Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PBB: 60 Persen Keluarga di Gaza Sulit Dapat Air Bersih

PBB: 60 Persen Keluarga di Gaza Sulit Dapat Air Bersih
Seorang anak di Gaza, Palestina, sedang mengambil air. (pexels.com/Hosny salah)
Intinya Sih
  • PBB melaporkan sekitar 60 persen keluarga di Gaza kesulitan mengakses air bersih akibat serangan Israel yang masih berlanjut meski gencatan senjata telah diberlakukan.
  • PBB bersama sejumlah LSM tengah berupaya menyalurkan air bersih menggunakan truk dan menyediakan peralatan tambahan agar warga Gaza dapat memenuhi kebutuhan harian mereka.
  • Meskipun gencatan senjata antara Hamas dan Israel sudah dimulai sejak Oktober 2025, pasukan Israel tetap melancarkan serangan yang menewaskan delapan orang pekan lalu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut sebanyak 60 persen keluarga yang tinggal di Gaza kini sedang kesulitan mendapatkan akses air bersih. Menurut Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, hal ini disebabkan serangan Israel yang masih terjadi meski sudah ada gencatan senjata. 

"Beralih ke wilayah Palestina yang diduduki, rekan-rekan kemanusiaan kami mengatakan serangan di seluruh Jalur Gaza terus menghantam daerah pemukiman dan mengganggu layanan dasar. (Serangan ini membuat) sekitar 60 persen keluarga di Gaza tidak dapat mengakses air bersih yang mereka butuhkan untuk penggunaan sehari-hari," kata Dujarric kepada wartawan pada Rabu (29/4/2026), seperti dilansir Anadolu Agency

1. PBB dan lembaga swadaya masyarakat berupaya mengatasi krisis air di Gaza

Perempuan berhijab di Gaza menuangkan air bersih ke dalam baskom logam di area terbuka dengan peralatan dapur di sekitarnya.
Seorang perempuan di Gaza, Palestina, sedang mengambil air bersih. (pexels.com/Hosny salah)

Kendati begitu, Dujarric mengatakan, PBB dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) peduli Gaza kini sedang berupaya mengatasi krisis air tersebut. Langkah ini dilakukan agar semua keluarga yang tinggal di Gaza bisa mendapatkan akses air bersih setiap harinya. Sebab, air bersih sangat diperlukan untuk menunjang kebutuhan harian. 

"Meskipun demikian, para mitra yang bekerja di bidang air mengatakan bahwa secara keseluruhan produksi air tidak langsung menurun dan mereka mengisi kekurangan tersebut dengan mendapatkan lebih banyak air bersih untuk diantarkan menggunakan truk," tambah Dujarric. 

Dujarric menambahkan, PBB dan para pekerja LSM juga akan berupaya memasok sejumlah peralatan untuk membantu warga Gaza mendapatkan air bersih. Sebab, tanpa alat-alat tersebut, air akan sulit diperoleh dalam jumlah yang besar. 

2. Gencatan senjata di Gaza sudah dimulai sejak Oktober 2025

Seorang peserta aksi malam hari memegang papan bertuliskan seruan gencatan senjata dengan simbol hati berwarna bendera Palestina.
ilustrasi gencatan senjata Israel di Gaza (unsplash.com/Brett Wharton)

Kesepakatan gencatan senjata di Gaza sendiri sudah dimulai sejak Oktober 2025. Saat itu, Hamas dan Israel yang dimediasi Turki, Qatar, dan Mesir akhirnya sepakat menandatangani gencatan senjata fase pertama di wilayah tersebut.  

Kesepakatan ini bertujuan untuk menghentikan perang antara Hamas dan Israel yang terjadi di Gaza. Sebab, perang di antara keduanya sudah memakan banyak korban jiwa. Pada Januari 2026 lalu, gencatan senjata fase kedua di Gaza juga sudah dimulai. Langkah ini diambil untuk memperpanjang penghentian sementara perang yang terjadi antara Hamas dan Israel di sana.

3. Israel tetap menyerang Gaza meski sudah ada gencatan senjata

Asap tebal dan api besar membumbung dari tengah kota padat penduduk saat senja, menggambarkan situasi serangan di area perkotaan.
ilustrasi serangan (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Kendati sudah ada gencatan senjata, pasukan militer Israel (IDF) masih tetap menyerang Gaza hingga saat ini. Pada pekan lalu, misalnya, IDF kembali melakukan dua serangan besar-besaran di Gaza. Menurut petugas penyelamat setempat, serangan tersebut menewaskan delapan orang. 

Israel sendiri mulai menyerang Gaza pada Oktober 2023. Sejauh ini, serangan Israel di wilayah tersebut sudah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina. Sementara itu, sekitar 172.000 warga Palestina lainnya mengalami luka-luka.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More