Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump: Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang 3 Pekan

Trump: Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang 3 Pekan
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
Intinya Sih
  • Amerika Serikat memperpanjang gencatan senjata Israel-Lebanon selama tiga pekan, diumumkan langsung oleh Presiden Donald Trump setelah pertemuan dengan pejabat kedua negara di Gedung Putih.
  • Pertemuan tersebut menjadi kontak langsung pertama antara Israel dan Lebanon sejak 1993, menandai langkah historis dalam upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
  • Trump menegaskan komitmen AS membantu Lebanon menghadapi pengaruh Hizbullah serta menjaga stabilitas kawasan, sejalan dengan strategi Washington terhadap Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama tiga pekan ke depan. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump usai pertemuan dengan pejabat kedua negara di Gedung Putih.

Pengumuman tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah upaya intensif Washington untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah yang masih bergejolak. Pertemuan itu juga melibatkan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Trump menyebut pertemuan tersebut berjalan positif dan membuka jalan bagi pembicaraan lanjutan antara Israel dan Lebanon. Ia menilai momentum ini penting untuk mendorong tercapainya kesepakatan damai yang lebih permanen.

Perpanjangan gencatan senjata ini juga menandai kelanjutan dari dialog langsung antara kedua negara, yang sebelumnya dimulai awal bulan ini dan menjadi kontak langsung pertama sejak 1993.

1. AS klaim pertemuan berjalan positif

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di bandara selepas turun dari Pesawat Air Force One.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di bandara selepas turun dari Pesawat Air Force One. (commons.wikimedia.org/U.S. Air National Guard)

Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Trump menyebut pertemuan dengan delegasi Israel dan Lebanon berlangsung lancar. Ia menilai hasil pembicaraan tersebut sebagai langkah penting dalam proses diplomasi yang sedang berjalan.

“Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantu negara itu melindungi dirinya dari Hizbullah,” tulis Trump, dikutip dari BBC, Jumat (24/4/2026).

Ia juga menyebut keterlibatannya dalam pertemuan tersebut sebagai sebuah kehormatan. “Merupakan kehormatan besar bisa menjadi bagian dari pertemuan yang sangat bersejarah ini,” ujarnya.

Trump menambahkan, dirinya berharap dapat segera menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih dalam waktu dekat. Pernyataan ini menunjukkan, AS berupaya mempertahankan perannya sebagai mediator utama dalam konflik antara kedua negara tersebut.

2. Perundingan langsung pertama sejak 1993

Wakil Presiden JD Vance menjadi pembawa acara The Charlie Kirk Show (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
Wakil Presiden JD Vance menjadi pembawa acara The Charlie Kirk Show (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Wakil Presiden JD Vance menyebut perpanjangan gencatan senjata ini sebagai momen penting dalam hubungan Israel dan Lebanon. Ia menilai proses diplomasi yang berlangsung memiliki arti historis.

“Ini adalah momen besar dan bersejarah,” kata Vance saat berbicara di Oval Office.

Ia menjelaskan perundingan yang dimulai awal bulan ini merupakan kontak langsung pertama antara Israel dan Lebanon sejak 1993. Hal ini menandai perubahan signifikan dalam dinamika hubungan kedua negara.

Vance juga menegaskan, proses tersebut tidak lepas dari keterlibatan langsung Presiden Trump. “Tentu saja, ini tidak akan terjadi tanpa keterlibatan langsung presiden,” ujarnya.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk meredakan konflik yang telah berlangsung lama di kawasan tersebut.

3. Fokus pada Hizbullah dan stabilitas kawasan

Bendera Lebanon sedang berkibar.
potret bendera Lebanon (pexels.com/Mohamad Mekawi)

Dalam kesempatan yang sama, Trump menyinggung peran Hizbullah sebagai salah satu faktor utama yang memengaruhi situasi di Lebanon. Ia menegaskan bahwa AS akan membantu Lebanon dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Mereka memang harus mempertimbangkan Hizbullah. Kami akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membereskan situasi di negara itu,” kata Trump.

Ia juga mengaitkan upaya ini dengan strategi yang lebih luas di Timur Tengah, termasuk kebijakan AS terhadap Iran. “Saya pikir akan menjadi hal yang luar biasa jika ini bisa diselesaikan bersamaan dengan apa yang kami lakukan di Iran,” tambahnya.

Sementara itu, Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter menyebut kondisi saat ini membuka peluang untuk melemahkan pengaruh Hizbullah. “Di bawah kepemimpinan Anda, Iran telah sangat dilemahkan, kemungkinan untuk melemahkan Hizbullah dan membebaskan Lebanon dari pendudukan mereka menjadi nyata,” ujarnya.

Di sisi lain, Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee menggambarkan Hizbullah sebagai ancaman yang mengganggu stabilitas kawasan. Ia mengibaratkannya “seperti anak kecil yang melempari jendela rumah-rumah di sebuah lingkungan,” yang harus dihentikan agar perdamaian dapat tercapai.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More