Serangan AS-Israel ke Iran Hancurkan Sinagoge Yahudi

- Serangan rudal AS-Israel menghancurkan Sinagoge Rafi-Nia di Teheran, memicu kecaman keras dari komunitas Yahudi Iran yang menyebut aksi itu sebagai serangan brutal terhadap tanah air mereka.
- Sinagoge Rafi-Nia dikenal sebagai tempat ibadah kuno bagi komunitas Yahudi Iran, dengan populasi sekitar 8–15 ribu orang yang tersebar di Teheran, Isfahan, dan Shiraz.
- Pejabat Israel membantah menargetkan sinagoge, menegaskan serangan hanya diarahkan ke infrastruktur teror, sementara media Iran melaporkan sedikitnya 15 korban tewas akibat gelombang serangan tersebut.
Jakarta, IDN Times - Sebuah sinagoge di ibu kota Iran, Teheran, dilaporkan hancur total terkena serangan rudal Amerika Serikat (AS)-Israel pada Selasa (7/4/2026) dini hari. Komunitas Yahudi di Iran mengutuk keras serangan tersebut
Menurut kantor berita Mehr, Sinagoge Rafi-Nia hancur ketika sebuah bangunan tempat tinggal di sebelahnya diserang. Karena sempitnya jalan-jalan di sekitar lokasi serangan, bagian luar dan dalam bangunan di sekitarnya juga mengalami kerusakan parah.
“Kami, umat Yahudi di Iran, mengutuk serangan brutal yang dilakukan oleh musuh Amerika-Zionis terhadap tanah air kami tercinta dan Sinagoge Rafi’-Nia,” kata komunitas Yahudi Iran dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The New Arab.
Mereka menambahkan bahwa komunitas tersebut berdiri bersama rakyat dan pemerintah Iran serta akan membela negara itu sampai titik darah penghabisan.
1. Sinagoge Rafi-Nia merupakan salah satu tempat ibadah umat Yahudi paling kuno di Iran

Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa di sinagoge tersebut. Video di lokasi kejadian menunjukkan para petugas pertahanan sipil berada di tengah puing-puing bangunan, dengan buku-buku berbahasa Ibrani berserakan di tanah.
Homayoun Sameh, perwakilan komunitas Yahudi di Majelis Permusyawaratan Islam Iran, mengatakan bahwa rezim Zionis tidak menunjukkan belas kasihan terhadap komunitas tersebut selama hari raya Yahudi dan menargetkan salah satu sinagoge kuno dan suci di Iran.
“Sayangnya, dalam serangan ini, bangunan sinagoge hancur total dan gulungan Taurat kami tertimbun di bawah puing-puing,” ujarnya.
2. Populasi umat Yahudi di Iran berkisar 8 ribu hingga 15 ribu orang

Yudaisme merupakan salah satu agama minoritas yang diakui secara resmi di Iran. Tidak ada data resmi mengenai jumlah populasi Yahudi di negara tersebut, tapi diperkirakan berkisar antara 8 ribu hingga 15 ribu orang. Banyak dari mereka melarikan diri dari Iran setelah revolusi Islam pada 1979.
Komunitas Yahudi di Iran memiliki sejumlah sinagoge, sekolah, dan fasilitas kosher yang sebagian besar tersebar di Teheran, Isfahan, dan Shiraz. Sinagoge Rafi-Nia sendiri dikenal sebagai salah satu tempat utama berkumpul bagi komunitas Yahudi dari wilayah Khorasan di timur laut Iran.
3. Pejabat Israel bantah serangan terhadap sinagoge

Pemerintah Israel sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, seorang pejabat Israel yang berbicara secara off the record mengatakan bahwa Tel Aviv tidak menargetkan tempat ibadah Yahudi.
"Siapa pun yang mengatakan sebaliknya menganggap Anda mudah dibohongi," ujarnya, dikutip dari The Times of Israel.
Menanggapi pernyataan media tersebut, Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjelaskan perbandingan antara serangan Iran dan Israel
“Iran menembakkan rudal ke warga sipil, sementara Israel menyerang infrastruktur teror. Rudal yang menyasar warga sipil berbanding dengan serangan presisi terhadap target teror. Itulah perbedaannya," demikian bunyi pernyataan itu
Dilansir dari Al Jazeera, serangan terhadap Sinagoge Rafi-Nia merupakan bagian dari gelombang serangan AS-Israel yang lebih luas di berbagai wilayah Iran pada Selasa dini hari. Media Iran melaporkan sedikitnya 15 orang tewas, termasuk enam orang di kota Pardis di timur Teheran dan sembilan orang di Shahriar di sebelah barat ibu kota.



















