Komedian Narji Tinggalkan PKS, Pilih Gabung PSI

- Komedian Narji resmi keluar dari PKS dan bergabung dengan PSI saat acara sunatan massal yang digelar DPW PSI Banten.
- PSI menyambut positif langkah Narji, menilai kehadirannya dapat memperkuat barisan partai menjelang Pemilu 2029.
- PKS menghormati keputusan pribadi Narji, mengapresiasi kontribusinya selama di partai, serta menegaskan komitmen menjaga hubungan baik meski berbeda pilihan politik.
Jakarta, IDN Times - Komedian Narji secara resmi meninggalkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, Bestari Barus mengonfirmasi, Narji resmi bergabung saat momen Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Banten menggelar acara sunatan massal.
"Hari minggu kemarin, jadi saya diinfo dari kawan-kawan provinsi, DPW Banten, bahwa mereka gelar acara sunatan massal, sekaligus kesempatan yang sama ada penjaketan saudara Narji bergabung dengan PSI di Banten," kata Bestari dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
1. Hak privat Narji

Menurut Bestari, keputusan yang diambil merupakan hak pribadi Narji. Ia yakin Narji punya alasan memilih berlabuh ke PSI.
"Ya, saya kira sebetulnya berada atau tidak berada di satu partai politik itu kan murni hak privat. Apalagi kalau kemudian bergabung dengan partai politik yang bersesuaian dengan diri kita pun itu hak privat. Tentu Narji punya alasannya sendiri. Silakan ditanyakan kepada Narji," tutur Bestari.
2. Menambah amunisi jelang 2029

Lebih lanjut, PSI menyambut baik bergabungnya Narji. Bestari menilai, hal tersebut bisa memperkuat kemenangan jelang Pemilu 2029.
"Kami sangat senang dengan bergabungnya Narji berarti semakin memperkuat barisan-barisan pemenangan kita ke depan untuk 2029 PSI. Saya kira itu aja," tegas Bestari.
3. PKS hormati keputusan Narji

Sementara, Ketua DPP PKS Bidang Komunikasi dan Digital, Ahmad Mabruri, menyampaikan penghormatan atas keputusan komedian Narji untuk melanjutkan perjalanan politiknya di partai lain.
Menurut Mabruri, perpindahan pilihan politik merupakan hak setiap warga negara yang harus dihormati dalam iklim demokrasi yang sehat.
"Keputusan Bang Narji merupakan keputusan pribadi yang kami hormati. Dalam kehidupan demokrasi, setiap orang memiliki hak untuk menentukan pilihan politiknya," ujar Mabruri dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Ia menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dan kontribusi yang telah diberikan Narji selama menjadi bagian dari PKS.
"Atas nama keluarga besar PKS, kami mengucapkan terima kasih kepada Bang Narji atas dedikasi, kebersamaan, serta kontribusi yang telah diberikan selama bersama PKS. Kami menghargai setiap ikhtiar dan pengabdian yang telah dilakukan," katanya.
Mabruri juga mendoakan agar Narji diberikan kemudahan dan kesuksesan dalam menjalankan amanah di tempat yang baru.
"Kami mendoakan semoga Bang Narji senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam menjalankan pengabdiannya. Perbedaan pilihan politik tidak boleh memutus tali silaturahmi maupun semangat untuk bersama-sama membangun bangsa," lanjutnya.
Ia menegaskan, PKS tetap berkomitmen membangun politik yang dewasa dengan mengedepankan sikap saling menghormati meski terdapat perbedaan pilihan politik.
"PKS akan terus fokus melayani masyarakat dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Kami juga menjaga hubungan baik dengan semua pihak, termasuk para sahabat yang memilih jalan pengabdian politik yang berbeda," tutup Mabruri.



















