Belarus Protes Ukraina atas Serangan Drone ke Bus Tim Sepak Bola

- Kemlu Belarus memprotes Ukraina atas serangan drone yang menghantam bus tim sepak bola muda mereka dan menuntut investigasi serta hukuman bagi pelaku.
- Serangan di Bryansk, Rusia, menewaskan satu orang dan melukai enam lainnya, termasuk anak-anak dari tim muda Belarus, sementara Rusia membuka penyelidikan terorisme.
- Pihak Ukraina membantah tuduhan tersebut dan menilai insiden itu sebagai manipulasi informasi Rusia untuk memengaruhi opini publik di Belarus.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Belarus memprotes Ukraina terkait dengan serangan drone yang mengenai bus yang mengangkut tim sepak bola muda Belarus. Minsk sudah memanggil perwakilan Ukraina untuk menjelaskan kasus ini.
“Kami menginginkan agar Ukraina segera membuka investigasi sesegera mungkin dan menghukum pelaku dalam insiden ini. Dengan ini, Belarus berhak untuk merespons dan melancarkan aksi di sisi Ukraina,” terangnya, dikutip dari The Moscow Times, Kamis (18/6/2026).
Insiden serangan drone di bus tim sepak bola muda ini terjadi di tengah ketegangan antara Belarus dan Ukraina. Kiev menuding Belarus bersiap melancarkan serangan ke negaranya.
1. Lukashenko sebut serangan ini sebagai pelanggaran perang

Presiden Belarus, Alexander Lukashenko mengatakan bahwa serangan ini adalah pelanggaran perjanjian dan aturan perang. Namun, ia menekankan tidak akan terburu-buru dalam menetapkan konklusi.
“Kami tidak akan menetapkan konklusi secara terburu-buru, tapi kami akan melihat fakta bahwa drone itu berasal dari Ukraina. Drone tersebut adalah milik Ukraina,” tuturnya, dikutip dari Ukrainska Pravda.
Federasi Sepak Bola Belarus (BFF) sudah melaporkan serangan ini kepada UEFA dan FIFA. Minsk berharap agar lembaga terkait bersedia memulai proses penyelidikan terkait serangan tersebut.
2. Seorang tewas imbas serangan drone di Bryansk

Insiden serangan drone Ukraina yang mengenai bus tim sepak bola junior Belarus ini terjadi di Bryansk, Rusia. Serangan ini membuat 1 orang tewas dan 6 orang luka-luka, termasuk anak-anak dari tim muda Belarus.
Rombongan tim muda Belarus itu hendak pulang ke negaranya setelah mengadakan wisata di Rusia bagian selatan. Menurut investigator lokal, terdapat 44 penumpang di dalam bus dan 28 di antaranya adalah anak-anak.
Di sisi lain, Gubernur Bryansk Oblast, Yegor Kovalchuk menyebut bahwa Ukraina sengaja menargetkan bus tersebut. Sedangkan Komite Investigasi Rusia membuka investigasi atas kasus terorisme pada insiden serangan tersebut.
3. Ukraina membantah serangan drone tersebut

Pada saat yang sama, Juru Bicara Staf Militer Ukraina, Mayor Andrii Kovalov menolak tuduhan dari Rusia dan Belarus. Menurutnya, ini adalah bagian dari manipulasi informasi yang dilakukan Rusia untuk menyalahkan Ukraina.
Sementara, Kepala Pusat Perlawanan Disinformasi Ukraina, Andrii Kovalenko menyebut bahwa operasi Rusia tersebut digunakan untuk mempengaruhi opini publik di Belarus. Moskow berupaya agar rakyat Belarus ikut mendukungnya dalam perang di Ukraina.


















