Penembakan oleh Tentara Rusia di Krimea, Empat Orang Tewas

- Seorang tentara Rusia menembak di Desa Khmelnytske, Krimea, menewaskan seorang prajurit dan tiga warga sipil serta melukai empat orang lainnya.
- Pelaku telah ditahan, sementara motif, identitas, dan kesatuan militernya belum diungkap; otoritas setempat masih menyelidiki penyebab insiden.
- Di pesisir Laut Hitam, serangan drone dekat Arkhipo-Osipovka menewaskan tujuh orang, termasuk tiga anak, dan melukai sedikitnya 40 orang.
Jakarta, IDN Times - Seorang tentara Rusia melakukan penembakan brutal di Krimea, wilayah yang dianeksasi oleh Moskow. Serangan tersebut mengakibatkan empat orang tewas, termasuk tiga warga sipil.
Insiden itu terjadi di Desa Khmelnytske, dekat Sevastopol. Gubernur wilayah tersebut yang ditunjuk Moskow, Mikhail Razvozhayev, pada Selasa (4/8/2026), mengatakan bahwa pelaku melepaskan tembakan ke arah sesama tentara, menewaskan seorang prajurit dan melukai seorang lainnya.
Setelah itu, pelaku menembaki warga sipil. Tiga orang tewas, yakni dua pria berusia 71 dan 59 tahun serta seorang perempuan berusia 64 tahun. Tiga orang lainnya juga mengalami luka-luka.
1. Pelaku telah ditangkap

Belum jelas apakah jumlah korban tewas akan bertambah. Razvozhayev mengatakan bahwa tim medis sedang berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan para korban yang terluka.
Sementara itu, pelaku telah ditahan dan motif penembakan tersebut masih dalam penyelidikan. Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap identitas pelaku maupun kesatuan militer Rusia tempat ia bertugas.
"Seluruh keadaan dan penyebab insiden ini masih dalam penyelidikan," kata Razvozhayev, seraya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan rumor, seperti dikutip France24.
2. Krimea dikuasai oleh Rusia sejak 2014

Rusia telah menguasai semenanjung Krimea milik Ukraina sejak 2014. Sebagian besar komunitas internasional menolak aneksasi tersebut dan menganggap Krimea sebagai wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.
Moskow telah menempatkan kekuatan militer dalam jumlah besar di wilayah itu. Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina kerap menargetkan fasilitas dan aset militer Rusia di Krimea dengan serangan drone dan rudal.
Rusia mulai melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022. Sejak itu, Moskow secara rutin melancarkan serangan terhadap negara tetangganya itu, termasuk dari Semenanjung Krimea.
3. 7 orang tewas akibat serangan drone di pesisir Laut Hitam

Insiden penembakan di Khmelnytske terjadi di tengah meningkatnya jumlah korban sipil di Krimea dan wilayah pesisir Rusia di Laut Hitam selama perang Rusia-Ukraina. Sebelumnya, sebuah drone menghantam pantai di dekat desa Arkhipo-Osipovka, yang berada di pesisir Laut Hitam. Tujuh orang dilaporkan tewas, termasuk tiga anak-anak, dilansir BBC.
Gubernur Wilayah Krasnodar, Venyamin Kondratyev, menyebutkan sedikitnya 40 orang terluka akibat insiden tersebut, dengan 17 di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit. Ia menuduh Ukraina sengaja melancarkan serangan terhadap warga sipil. Namun, hingga kini, Ukraina belum memberikan tanggapan.
Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi sasaran drone tersebut. Sejumlah kanal Telegram pro-Ukraina mengklaim drone tersebut jatuh di pantai akibat peperangan elektronik yang mengacaukan sinyalnya. Sementara itu, beberapa saksi mata mengatakan bahwa terdengar suara tembakan sebelum ledakan terjadi, yang mengindikasikan bahwa sistem pertahanan udara berupaya menembak jatuh drone tersebut.





















