2 Prajurit TNI AL yang Gugur di Papua Dimakamkan Secara Militer

- Dua prajurit TNI AL gugur dalam kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Papua Barat Daya dan dimakamkan secara militer penuh penghormatan di kampung halaman masing-masing.
- Negara memberikan kenaikan pangkat anumerta serta penyerahan bendera Merah Putih kepada keluarga sebagai simbol penghargaan atas pengabdian dan pengorbanan kedua prajurit.
- TNI memperkuat pengamanan di wilayah rawan Papua dengan pemetaan daerah konflik, peningkatan kewaspadaan, serta koordinasi lintas satuan untuk mempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan.
Jakarta, IDN Times - Suasana duka menyelimuti Taman Pemakaman Umum Karangasem, Pangandaran, Selasa (24/3/2026). Di lokasi tersebut, digelar pemakaman militer bagi prajurit TNI Angkatan Laut, Pratu Marinir (Anumerta) Andi Suvio, yang gugur dalam kontak tembak dengan Organisasi Papua Merdeka pada 22 Maret 2026.
Prosesi pemakaman dipimpin Letnan Kolonel Marinir Muhammad Kristian Widiantoro, diawali dari persemayaman di rumah duka hingga prosesi pemakaman di lokasi terakhir.
"Prosesi berlangsung khidmat, dihadiri oleh keluarga, prajurit TNI dan unsur pemerintah daerah," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul di dalam keterangan yang dikutip pada Rabu (25/3/2026).
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, menyebut seluruh rangkaian berlangsung dengan penuh penghormatan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum kepada negara.
Duka serupa juga menyelimuti keluarga Pratu Marinir (Anumerta) Elki Saputra. Ia gugur dalam insiden yang sama di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, dan dimakamkan di kampung halamannya di Sumatra Barat.
"Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan keluarga di rumah duka dan pelaksanaan salat jenazah di Masjid Al Ikhlas. Penyerahan jenazah kepada negara sebagai bentuk penghormatan atas dharma bakti almarhum," katanya.
1. Penghormatan negara dan kenaikan pangkat Anumerta

Dalam kedua prosesi pemakaman, dilaksanakan upacara militer lengkap. Mulai dari pembacaan riwayat hidup, apel persada, hingga tembakan salvo sebagai penghormatan terakhir.
Prosesi dilanjutkan dengan penurunan jenazah ke liang lahat, penimbunan tanah secara simbolis, serta penaburan bunga oleh keluarga dan pejabat yang hadir.
Negara memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat kepada kedua prajurit. Keduanya resmi dinaikkan satu tingkat lebih tinggi sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan mereka.
"Atas jasa dan pengorbanan yang telah diberikan kepada bangsa dan negara, kedua prajurit tersebut dianugerahi kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Pratu Marinir (Anumerta)," katanya.
Selain itu, keluarga juga menerima bendera Merah Putih sebagai simbol kehormatan dan penghargaan negara kepada prajurit yang gugur dalam tugas.
2. Insiden kontak tembak dan senjata dirampas

Insiden yang menewaskan dua prajurit tersebut terjadi saat kontak senjata dengan kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan OPM di wilayah Papua Barat Daya.
Selain korban jiwa, dilaporkan satu prajurit lainnya mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengungkapkan dua pucuk senjata milik prajurit TNI AL turut dirampas oleh pelaku dalam insiden tersebut.
Ia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI dan berharap tidak ada lagi kekerasan yang merenggut nyawa di wilayah tersebut.
"Kami turut berbelasungkawa atas gugurnya dua putra terbaik bangsa yang saat ini sedang menjalankan tugas negara. Kami semua berharap ke depan para personel yang bertugas lebih berhati-hati sehingga kejadian serupa tidak terulang," ujar Elisa pada Minggu (22/3/2026) di Kota Sorong, Papua.
Elisa berharap tidak ada lagi tindak kekerasan yang mengorbankan nyawa dengan alasan apapun. Menurut dia, dalam beberapa waktu terakhir terjadi insiden serupa di wilayah Papua Barat Daya, termasuk di Kabupaten Tambrauw dan Maybrat, sehingga diperlukan penguatan konsolidasi guna menjaga stabilitas keamanan.
"Ke depan kami berharap tidak ada lagi tindakan seperti ini yang sampai merenggut nyawa manusia," katanya.
3. Langkah TNI perkuat pengamanan di Papua

Menanggapi insiden tersebut, TNI memastikan akan meningkatkan kewaspadaan di wilayah rawan konflik. Komandan Korem 181/Praja Vira Tama, Brigjen TNI Slamet Riyadi, menyatakan pihaknya telah memetakan daerah-daerah rawan dan memperketat pengawasan di lapangan.
"Setelah kejadian ini, kami meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemetaan wilayah rawan, serta memperketat pengawasan di lapangan," ujar Slamet pada Minggu kemarin.
TNI juga memperkuat koordinasi lintas satuan, termasuk dengan Satgas Operasi Habema yang melibatkan unsur Marinir dalam pelaksanaan tugas di Papua. Menurutnya, pembagian sektor operasi antar satuan di bawah Korem 181/PVT dan Satgas Habema memungkinkan respons cepat seandainya terjadi gangguan di lapangan.
"Koordinasi terus kami lakukan dengan Satgas Habema. Dengan pembagian sektor yang ada, setiap potensi gangguan dapat segera direspons," kata dia.


















