Mereka mengeluhkan gejala-gejala seperti mual dan diare.

Kendati sebagian besar hanya mengalami gejala ringan, akan tetapi dua orang dirawat di rumah sakit. Namun, pihaknya melaporkan bahwa satu-satunya kematian di antara mereka yang sakit adalah seorang wanita lansia berusia 90-an, yang tidak diketahui pasti penyebab kematiannya apakah terkait dengan bento yang dimakannya. Penyelidikan sedang dilakukan.

2. Pihak perusahaan meminta maaf atas insiden tersebut

Presiden Keikyu Department Store, Shinji Kaneko, meminta maaf atas insiden keracunan makanan tersebut pada konferensi pers yang diadakan bersama Isesada pada Senin.

Kaneko menuturkan, perusahaannya menanggapi masalah tersebut dengan sangat serius dan akan melakukan yang terbaik untuk mencari tahu bagaimana hal itu bisa terjadi.

The Straits Times melaporkan, Isesada menjual 1.761 porsi unagi bento dan kabayaki, belut panggang yang dicelupkan ke dalam saus teriyaki manis, pada 24 dan 25 Juli. Setidaknya 450 porsi tersebut ditemukan memiliki tanggal kedaluwarsa yang salah dan tidak mencantumkan informasi alergen. 

Restoran yang didirikan pada 1946 itu juga menemukan bahwa lima stafnya tidak mengenakan sarung tangan saat menangani dan menata potongan belut.

3. Menyantap belut di Musim Panas merupakan tradisi di Jepang

Pemandangan kota Yokohama, Jepang. (unsplash.com/Finn)
Pemandangan kota Yokohama, Jepang. (unsplash.com/Finn)

Di Negeri Sakura, banyak orang menyantap belut atau unagi dalam bahasa Jepang, pada pertengahan musim panas, yaitu pada Hari Kerbau, yang dikenal sebagai 'Doyo no Ushi no Hi'.

Ini merupakan tradisi mereka untuk menghormati kepercayaan lama bahwa kelezatan makanan tersebut membantu melawan panas. Salah satu hari tersebut jatuh pada hari Rabu tahun ini, dikutip dari Kyodo News.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rahmah N
EditorRahmah N
Follow Us

Latest in News

See More