CEK FAKTA: Nusron Wahid Lemas Digiring Masuk Mobil KPK

Video yang menarasikan Nusron Wahid dijemput paksa KPK di Bandara Soetta dinyatakan salah.
Video tersebut merupakan momen Nusron selesai menghadiri rapat di DPR, sementara KPK membantah telah menangkapnya.
Nusron terlihat menghadiri sidang kabinet pada Rabu (21/10/2026), meski sebelumnya dijadwalkan diperiksa KPK.
Jakarta, IDN Times - Video yang mengeklaim Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dijemput paksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beredar di berbagai media sosial dan grup WhatsApp. Penyunting video memberikan narasi bahwa Nusron telah dijemput paksa di bandara.
Ada sejumlah akun media sosial yang memberikan narasi Nusron telah dijemput KPK. Salah satunya akun Instagram jakartainfoterkini.id. Video itu telah disukai lebih dari 1.260 kali, dibagikan ulang 98 kali, dan dikomentari 209 kali.
"Gempar! Mangkir dua kali panggilan KPK dan sempat terpantau di Malaysia, Nusron Wahid langsung diciduk di Bandara Soetta?" demikian tulisan pada video tersebut.
Nusron dalam video tersebut terlihat dikawal sejumlah petugas dan dikelilingi jurnalis. Dia memakai peci dan celana panjang hitam yang dipadukan kemeja lengan panhang warna putih.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Nusron langsung masuk ke dalam mobil Denza.
Benarkah demikian?
1. Nusron ikut rapat di DPR

Menteri ATR BPN Nusron Wahid usai rapat di Baleg DPR. (IDN Times/Amir Faisol). Dalam penelusuran IDN Times, terdapat sejumlah akun media sosial milik media massa yang mengunggah momen tersebut dari sudut pandang kamera lainnya. Video tersebut merupkan momen ketika Nusron selesai menghadiri rapat di DPR.
Halaman dan pepohonan yang terekam di video pun serupa dengan yang ada di DPR.
Lalu, KPK mempunyai berbagai tipe mobil tahanan. Pada setiap mobilnya akan ada tulisan 'Mobil tahanan KPK' di kedua sisinya.
Salah satu merk mobil tahanan yang dimiliki KPK adalah Mitsubishi Xpander. Teranyar, KPK memiliki mobil tahanan merk Toyota Rangga yang dimodifikasi.
2. Dibantah KPK dan terlihat di sidang kabinet

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid saat menghadiri sidang kabinet 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Istana Kepresidenan, Rabu (21/10/2026). (YouTube Sekretariat Presiden) Selain itu, KPK melalui Juru Bicara Budi Praasetyo membantah telah menangkap Nusron Wahid. Menurut dia, narasi yang terdapat di sejumlah video tersebut tidak tepat.
"Video tersebut, itu bukan video terkait dengan jemput paksa ataupun tim KPK yang membawa yang bersangkutan," kata Budi.
Nusron pun terlihat dalam sidang kabinet di Istana Kepresidenan pada Rabu (21/10/2026). Nusron tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang, sama dengan anggota kabinet lainnya.
Momen Nusron hadir di Sidang Kabinet tertangkap kamera dalam siaran YouTube Sekretariat Kabinet. Nusron duduk di belakang Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
Dengan demikian klaim yang menyebut Nusron dibawa KPK adalah salah.
3. Nusron dua kali mangkir panggilan KPK

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Nusron Wahid ketika berbicara di sebuah konsorsium tanah di Jakarta. (Dokumentasi Kementerian ATR) Nusron sempat dijadwalkan diperiksa terkait dugaan korupsi di Kementerian ATR/BPN/. Namun, dia belum pernah datang.
Nusron beralasan ada agenda yang telah terjadwal ketika mangkir pada panggilan pertama. Pada penjadwalan ulang waktu pemeriksaa, Nusron disebut berada di Malaysia dan Singapura untuk perjalanan dinas.
Dari tangkap tangan itu, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka, yakni Lampri (LMP) selaku Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN, Sontang Coin Manurung (SON) selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Adrianto Pitojo Adi (ADR) selaku Direktur Utama (Dirut) Summarecon, Rizal Pahlevi (LEV) selaku pihak swasta;
Kemudian, ada empat orang kepercayaan Nusron Wahid yakni Arif Sugiyanto (ARF), Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq (FEZ), Erwin (ERW), dan Muhammad Fakhry (MF).
Adapun kasus di Summarecon terungkap setelah KPK melakukan OTT.






















