Lari santai selama 20 menit setelah latihan tubuh bagian atas tidak memberikan beban yang sama dengan latihan interval setelah melakukan squat berat. Makin berat dua sesi tersebut, makin besar pula kebutuhan tubuh untuk pulih.
Untuk menjaga mutu latihan, lari intensif dan latihan kaki berat dapat dipisahkan setidaknya 3 jam atau dilakukan pada hari yang berbeda. Sementara itu, joging ringan sebagai pemanasan atau pendinginan umumnya lebih mudah digabungkan dengan latihan beban.
Perhatikan pula sinyal tubuh. Performa yang terus turun, nyeri yang tidak membaik, gangguan tidur, atau kelelahan berkepanjangan dapat menandakan bahwa beban latihan melampaui kemampuan pemulihan. Dalam kondisi tersebut, volume dan intensitas latihan perlu ditinjau kembali.
Lari dan gym tidak harus dipisah. Bagi kebanyakan orang yang berolahraga untuk kesehatan dan kebugaran, keduanya dapat berjalan bersama. Penentunya adalah tujuan latihan, tingkat intensitas, serta tersedianya waktu untuk makan, tidur, dan memulihkan tubuh.
Referensi
World Health Organization, “Physical Activity,” diakses September 2026.
Moritz Schumann et al., “Compatibility of Concurrent Aerobic and Strength Training for Skeletal Muscle Size and Function: An Updated Systematic Review and Meta-Analysis,” Sports Medicine 52, no. 3 (2022): 601–612, https://doi.org/10.1007/s40279-021-01587-7.
Jiuxiang Gao and Liang Yu, “Effects of Concurrent Training Sequence on VO₂max and Lower Limb Strength Performance: A Systematic Review and Meta-analysis,” Frontiers in Physiology 14 (2023): 1072679, https://doi.org/10.3389/fphys.2023.1072679.
Cristian Llanos-Lagos et al., “Effect of Strength Training Programs in Middle- and Long-Distance Runners’ Economy at Different Running Speeds: A Systematic Review with Meta-analysis,” Sports Medicine 54 (2024): 895–932, https://doi.org/10.1007/s40279-023-01978-y.