Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Beyond the Snow, Menjelajahi Swiss Lewat 5 Indra Manusia

4 min read
Beyond the Snow, Menjelajahi Swiss Lewat 5 Indra Manusia
Duta Besar Swiss untuk Indonesia Konstantin Obolensky. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Swiss Tourism memperkenalkan kampanye Beyond the Snow melalui pengalaman wisata yang melibatkan lima indra manusia.

  • Wisatawan dapat menikmati kereta panoramik, pemandian air panas, aktivitas petualangan, serta kuliner khas Swiss.

  • Pengalaman aroma diperkenalkan melalui lokakarya parfum dan wewangian khas Swiss International Air Lines.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bayangkan duduk di dalam kereta yang melintasi pegunungan bersalju, mendengar pengumuman khas Swiss Railways, kemudian menikmati secangkir cokelat panas sambil memandangi lanskap Alpen. Pengalaman seperti ini menjadi bagian dari cara Swiss memperkenalkan pariwisatanya kepada wisatawan Indonesia.

Melalui kampanye Beyond the Snow: A Swiss Winter for the Senses, Swiss Tourism mengajak wisatawan menikmati negaranya melalui lima indra manusia, yakni penglihatan, pendengaran, sentuhan, rasa, dan penciuman.

Kampanye ini ingin memperluas gambaran Swiss yang selama ini identik dengan pegunungan bersalju, olahraga ski, dan chalet di kawasan Alpen. Padahal, negara tersebut juga menawarkan pengalaman budaya, kuliner, wellness, hingga petualangan yang bisa dinikmati dalam satu perjalanan.

Konsep lima indra itu diperkenalkan dalam Annual Media Briefing 2026 Switzerland Tourism di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Culture, Tourism, and Media Officer Kedutaan Besar Swiss di Indonesia sekaligus Market Representative Switzerland Tourism, Ferani Heng, mengajak para jurnalis mengikuti perjalanan virtual yang menggambarkan pengalaman wisata musim dingin di Swiss.

  1. 1. Memanjakan mata dan telinga lewat kereta panoramik

    ilustrasi kereta di Swiss
    ilustrasi kereta di Swiss (pexels.com/Gotta Be Worth It)

    Perjalanan virtual dimulai seolah-olah peserta sedang menaiki pesawat Swiss International Air Lines menuju Swiss. Setelah tiba, wisatawan diajak menggunakan transportasi umum untuk menjelajahi berbagai destinasi.

    Ferani merekomendasikan Swiss Travel Pass, tiket yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai moda transportasi umum, mulai dari kereta, bus, trem, hingga kapal. Tiket tersebut juga mencakup perjalanan menggunakan sejumlah kereta panoramik.

    Salah satu pengalaman yang ditawarkan adalah menikmati pemandangan pegunungan Alpen melalui Bernina Express. Kereta merah ikonik ini melewati jalur yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO, termasuk Landwasser Viaduct, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Italia.

    Ada pula Glacier Express yang dikenal sebagai World's Slowest Express Train. Perjalanan selama sekitar delapan jam tersebut menghubungkan sejumlah destinasi di kawasan pegunungan Swiss dengan pemandangan alam yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan.

    Untuk menikmati pemandangan pegunungan, wisatawan juga bisa mengunjungi Zermatt dan melihat Matterhorn, salah satu gunung paling ikonik di Swiss. Di kawasan tersebut terdapat Gornergrat Railway yang membawa pengunjung menuju titik pandang Matterhorn, serta Glacier Paradise dengan terowongan es dan berbagai pahatan di dalamnya.

    Sementara itu, pengalaman melalui indra pendengaran diperkenalkan lewat suara pengumuman di kereta Swiss. Suara tersebut menjadi salah satu ciri perjalanan menggunakan transportasi publik di negara itu.

    Ferani juga memperkenalkan Bernina Express dan Glacier Express sebagai bagian dari pengalaman perjalanan yang tidak hanya mengandalkan tujuan akhir, tetapi juga pemandangan dan suasana selama perjalanan.

