Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Murka! PBB Kutuk Serangan ke UNIFIL yang Tewaskan 3 TNI

Murka! PBB Kutuk Serangan ke UNIFIL yang Tewaskan 3 TNI
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix (unric.org)
Intinya Sih
  • Tiga prajurit TNI gugur dalam dua serangan terpisah terhadap pasukan UNIFIL di Lebanon selatan, sementara beberapa lainnya mengalami luka serius.
  • PBB mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan bahwa penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target dalam konflik apa pun.
  • Lacroix menyerukan penghentian pertempuran serta menyoroti dedikasi tinggi personel UNIFIL yang tetap bertugas di tengah situasi berbahaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap insiden fatal yang menewaskan tiga penjaga perdamaian asal Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ketiganya tewas dalam serangan terpisah yang terjadi dalam dua hari berturut-turut di wilayah Lebanon selatan.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, menjelaskan insiden terbaru terjadi akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL. Serangan tersebut menghancurkan kendaraan yang ditumpangi para prajurit.

“Pagi ini, dua penjaga perdamaian asal Indonesia kehilangan nyawa dalam sebuah ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka, di dekat Bani Hayyan di Sektor Timur,” ujar Lacroix, dalam jumpa pers, Selasa (31/3/2026).

Ia menambahkan, sehari sebelumnya, satu prajurit Indonesia juga tewas dalam insiden berbeda di pangkalan UNIFIL. Rangkaian kejadian ini menambah kekhawatiran atas keselamatan pasukan penjaga perdamaian di tengah konflik yang terus berlangsung.

1. Serangan beruntun yang menambah korban

Serangan beruntun yang menambah korban
Ilustrasi pasukan perdamaian PBB (X/Lacroix_UN)

Lacroix memaparkan selain korban meninggal, terdapat pula penjaga perdamaian lain yang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Kondisi korban bervariasi, termasuk luka serius yang membutuhkan penanganan intensif.

“Dua penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya dalam kondisi serius. Asal ledakan tersebut belum dapat dipastikan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, insiden sehari sebelumnya terjadi di dalam pangkalan UNIFIL di Ett Taibe. Dalam kejadian itu, satu prajurit tewas dan satu lainnya mengalami luka kritis.

“Seorang penjaga perdamaian lainnya mengalami luka kritis dan telah dievakuasi ke rumah sakit di Beirut,” ujar Lacroix.

PBB menyatakan tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas rangkaian insiden tersebut.

2. Kutuk keras serangan, PBB tekankan perlindungan peacekeeper

Kutuk keras serangan, PBB tekankan perlindungan peacekeeper
Ilustrasi pasukan perdamaian PBB (X/Lacroix_UN)

Menanggapi kejadian ini, PBB menyampaikan kecaman keras terhadap serangan yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian. Lacroix menegaskan, tindakan tersebut tidak dapat diterima.

“Kami dengan tegas mengutuk insiden yang tidak dapat diterima ini. Penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tindakan yang membahayakan personel PBB harus segera dihentikan oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik.

“Semua tindakan yang membahayakan penjaga perdamaian harus dihentikan. Semua pihak harus mematuhi kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian setiap saat,” lanjutnya.

Selain itu, PBB juga mengingatkan bahwa instalasi milik organisasi internasional harus tetap dihormati di tengah konflik yang berlangsung.

3. PBB serukan hentikan pertempuran

PBB serukan hentikan pertempuran
Pasukan misi PBB UNISFA (Twitter.com/Jean-Pierre Lacroix)

Lacroix menggambarkan kondisi di lapangan sebagai sangat berbahaya bagi para penjaga perdamaian yang tetap menjalankan mandatnya. Meski menghadapi keterbatasan, mereka tetap bertugas di tengah situasi sulit.

“Para penjaga perdamaian kami tetap berada di lapangan, melaksanakan tugas yang diamanatkan oleh Dewan Keamanan, dalam kondisi yang sangat berbahaya ini,” ujarnya.

Ia menambahkan para personel UNIFIL menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga stabilitas kawasan. “Para perempuan dan laki-laki UNIFIL menunjukkan keberanian dan komitmen yang luar biasa,” kata Lacroix.

PBB kembali menyerukan penghentian konflik sebagai langkah utama untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.

“Saya kembali menegaskan seruan Sekretaris Jenderal kepada semua pihak untuk menghentikan pertempuran,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
Fahreza Murnanda
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More
Drama Lele Mentah MBG

Drama Lele Mentah MBG

31 Mar 2026, 06:00 WIBNews