Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Di ASEAN Day, Menlu RI: Kita Tak Pilih Kubu di Tengah Rivalitas Global

Di ASEAN Day, Menlu RI: Kita Tak Pilih Kubu di Tengah Rivalitas Global
Menlu RI Sugiono dalam Perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
  • Menlu RI Sugiono menegaskan ASEAN tidak akan memilih kubu dalam rivalitas global dan harus menjadi jembatan dialog, kepercayaan, serta penentu arah berdasarkan kepentingan kawasan.
  • ASEAN diminta tidak menjadi arena persaingan kekuatan besar, sambil tetap terbuka menjalin hubungan global dan menjaga sentralitas, non-intervensi, saling menghormati, serta penyelesaian sengketa damai.
  • Menjelang ASEAN Community Vision 2045, Sugiono mendorong penguatan institusi, kapasitas, dan sumber daya ASEAN agar kerja sama regional memberi manfaat nyata bagi masyarakat di tengah ketidakpastian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times — Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan ASEAN tidak akan memilih kubu di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan besar dan ketidakpastian geopolitik global. Menurutnya, ASEAN harus tetap menjadi kekuatan yang mampu menjembatani perbedaan, menjaga dialog, dan menentukan jalannya sendiri.

Dalam peringatan ASEAN Day ke-59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu (8/8/2026), Sugiono mengatakan, kemampuan ASEAN mempertemukan negara-negara dengan kepentingan, dan pandangan yang berbeda menjadi salah satu kekuatan utama organisasi kawasan tersebut.

“Dunia saat ini membutuhkan para pembangun jembatan, mereka yang dapat mengurangi ketegangan, membangun kepercayaan, dan menjaga dialog tetap hidup. Dan itulah peran ASEAN, peran yang telah dimainkan ASEAN selama hampir enam dekade,” kata Sugiono.

Menurut dia, ASEAN dibangun pada 1967 bukan dalam situasi yang nyaman, melainkan di tengah bayang-bayang konflik. Karena itu, keberadaan ASEAN sejak awal merupakan pilihan negara-negara Asia Tenggara untuk mengedepankan persatuan dan kerja sama dibandingkan perpecahan.

1. ASEAN tak boleh jadi arena rivalitas

Di ASEAN Day, Menlu RI: Kita Tak Pilih Kubu di Tengah Rivalitas Global
Menlu Sugiono lakukan ASEAN Way dalam Perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Sugiono menegaskan ASEAN tidak boleh berubah menjadi arena persaingan kekuatan besar. Kawasan Asia Tenggara, kata dia, harus tetap memiliki ruang untuk menentukan arah berdasarkan kepentingan masyarakatnya sendiri.

“ASEAN juga telah memperjelas, kawasan kita tidak boleh menjadi arena rivalitas kekuatan besar, dan ASEAN tidak akan memilih pihak. Karena pihak kita adalah, dan akan selalu menjadi, pihak rakyat, kesejahteraan mereka, keamanan mereka, dan masa depan mereka,” ujarnya.

Menurut Sugiono, posisi tersebut tidak berarti ASEAN menutup diri dari negara-negara besar. Sebaliknya, ASEAN tetap membuka hubungan dengan berbagai kekuatan dunia, tetapi tetap mempertahankan sentralitas dan kemampuan untuk menentukan kepentingannya sendiri.

Sugiono menilai kredibilitas ASEAN sebagai pusat arsitektur kawasan tidak dibangun dalam waktu singkat. Kredibilitas itu terbentuk selama puluhan tahun melalui prinsip saling menghormati, non-intervensi, serta penyelesaian sengketa secara damai.

2. TAC jadi kompas ASEAN

Di ASEAN Day, Menlu RI: Kita Tak Pilih Kubu di Tengah Rivalitas Global
Menlu Sugiono dalam Perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Sugiono juga menyoroti 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) yang menjadi salah satu fondasi hubungan antarnegara di kawasan.

Menurut Sugiono, makna penting peringatan 50 tahun TAC bukan hanya terletak pada perjalanan waktu, tetapi pada komitmen negara-negara penandatanganan untuk terus menghormati prinsip yang terkandung dalam perjanjian tersebut.

Prinsip-prinsip itu dinilai tetap relevan ketika dunia menghadapi konflik, rivalitas strategis, dan fragmentasi yang semakin meningkat.

Sugiono menegaskan ASEAN harus terus memperkuat kapasitasnya untuk menentukan arah sendiri dengan memanfaatkan sentralitas ASEAN.

3. Perkuat ASEAN hadapi ketidakpastian

Di ASEAN Day, Menlu RI: Kita Tak Pilih Kubu di Tengah Rivalitas Global
Menlu Sugiono, Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn dan para duta besar ASEAN dalam perayaan ASEAN Day ke -59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Sugiono mengatakan ketika tatanan internasional melemah, masyarakat menjadi pihak yang pertama kali merasakan dampaknya. Karena itu, ASEAN harus memastikan kerja sama regional menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita harus terus memperkuat kemampuan ASEAN untuk menentukan jalannya sendiri, sepenuhnya menjalankan sentralitas ASEAN, memberikan manfaat nyata, dan membuat perbedaan yang berarti dalam kehidupan masyarakat,” kata Menlu.

Sugiono menyebut, ASEAN memasuki babak baru dengan ASEAN Community Vision 2045 sebagai arah jangka panjang. Untuk mewujudkannya, ASEAN membutuhkan institusi yang lebih kuat, kapasitas yang lebih besar, dan sumber daya yang memadai.

“Di tengah ketidakpastian, kita harus membuktikan bahwa keluarga kita memilih untuk tetap berdiri bersama, menjadikan ASEAN rumah kita yang lebih kuat, lebih aman, dan lebih ramah bagi semua,” ujar Sugiono.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More