Kemenimipas Dorong 531 Klinik Lapas dan Rutan Diperkuat

- Kemenimipas mendorong penguatan fasilitas kesehatan di 531 klinik lapas dan rutan.
- Layanan klinik disiapkan bagi warga binaan sekaligus mendukung pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat sekitar.
- Bakti sosial di Jakarta mencakup operasi katarak, cek kesehatan gratis, serta rontgen dada untuk skrining TBC.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mendorong 531 klinik di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) diperkuat fasilitas kesehatannya. Fasilitas tersebut disiapkan tak hanya untuk melayani warga binaan, tetapi juga mendukung program pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar.
“Kami siap untuk menjadi kepanjangan tangan Bapak untuk sama-sama kita bisa menyukseskan program pemerintah di dalam melakukan pemeriksaan kesehatan gratis," kata Menteri Imipas, Agus Ardiyanto, Senin (10/8/2026).
Hal ini disampaikan Agus dalam kegiatan bakti sosial pemasyarakatan digelar di RSUP Jakarta dan Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Senin (10/8/2026), dengan agenda operasi katarak serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga binaan, masyarakat, dan petugas pemasyarakatan.
1. Klinik lapas diminta diperkuat

Kegiatan bakti sosial Pemasyarakatan dalam rangka HUT ke-81 RI yang diselenggarakan Kementerian Imipas di RSUP Pemasyarakatan, Jakarta Timur dan Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur. (IDN Times/Lia Hutasoit) Dalam kegiatan bakti sosial pemasyarakatan, Kemenimipas menyampaikan rencana penambahan fasilitas kesehatan di klinik lapas dan rutan. Penguatan itu ditujukan agar layanan kesehatan tidak hanya diberikan kepada warga binaan, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat di sekitar lapas dan rutan.
“Kami kemarin buat surat untuk minta supaya klinik-klinik kami yang ada di lapas dan rutan ini ditambah fasilitas kesehatan sehingga kami bukan hanya bisa memberikan pelayanan kepada warga binaan pemasyarakatan namun juga bisa memberikan pelayanan kepada warga sekitar yang ada di lapas dan rutan seluruh Indonesia," ujar dia.
2. Skrining TBC masih berlanjut

Kegiatan bakti sosial Pemasyarakatan dalam rangka HUT ke-81 RI yang diselenggarakan Kementerian Imipas di RSUP Pemasyarakatan, Jakarta Timur dan Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur. (IDN Times/Lia Hutasoit) Selain cek kesehatan gratis, lapas juga menjalankan pemeriksaan tentang tuberkulosis (TBC) dengan sasaran warga binaan dan pegawai pemasyarakatan. Kegiatan tersebut dilakukan bersama Kementerian Kesehatan dan disebut masih berlanjut.
“Kemudian sebelumnya kami juga bersama Bapak Menteri Kesehatan yang tadi Bapak sampaikan bahwa kita punya problem nomor satu masalah tuberkulosis, kami juga laksanakan kegiatan bersama Pak Menkes yang sasarannya adalah warga binaan pemasyarakatan serta pegawai yang ada di Indonesia. Sekarang masih berlanjut ya, Bu Dirjen? Mudah-mudahan kegiatan-kegiatan semacam ini dapat terus kita laksanakan," kata dia.
3. Target 10 ribu operasi katarak belum tercapai

Kegiatan bakti sosial Pemasyarakatan dalam rangka HUT ke-81 RI yang diselenggarakan Kementerian Imipas di RSUP Pemasyarakatan, Jakarta Timur dan Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur. (IDN Times/Lia Hutasoit) Kemenimipas juga menggandeng sejumlah pihak dalam operasi katarak bagi warga binaan dan masyarakat. Dalam kerja sama tersebut, disebutkan yayasan amal yang punya target 10 ribu operasi katarak setiap tahun, tetapi target tersebut disebut belum pernah tercapai.
Kegiatan bakti sosial digelar Senin di RSUP Jakarta dan Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur. Agenda ini mencakup peninjauan skrining operasi katarak serta Cek Kesehatan Gratis dan rontgen dada untuk skrining TBC.
Operasi katarak dilakukan melalui kolaborasi Kemenimipas, Kementerian Kesehatan, Indosiar, Media, Rumah Sakit YARSI, Pulomas, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia, tenaga medis, dan relawan.


















