RI Desak PBB Investigasi Gugurnya Praka Rico

- Pemerintah Indonesia mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh dan transparan atas gugurnya Praka Rico Pramudia, menegaskan pentingnya keselamatan personel penjaga perdamaian sebagai hal yang tidak dapat ditawar.
- Praka Rico meninggal setelah dirawat secara intensif akibat luka berat terkena proyektil di Markas Adchit Al Qusayr, dan akan dimakamkan di kampung halamannya di Serdang Bedagai, Sumatra Utara.
- Dengan gugurnya Praka Rico, total empat prajurit TNI telah tewas dalam misi UNIFIL di Lebanon, termasuk tiga prajurit lain yang sebelumnya gugur dalam dua insiden terpisah.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh terkait gugurnya Anggota Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon, Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia.
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Oleh karena itu, serangan terhadap personel tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
"Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Vahd Nabyl Achmad Mulachela melansir ANTARA, Sabtu (25/4/2026).
1. Pemerintah berikan penghormatan setinggi-tingginya

Nabyl mengatakan, pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Praka Rico. Pemerintah pun telah berupaya melakukan sejumlah langkah medis.
"Berbagai langkah medis telah diupayakan, namun akibat kondisi luka yang cukup berat, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan," jelas Nabyl.
2. Praka Rico sempat kritis

Diketahui, Praka Rico meninggal usai mendapatkan perawatan kritis di rumah sakit akibat terkena proyektil di Markas Adchit Al Qusayr pada Minggu malam, 29 Maret 2026.
Ia akan dimakamkan di Dusun VII Sukajadi Desa Dolok Manampang Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara.
3. Ada empat prajurit yang telah gugur

Gugurnya Praka Rico, maka total prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL mencapai empat orang. Sebelumnya, tiga prajurit TNI gugur dalam dua insiden yang terpisah.
Praka Rico terluka bersama dengan Praka Fahrizal Rhomadhon. Namun, Fahrizal gugur usai terkena proyektil dari militer Israel. Sedangkan, Rico mengalami luka kritis.
Dua prajurit TNI lainnya yaitu Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan gugur pada Senin, 30 Maret 2026. Keduanya gugur ketika sedang mengawal konvoi logistik untuk mengevakuasi jenazah Fahrizal. Tiba-tiba mobil yang dikendarai terkena ledakan.

















