Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rusia Bantah Serang Biara 975 Tahun Ukraina, Sebut Rudal AS Dalangnya

Rusia Bantah Serang Biara 975 Tahun Ukraina, Sebut Rudal AS Dalangnya
potret bendera Rusia (unsplash.com/Oleg Podlesnykh)
Intinya Sih
  • Pemerintah Rusia membantah tuduhan menyerang Biara Pechersk Lavra di Kyiv dan menyebut rudal Patriot buatan Amerika Serikat sebagai penyebab ledakan tersebut.
  • Pemerintah Ukraina menilai serangan ke Biara Pechersk Lavra sebagai serangan terbesar Rusia di Kyiv dalam dua pekan terakhir, menewaskan sembilan orang dan merusak situs warisan dunia itu.
  • Sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengecam keras serangan terhadap biara bersejarah tersebut dan mendesak Moskow menghentikan agresinya di Ukraina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Rusia membantah telah menyerang biara bersejarah berusia 975 tahun yang ada di Kyiv, Ukraina. Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengatakan, serangan itu terjadi karena ada rudal patriot buatan Amerika Serikat yang nyasar ke biara tersebut. Namun, mereka tidak menjelaskan oleh siapa rudal tersebut ditembakkan. 

"Angkatan bersenjata Federasi Rusia tidak merencanakan atau melakukan serangan terhadap infrastruktur sipil. Menurut laporan yang telah dikonfirmasi, kompleks bangunan di Kyiv-Pechersk Lavra dihantam oleh rudal dari sistem pertahanan udara Patriot Amerika (Serikat)," kata Kemhan Rusia dalam sebuah pernyataan pada Senin (15/6/2026), seperti dikutip Jerusalem Post.  

1. Biara Ukraina yang dihantam rudal merupakan situs warisan dunia

Biara Pechersk Lavra di Kyiv, Ukraina.
potret Biara Pechersk Lavra di Kyiv, Ukraina (commons.wikimedia.org/Suicasmo)

Biara bersejarah yang ada di Kyiv tadi bernama Pechersk Lavra. Biara ini merupakan simbol sejarah budaya dan spiritual warga Ukraina. Kepala Administrasi Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan, biara yang dibangun pada 1051 itu juga menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO.      

Pada Senin, Biara Pechersk Lavra dihantam serangan rudal yang diduga ditembakkan oleh pasukan Rusia. Serangan tersebut membuat biara mengalami kerusakan yang cukup parah usai dilahap kobaran api yang besar. Selain itu, serangan tersebut juga menewaskan sekitar sembilan orang.  

2. Ukraina sebut serangan ke Biara Pechersk Lavra jadi serangan terbesar di Kyiv

Yulia Svyrydenko sedang berpidato.
potret Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko (flickr.com/Foreign Commonwealth & Development Office via commons.wikimedia.org/Foreign Commonwealth & Development Office)

Pemerintah Ukraina menyebut serangan yang menghantam Biara Pechersk Lavra tadi menjadi serangan terbesar Rusia di Kyiv dalam dua pekan terakhir. Sebab, Rusia dilaporkan meluncurkan banyak rudal dalam serangan tersebut.  

"Serangan brutal terhadap rakyat dan warisan kami. Inilah wajah sebenarnya dari nilai-nilai Ortodoks Rusia," kata Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko, dalam sebuah unggahan di X.

3. Pemimpin dunia mengecam serangan ke Biara Pechersk Lavra

Biara Pechersk Lavra di Kyiv, Ukraina.
potret Biara Pechersk Lavra di Kyiv, Ukraina (commons.wikimedia.org/Suicasmo)

Serangan rudal yang menyasar Biara Pechersk Lavra di Ukraina ini dikecam oleh para pemimpin dunia. Salah satu pemimpin dunia yang memberi kecaman adalah Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Dalam pernyataannya, ia mengatakan serangan terhadap Biara Pechersk Lavra di Kyiv yang juga menjadi situs warisan dunia tidak bisa dibenarkan. Oleh karena itu, ia mendesak Moskow untuk segera menghentikan serangan terhadap Ukraina.

"Serangan ini hanya membenarkan tekad kami untuk melakukan segala yang kami bisa, bersama dengan sekutu dan mitra kami, untuk berupaya mencapai gencatan senjata dan kemudian kesepakatan perdamaian yang dengan keras kepala ditolak oleh Rusia,” tulis Macron dalam sebuah unggahan di X

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More