Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cegah Sampah Nyangkut, Jembatan Baru Kemang Bekasi Rp60 M Dibangun Tanpa Pilar

3 min read
Cegah Sampah Nyangkut, Jembatan Baru Kemang Bekasi Rp60 M Dibangun Tanpa Pilar
Jembatan Kemang Pratama Bekasi amblas. (IDN Times/Imam Faishal)
  • Jembatan Kemang Pratama di Bekasi dibangun kembali melalui program IJD senilai sekitar Rp60,4 miliar setelah putus akibat banjir besar pada Maret 2025.

  • Jembatan baru berbentang sekitar 80 meter tanpa pilar tengah sungai, memiliki kapasitas sekitar 1 ton per meter persegi, serta telah diuji kendaraan besar.

  • AHY menekankan kondisi hulu memengaruhi banjir di Bekasi; putusnya jembatan sebelumnya menghambat mobilitas warga menuju pasar, sekolah, dan tempat kerja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bekasi, IDN Times - Jembatan Kemang Pratama, Kota Bekasi, dibangun kembali dengan desain konstruksi baru tanpa menggunakan pilar di tengah sungai. Desain tersebut diterapkan untuk meminimalkan risiko sampah tersangkut yang dapat menghambat aliran air, ketika debit sungai meningkat.

Jembatan yang sebelumnya terputus akibat banjir besar pada Maret 2025 itu, kini dibangun melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dengan anggaran sekitar Rp60,4 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pembangunan kembali jembatan dilakukan dengan desain berbeda dari konstruksi sebelumnya. Selain tidak menggunakan pilar di tengah sungai, jembatan tersebut juga dirancang lebih kokoh dan aman.

"Setelah kejadian itu, saya meminta kita semua duduk bersama untuk segera merencanakan perbaikannya. Alhamdulillah, jembatan ini sudah dibangun kembali, bahkan dengan desain yang baru," kata AHY di Bekasi, Jumat (30/10/2026).

  1. 1. Jembatan memiliki bentang sekitar 80 meter

    Terputus, Jembatan Kemang Bekasi Dibangun Tanpa Pilar Sungai Rp60 M
    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (IDN Times/Imam Faishal)

    AHY menjelaskan, jembatan baru tersebut memiliki bentang sekitar 80 meter. Ketinggiannya juga telah disesuaikan untuk memberikan ruang bebas terhadap permukaan air ketika debit sungai mencapai kondisi tertinggi.

    Desain tanpa pilar di tengah sungai diharapkan dapat mengurangi risiko sampah tersangkut pada konstruksi jembatan. Dengan demikian, aliran air dapat lebih leluasa ketika terjadi peningkatan debit sungai.

    Dari sisi teknis, jembatan tersebut memiliki kapasitas beban sekitar 1 ton per meter persegi. Bahkan, konstruksinya telah melalui pengujian menggunakan kendaraan besar, termasuk truk, untuk memastikan kekuatan dan keamanannya.

    "Jembatan juga telah diuji menggunakan kendaraan besar, termasuk truk, untuk memastikan kekuatan dan keamanannya," kata dia.

  2. 2. AHY ingatkan pentingnya menjaga lingkungan

    Terputus, Jembatan Kemang Bekasi Dibangun Tanpa Pilar Sungai Rp60 M
    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (IDN Times/Imam Faishal)

    Selain pembangunan infrastruktur, AHY mengingatkan, penanganan banjir di wilayah hilir, termasuk Kota Bekasi, sangat bergantung pada kondisi lingkungan di wilayah hulu, khususnya Bogor.

    Menurutnya, kerusakan tata ruang, berkurangnya daerah resapan air, pendangkalan, sedimentasi, hingga tumpukan sampah di sungai dapat berdampak terhadap masyarakat di wilayah hilir.

    "Apapun yang kita lakukan di daerah hilir sangat tergantung dari apa yang terjadi di wilayah hulu. Kalau terjadi kerusakan wilayah, penyalahgunaan tata ruang, berkurangnya daerah resapan, pendangkalan, sedimentasi, hingga sampah yang menumpuk di sungai, itu pasti akan berdampak pada masyarakat di wilayah hilir," tegasnya.

    AHY pun mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan, agar kejadian serupa tidak terulang.

    “Sungai-sungai kita harus dimuliakan, harus bersih dari sampah, dan harus kita jaga. Sungai seharusnya menjadi karunia yang membantu kita untuk terus hidup dan produktif,” jelas dia.

  3. 3. Putusnya jembatan berdampak pada aktivitas warga

    Terputus, Jembatan Kemang Bekasi Dibangun Tanpa Pilar Sungai Rp60 M
    Ilustrasi jembatan rusak (IDN Times/ Riyanto)

    Sementara itu, Staf Khusus Menko Infrastruktur, Sigit Raditya, yang juga merupakan warga Bekasi, menilai putusnya jembatan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

    Menurutnya, warga mengalami kendala mobilitas untuk mengakses berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari pergi ke pasar, sekolah, hingga tempat kerja.

    "Hadirnya kembali Jembatan Kemang Pratama dengan desain yang lebih kokoh dan aman adalah jawaban atas kebutuhan warga. Kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dan lingkungan agar manfaat jembatan ini bisa dirasakan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More