Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jadi Solusi Kemacetan di Jakbar, Flyover Latumenten Selesai Desember 2026

Jadi Solusi Kemacetan di Jakbar, Flyover Latumenten Selesai Desember 2026
Gubernur DKI Pramono Anung pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat selesai akhir tahun 2026/ (Dok DPRD DKI
Intinya Sih
  • Pembangunan Flyover Latumenten di Grogol Petamburan senilai Rp259 miliar ditargetkan rampung Desember 2026 dan diharapkan mampu mengurangi kemacetan hingga 40 persen.
  • Proyek ini berawal dari aspirasi warga yang mengeluhkan kemacetan akibat perlintasan kereta padat, lalu dikaji dan dilelang hingga kini progresnya mencapai lebih dari separuh.
  • Flyover dirancang terintegrasi dengan KRL, Transjakarta, dan JakLingko melalui skywalk, halte terhubung, serta fasilitas ramah disabilitas untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Proyek pembangunan Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, terus dikebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan proyek senilai Rp259 miliar itu rampung pada Desember 2026 dan diharapkan mampu mengurangi kemacetan di kawasan tersebut hingga 40 persen.

Perkembangan proyek itu ditinjau langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, pada Kamis (2/7/2026).

"Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti," ujar Kenneth dalam keterangannya.

1. Hasim reses di 2024

siaranpers_pemprov_dki-20260702104605_c03aw2_341.jpeg
Gubernur DKI Pramono Anung pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat selesai akhir tahun 2026/ (Dok Pemprov DKI)

Legislator PDI Perjuangan yang akrab disapa Bang Kent itu mengatakan, pembangunan Flyover Latumenten berawal dari aspirasi warga yang selama bertahun-tahun mengeluhkan kemacetan akibat padatnya perlintasan kereta api di kawasan tersebut.

"Pada 2024 lalu saya ada kunjungan kerja ke daerah sini (Latumenten) saat reses. Warga lalu meminta dibangunkan flyover untuk mengurai kemacetan imbas perlintasan kereta yang padat," ungkap Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

2. Integrasi dengan berbagai moda transportasi

IMG-20260702-WA0018.jpg
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth saat meninjau Flyover Latumenten/ (dok DPRD DKI)

Saat itu, kata Kenneth, Pemprov DKI Jakarta belum memiliki anggaran untuk membangun flyover. Karena itu, ia mendorong agar dilakukan kajian terlebih dahulu sebelum proyek direalisasikan.

"Akhirnya saya minta dibuatkan kajian terkait permasalahan ini. Setelah itu masuk ke dalam proses lelang dan sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Mudah-mudahan bisa selesai on time seperti yang diharapkan Pak Gubernur," ucapnya.

Selain menjadi solusi kemacetan, Flyover Latumenten juga dirancang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum seperti KRL Commuter Line, Transjakarta, dan JakLingko. Nantinya akan dibangun skywalk, halte Transjakarta yang terhubung langsung, lift, serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang ramah bagi penyandang disabilitas.

"Jadi konsep tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang membawa barang atau kereta bayi. Kehadiran lift pada JPO akan mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa harus menggunakan tangga," ujarnya.

3. Berikan kenyamanan pejalan kaki

siaranpers_pemprov_dki-20260702104609_ren4z2_918.jpeg
Gubernur DKI Pramono Anung pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat selesai akhir tahun 2026/ (Dok Pemprov DKI)

Menurut Kenneth, integrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat saat berpindah moda transportasi. Pengguna tidak lagi harus menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas untuk menuju halte maupun stasiun.

"Kehadiran fasilitas integrasi tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar arus kendaraan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pejalan kaki yang berpindah moda transportasi. Dengan adanya skywalk yang terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta dan Stasiun KRL, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas," ucapnya

4. Target selesai 15 Desember

IMG-20260702-WA0022.jpg
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth saat meninjau Flyover Latumenten/ (dok DPRD DKI)

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan progres pembangunan Flyover Latumenten telah mencapai 55,2 persen dan ditargetkan selesai pada 15 Desember 2026.

"Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena apa? Di sini kalau dilihat pagi, sore, siang kemacetannya sangat tinggi sekali," kata Pramono.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More