Cegah Pungli, Lapas Bekasi Gunakan Aplikasi Digital

Lapas Kelas IIA Bekasi memakai aplikasi Jawara Smart untuk meningkatkan transparansi pelayanan serta meminimalkan pungli, pelanggaran integritas, dan pelanggaran SOP.
Masyarakat dapat mengajukan persyaratan, mengakses data integrasi, serta memantau proses layanan seperti pembebasan bersyarat tanpa berulang kali datang ke lapas.
Aplikasi ini memungkinkan pimpinan memantau kinerja petugas secara real time dan sementara diterapkan di Lapas Bekasi serta Lapas Gunung Sindur.
Bekasi, IDN Times – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bekasi memanfaatkan digitalisasi pelayanan melalui aplikasi Jawara Smart untuk meminimalkan potensi pungutan liar (pungli) dan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).
Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi, Dedy Cahyadi mengatakan, aplikasi tersebut dihadirkan untuk meningkatkan transparansi pelayanan pemasyarakatan sekaligus meminimalkan potensi pelanggaran integritas di lingkungan lapas.
"Jawara Smart ini kepanjangan dari Jawa Barat Sistem Pelayanan Pemasyarakatan Terpadu yang dibuat untuk sebagai mitigasi untuk meminimalisir potensi-potensi pelanggaran integritas dan SOP yang pernah terjadi," kata Dedy kepada jurnalis, Selasa (20/10/2026).
1. Bisa memantau perkembangan pengajuan

Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi, Dedy Cahyadi. (IDN Times/Imam Faishal) Menurut Dedy, Jawara Smart menjadi salah satu upaya untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pemasyarakatan. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengajukan persyaratan dan memantau perkembangan proses pengajuan layanan integrasi, termasuk pembebasan bersyarat (PB).
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu berulang kali mendatangi lapas hanya untuk mengetahui perkembangan pengajuan layanan yang sedang diproses.
"Di situ juga masyarakat bisa mengakses data integrasi, memasukkan persyaratan, mengecek sampai di mana, dan lain sebagainya tanpa harus datang," jelasnya.
2. Salah satu cara pencegahan pungli

Suasana Lapas Kelas IIA Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal) Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, Jawara Smart dilengkapi sistem pemantauan yang memungkinkan pimpinan mengawasi kinerja petugas secara real time.
Sistem tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan internal sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan pelayanan pemasyarakatan.
"Jadi tidak perlu khawatir lagi dengan potensi pelanggaran integritas, pungli, dan lain sebagainya," kata dia.
3. Diterapkan di Bekasi dan Gunung Sindur

Suasana Lapas Kelas IIA Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal) Dedy menjelaskan, inovasi Jawara Smart untuk sementara diterapkan di Lapas Bekasi dan Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.
Penerapan sistem digital tersebut diharapkan menjadi upaya untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas pelayanan pemasyarakatan, sekaligus meminimalkan potensi pelanggaran integritas dan SOP.
Melalui digitalisasi ini, Dedy berharap, masyarakat dapat mengakses layanan secara lebih mudah, memantau proses pengajuan secara transparan, dan tidak lagi merasa khawatir terhadap potensi pungli dalam pelayanan.
"Dengan Jawara Smart, mudah-mudahan kami di Lapas Bekasi bisa menjawab semua kegundahan, keresahan, dan kekhawatiran masyarakat dengan digitalisasi yang ada," jelas dia.
























