Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menlu Sugiono: ASEAN Harus Bermanfaat Bagi Masyarakatnya!

Menlu Sugiono: ASEAN Harus Bermanfaat Bagi Masyarakatnya!
Menlu Sugiono lakukan ASEAN Way dalam Perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
  • Menlu Sugiono menegaskan keberhasilan ASEAN harus dirasakan langsung masyarakat melalui pangan, pekerjaan layak, keamanan, dan masa depan yang lebih pasti, bukan sekadar jumlah kesepakatan.
  • ASEAN didorong memperkuat kerja sama ketahanan pangan dan energi karena gangguan rantai pasok serta situasi geopolitik dapat cepat memengaruhi masyarakat kawasan.
  • Untuk mewujudkan ASEAN Community Vision 2045, Sugiono menekankan penguatan institusi, kapasitas, sumber daya, serta pendidikan dan keterampilan generasi muda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menekankan keberhasilan ASEAN tidak cukup diukur dari banyaknya kesepakatan yang dihasilkan negara-negara anggota. Menurutnya, keberadaannya harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari ketahanan pangan dan energi hingga pekerjaan yang layak dan keamanan.

Pesan tersebut disampaikan Sugiono dalam peringatan Hari ASEAN ke-59 di Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Ia mengatakan, ASEAN harus memastikan kerja sama regional menjawab kebutuhan masyarakat yang menghadapi dampak berbagai krisis global.

Sugiono menyebut petani, pekerja, generasi muda, hingga pekerja migran sebagai kelompok yang akan menilai apakah ASEAN benar-benar berhasil menjalankan perannya.

“Petani kita, pekerja kita, generasi muda kita, dan pekerja migran kita yang jauh dari rumah tidak mengukur keberhasilan ASEAN dari jumlah kesepakatan yang kita tanda tangani,” kata Sugiono.

1. ASEAN harus hadir dalam kehidupan rakyat

IMG_9968.jpeg
Menlu RI Sugiono dalam Perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Sugiono mengatakan masyarakat mengukur keberhasilan ASEAN dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti kemampuan menyediakan makanan bagi keluarga, memperoleh pekerjaan layak, hidup dengan aman, dan memiliki keyakinan terhadap masa depan.

“Mereka mengukurnya dari apakah mereka dapat menyediakan makanan di meja, mendapatkan pekerjaan yang layak, hidup dengan aman, dan menatap masa depan dengan percaya diri,” ujarnya.

Karena itu, menurut Sugiono, ASEAN perlu terus memperkuat kerja sama yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan ketahanan pangan dan energi di tengah ketidakpastian global.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan ASEAN melindungi warga negaranya ketika terjadi krisis serta memastikan generasi muda memiliki pendidikan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk memimpin kawasan pada masa mendatang.

2. Ketahanan pangan dan energi jadi prioritas

IMG_9992.jpeg
Menlu Sugiono dalam Perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Sugiono menilai berbagai krisis yang terjadi di dunia menunjukkan ketahanan suatu negara tak dapat dibangun secara sendiri-sendiri. Gangguan terhadap rantai pasok dan situasi geopolitik dapat dengan cepat memengaruhi masyarakat di berbagai negara.

Karena itu, kerja sama ASEAN perlu diarahkan untuk memperkuat kemampuan kawasan menghadapi gangguan, khususnya di sektor pangan dan energi.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari agenda untuk mewujudkan ASEAN Community Vision 2045. Sugiono mengatakan visi tersebut membutuhkan ASEAN yang memiliki kapasitas lebih kuat untuk menghadapi tantangan sekaligus memberikan manfaat konkret kepada masyarakat.

3. Perkuat institusi dan generasi muda ASEAN

IMG_9966.jpeg
Menlu Sugiono dalam Perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Selain ketahanan pangan dan energi, Sugiono menekankan perlunya penguatan institusi ASEAN. Menurutnya, ambisi yang tercantum dalam ASEAN Community Vision 2045 tidak akan tercapai tanpa kapasitas kelembagaan dan sumber daya yang memadai.

“Untuk mencapai ambisi tersebut, ASEAN sendiri harus dilengkapi dengan institusi yang lebih kuat, kapasitas yang lebih besar, dan tentu saja sumber daya yang memadai,” tutur Sugiono.

Ia juga menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dari masa depan ASEAN. Pendidikan dan peningkatan keterampilan dinilai perlu terus diperkuat agar anak muda di kawasan mampu mengambil peran dalam perkembangan ekonomi dan sosial ASEAN.

Sugiono mengatakan ASEAN memiliki nilai yang semakin penting di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, karena organisasi tersebut membuktikan bahwa negara-negara yang berbeda tetap dapat memilih perdamaian, dialog, dan persatuan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More