  2. 2. Merasakan sensasi musim dingin, dari pemandian air panas hingga petualangan

    bermain seluncuran salju di Bukit Gurten, Swiss (bern.com)
    bermain seluncuran salju di Bukit Gurten, Swiss (bern.com)

    Indra berikutnya adalah sentuhan. Swiss menawarkan berbagai pengalaman yang membuat wisatawan dapat merasakan langsung karakter musim dingin, mulai dari udara dingin di pegunungan hingga berendam di pemandian air panas.

    Salah satu destinasi yang diperkenalkan adalah Leukerbad, kawasan yang dikenal dengan pemandian air panas atau thermal bath. Wisatawan dapat menikmati kolam air panas dengan kandungan mineral alami di tengah suasana pegunungan.

    Selain wellness, Swiss juga menawarkan aktivitas bagi wisatawan yang menyukai tantangan. Di kawasan Jungfrau, misalnya, pengunjung dapat mencoba berbagai kegiatan petualangan seperti flying fox di Grindelwald First hingga terjun payung di Interlaken.

    Ada pula Mount Pilatus di kawasan Luzern. Destinasi ini menawarkan perjalanan menggunakan kereta bergigi atau cogwheel railway yang dikenal sebagai salah satu jalur paling curam di dunia.

    Ketika musim Natal tiba, wisatawan juga dapat mengunjungi pasar Natal di kawasan Pilatus Kulm. Pasar tersebut menjadi salah satu pengalaman yang ditawarkan di tengah lanskap pegunungan.

    Sementara itu, pengalaman mencicipi Swiss diperkenalkan melalui kuliner khas seperti keju, cokelat, dan fondue. Salah satu pengalaman yang menarik adalah menikmati fondue di dalam gondola sambil melihat pemandangan pegunungan.

    Ferani juga memperkenalkan berbagai wisata kuliner di Zurich dan Jenewa. Wisatawan dapat mengikuti tur makanan di Zurich, mencoba berbagai cokelat artisan melalui Geneva Chocolate Pass, hingga menikmati kuliner tradisional di Pasar Natal.

    Bagi yang ingin menikmati suasana berbeda, tersedia pula pengalaman bersantap di atas kapal uap yang mengelilingi Danau Luzern. Wisatawan dapat memilih paket brunch maupun makan malam sambil menikmati pemandangan danau.

  3. 3. Mengenal Swiss lewat aroma dan pengalaman personal

    IMG_2600.jpeg
    Duta Besar Swiss untuk Indonesia Konstantin Obolensky ikut lokakarya pembuatan parfum. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Indra terakhir yang diperkenalkan dalam kampanye ini adalah penciuman. Pengalaman tersebut diwujudkan melalui lokakarya pembuatan parfum yang memungkinkan peserta meracik wewangian terinspirasi dari Swiss.

    Aroma juga menjadi bagian dari pengalaman perjalanan menggunakan Swiss International Air Lines. Ferani menjelaskan, maskapai tersebut memiliki wewangian khas yang digunakan pada sejumlah produk di dalam pesawat, termasuk sabun dan krim wajah di kamar mandi pesawat.

    Wewangian tersebut mengusung aroma khas Alpen untuk menghadirkan pengalaman Swiss sejak penumpang berada di dalam pesawat.

    Para peserta diajak untuk membuat parfum yang sesuai dengan identitas diri. Wewangian sitrus, floral, hingga vanilla memenuhi ruangan lokakarya. Bahkan Duta Besar Swiss untuk Indonesia Konstantin Obolensky juga ikut meracik wewangian buatannya yang lebih beraroma musky.

    Lokakarya ini menjadi kesempatan para jurnalis untuk ‘mencium aroma Swiss’ dari Jakarta.

    Melalui kampanye Beyond the Snow, Swiss Tourism ingin menunjukkan musim dingin bukan hanya tentang salju. Ada banyak pengalaman yang dapat dinikmati melalui pemandangan alam, suara tradisi, kuliner, aktivitas luar ruang, hingga aroma yang melekat dalam perjalanan.

Related Articles

See More