PBB: 600 Ribu Warga Palestina di Tepi Barat Berisiko Alami Kelaparan

Jakarta, IDN Times - Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan, sedikitnya 600 ribu warga Palestina di Tepi Barat dapat terjerumus ke dalam kerawanan pangan akibat meningkatnya serangan di wilayah pendudukan tersebut. Jumlah ini naik dari 352 ribu orang pada awal 2023.
Menurut laporan OCHA yang dirilis pada Kamis (17/10/2024), hal ini disebabkan oleh memburuknya situasi keamanan di Tepi Barat yang diduduki, termasuk meningkatnya serangan besar-besaran Israel dan pembatasan pergerakan.
Selain itu, pencabutan izin kerja bagi 160 ribu warga Palestina yang bekerja di Israel juga turut berkontribusi terhadap ketidakamanan pangan, karena banyak keluarga kehilangan sumber pendapatan.
1. Perempuan Palestina di Tepi Barat ditembak mati saat memetik zaitun
Laporan ini juga menyoroti peningkatan kekerasan oleh pemukim terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat yang diduduki, khususnya serangan terhadap petani dan kebun zaitun mereka saat musim panen dimulai.
OCHA telah mendokumentasikan 51 insiden kekerasan oleh pemukim. Sebagian besar di antaranya terkait panen zaitun, di mana 600 pohon dan bibit zaitun dibakar atau dihancurkan, yang berdampak pada 15 komunitas di Tepi Barat.
Pada Kamis pagi, seorang perempuan Palestina berusia 59 tahun, yang dikenal sebagai Hanan Abu Salami, tewas ditembak oleh tentara Israel saat sedang memetik zaitun bersama anggota keluarganya di desa Faqqua, sebelah timur Jenin, di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki. Ia ditembak di bagian punggung.
2. Warga Palestina hadapi musim panen zaitun yang paling berbahaya
Pada Rabu (16/10/2024), para ahli PBB mengatakan bahwa warga Palestina menghadapi musim panen zaitun paling berbahaya yang pernah ada akibat meningkatnya kekerasan oleh pemukim dan tentara Israel.
“Panen zaitun sangat penting bagi kehidupan dan budaya Palestina. Membatasi panen zaitun, menghancurkan kebun buah-buahan, dan melarang akses terhadap sumber air adalah upaya Israel untuk memperluas pemukiman ilegalnya," kata para ahli tersebut, dikutip dari TNA.
3. Lebih dari 755 warga Palestina terbunuh di Tepi Barat dan Yerusalem Timur
Kekerasan di Tepi Barat meningkat sejak Hamas melancarkan serangan ke Israel pada 7 Oktober tahun lalu, yang kemudian memicu perang di Jalur Gaza. OCHA melaporkan bahwa sedikitnya sembilan warga Palestina, termasuk seorang anak, dibunuh oleh pasukan Israel di wilayah tersebut pada 8-14 Oktober.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, lebih dari 755 warga Palestina telah terbunuh di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki sejak 7 Oktober 2023.
OCHA mendokumentasikan 1.492 serangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina sejak perang Gaza dimulai, dengan 1.188 di antaranya mengakibatkan kerusakan pada properti warga Palestina.






















