Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemimpin Hamas Temui Kepala Intelijen Mesir, Bahas Kesepakatan Gaza

Pemimpin Hamas Temui Kepala Intelijen Mesir, Bahas Kesepakatan Gaza
Pemimpin Hamas, Khalil al-Hayya. (Khamenei.ir, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Pemimpin Hamas Khalil al-Hayya bertemu Kepala Intelijen Mesir Hassan Rashad di El-Alamein untuk mendorong implementasi rencana 15 poin Gaza yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.
  • Menjelang kunjungan Jared Kushner, Hamas, pejabat AS, dan Dewan Perdamaian berencana membahas hambatan kesepakatan; Hamas juga berkoordinasi dengan mediator Mesir, Qatar, dan Turki.
  • Di tengah diplomasi, serangan Israel di Gaza berlanjut; lebih dari 1.250 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata Oktober, sementara Netanyahu menolak penarikan pasukan dari Gaza.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times Pemimpin politik sekaligus kepala negosiator Hamas, Khalil al-Hayya, bertemu dengan Kepala Intelijen Mesir, Hassan Rashad, pada Minggu (16/8/2026). Kedua pemimpin membahas upaya untuk mendorong implementasi rencana 15 poin yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Hamas sebelumnya menyatakan kesiapan untuk menyerahkan senjatanya kepada komite teknis yang akan mengelola Gaza. Langkah tersebut merupakan bagian dari rencana yang diumumkan Trump melalui Dewan Perdamaian (BOP) pada akhir Juli. Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak rencana tersebut dan menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari Gaza.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan pembicaraan yang berlangsung di kota Mediterania El-Alamein akan membahas perkembangan terbaru dalam negosiasi serta upaya mendorong Israel mematuhi kesepakatan tersebut. Al-Hayya menegaskan kembali komitmen Hamas untuk menyelesaikan rencana yang digagas oleh Trump, dikutip dari Al Jazeera.

  1. 1. Perwakilan Hamas, AS, dan BOP bakal bahas hambatan kesepakatan

    Dewan Perdamaian BOP
    Penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian (BOP) pada Januari 2026. (President.az, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Pertemuan al-Hayya dan Rashad berlangsung menjelang kunjungan utusan Trump, Jared Kushner, ke Timur Tengah. Kushner dijadwalkan mengunjungi Israel dan Mesir untuk menjembatani perbedaan terkait rencana Trump di Gaza yang ditolak oleh Netanyahu. Menantu Trump itu akan didampingi oleh perwakilan tinggi BOP untuk Gaza. Nickolay Mladenov.

    Sumber Hamas mengatakan pertemuan antara delegasi Hamas, Mladenov, dan pejabat AS sedang dipersiapkan selama kunjungan Kushner ke Mesir. Pertemuan tersebut akan membahas berbagai hambatan dalam pelaksanaan kesepakatan. Hamas juga tengah berkomunikasi dengan mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki untuk mendorong Israel mematuhi kesepakatan tersebut.

    Dalam pembicaraan terpisah pada Minggu, Kushner dan Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, turut membahas rencana Trump untuk Gaza. Keduanya menekankan pentingnya seluruh pihak memenuhi kewajiban masing-masing berdasarkan kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.

  2. 2. Serangan Israel ke Gaza terus berlanjut

    ilustrasi kondisi Gaza
    ilustrasi kondisi Gaza (unsplash.com/Emad El Byed)

    Serangan Israel ke Gaza terus berlanjut di tengah upaya diplomatik yang berlangsung. Pada Sabtu, dua warga Palestina tewas dan 14 lainnya terluka akibat serangkaian serangan negara Zionis. Militer Israel dilaporkan melakukan serangan udara, penembakan artileri, serta pembongkaran bangunan di sejumlah wilayah kantong Palestina tersebut.

    Menurut sumber resmi Palestina, lebih dari 1.250 warga Palestina di Gaza tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober tahun lalu. Jumlah keseluruhan korban tewas di Gaza sejak perang dimulai pada Oktober 2023 telah melampaui 73.300 orang, dilansir The Straits Times.

    Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga mengatakan pasukan negaranya akan tetap berada di zona keamanan yang diduduki di Lebanon dan Suriah. Katz juga mengatakan bahwa kehadiran militer Israel akan terus dipertahankan di Gaza dan di kedua front tersebut.

  3. 3. Trump sebut kesepakatan pelucutan senjata Hamas bersejarah

    Reruntuhan bangunan di Gaza akibat serangan Israel. (Jaber Jehad Badwan, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
    Reruntuhan bangunan di Gaza akibat serangan Israel. (Jaber Jehad Badwan, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Trump pada akhir Juli mengumumkan bahwa BOP telah mencapai kesepakatan untuk melucuti Hamas dan seluruh kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Dia menyebut kesepakatan tersebut bersejarah. Menurutnya, langkah tersebut menjadi tahap penting menuju pembentukan pemerintahan Palestina baru yang akan bekerja sama dengan BOP untuk membantu masyarakat Gaza.

    Mengutip The Jerusalem Post, Trump juga mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan memberikan jaminan keamanan bagi Israel. Pemimpin AS itu menyebut Gaza tidak lagi digunakan sebagai basis serangan teror terhadap negara Zionis tersebut. Menurut Trump, pelaksanaan kesepakatan tersebut akan dilakukan melalui tahapan yang disusun secara cermat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More