47 Perwira TNI AD Dapat Kenaikan Pangkat, Dua Pati Raih Bintang Tiga

- KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak memimpin kenaikan pangkat 47 perwira tinggi TNI AD, termasuk dua jenderal yang kini menyandang bintang tiga: Letjen Deddy Suryadi dan Letjen Lucky Avianto.
- Kenaikan pangkat Pangdam Jaya menjadi jenderal bintang tiga merupakan hasil validasi organisasi dan berlaku khusus untuk Kodam Jaya karena posisinya strategis di ibu kota negara.
- Mayjen Lucky Avianto resmi menjabat Pangkogabwilhan III menggantikan Letjen Bambang Trisnohadi yang kini menjadi Kepala Staf Teritorial TNI, jabatan yang diaktifkan kembali setelah sempat dibubarkan.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak pada Jumat (27/3/2026) memimpin laporan korps kenaikan pangkat 47 perwira tinggi (Pati) TNI AD di Mabesad. Pati yang mengalami kenaikan pangkat terdiri dari dua perwira tinggi berpangkat letnan jenderal, 13 mayor jenderal dan 32 brigadir jenderal. Dua jenderal yang mengalami kenaikan pangkat bintang tiga adalah Pangdam Jaya, Letjen Deddy Suryadi dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen Lucky Avianto.
Kenaikan pangkat bagi Pangdam Jaya merupakan dampak dari validasi organisasi. Ini merupakan pangdam pertama yang diisi jenderal bintang tiga.
Di dalam amanatnya, Maruli berpesan agar para perwira yang memegang jabatan pimpinan harus mampu berinovasi untuk mendorong kemajuan satuan serta meningkatkan profesionalistas prajurit. Mereka juga dituntut untuk terus mengikuti perkembangan, khususnya di bidang teknologi.
"Ini semua sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam modernisasi alutsista TNI AD," ujar Maruli di dalam keterangan yang dikutip pada Sabtu (28/3/2/2026).
Jenderal bintang empat itu juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas diri dan beradaptasi terhadap dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang untuk mendukung pelaksanaan tugas TNI AD dalam menjaga kedaulatan negara dan berkontribusi pada program pemerintah.
1. KSAD minta kepada para pati untuk menjaga soliditas dan sinergitas

Lebih lanjut Maruli juga berpesan agar para perwira tinggi dapat melakukan langkah nyata dan melihat secara menyeluruh kondisi bangsa dan TNI AD. Semua prajurit, kata Maruli, harus berperan dan mampu mengimplementasikan pengalaman yang dimiliki.
"Saya juga berharap para pati bisa menghindari rutinitas yang dapat menghambat kemajuan satuan," kata Maruli.
Mantan Pangkostrad itu juga mengingatkan pentingnya untuk menjaga soliditas dan sinergitas baik di internal TNI maupun instansi lain. Maruli menegaskan pembenahan satuan dan peningkatan kesejahteraan prajurit harus tetap menjadi prioritas.
"Salah satu caranya lewat program kepemilikan rumah dan pembangunan infrastruktur seperti jembatan untuk mendukung aktivitas masyarakat," katanya.
2. Pangkat jenderal bintang tiga hanya khusus untuk Pangdam Jaya

Sementara, dalam pandangan analis militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai kenaikan pangkat jenderal bintang tiga untuk Kodam, akan berlaku sementara ini untuk Kodam Jaya saja. Sebab, posisi Kodam Jaya sangat penting lantaran ada di Jakarta.
"(Kenaikan pangkat jenderal bintang tiga) hanya khusus Pangdam Jaya saja. Kodam krusial di ibu kota negara," ujar Selamat kepada IDN Times lewat pesan pendek pada Selasa (10/3/2026).
Ia mengatakan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin pernah menyebut tiga pusat gravitasi di Indonesia yakni Jakarta, Aceh dan Papua. Dengan begitu, dibutuhkan strategi pengamanan khusus.
"Untuk saat ini fokus ke Jakarta lebih dulu. Mungkin ke depan (validasi organisasi) bisa ke Kodam Iskandar Muda dan Kodam Cendrawasih," tutur dia.
3. Posisi Pangkogabwilhan III kini dijabat Lucky Avianto

Selain posisi Pangdam Jaya, rotasi juga terjadi pada posisi Pangkogabwilhan (Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan) III. Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen Lucky Avianto dipercaya menduduki posisi itu. Usai dilantik oleh Panglima TNI, Lucky pun resmi mendapat kenaikan pangkat menjadi jenderal bintang tiga atau Letnan Jenderal.
Lucky menggantikan Letjen Bambang Trisnohadi yang kini didapuk menjadi Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI. Jabatan Kaster TNI muncul lagi setelah terakhir dibubarkan pada 2001.

















