Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

13 Fakta Demo Mahasiswa 28-29 Oktober 2026 di Jakarta

6 min read
13 Fakta Demo Mahasiswa 28-29 Oktober 2026 di Jakarta
Demo mahasiswa di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (IDN Times/Chantika)
  • Aksi 28 Oktober di Bundaran HI oleh aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil menuntut status bencana nasional, perbaikan anggaran, pendidikan murah, pemberantasan korupsi, serta penghentian militerisasi ruang sipil.
  • Demonstrasi Bundaran HI sempat ricuh: mahasiswa dan jurnalis dihalangi, massa menyalakan flare, polisi menembakkan gas air mata, dan belasan orang termasuk anak-anak ditangkap. Polda Metro Jaya meminta maaf kepada pers.
  • Ratusan mahasiswa Trisakti berdemonstrasi pada 29 Oktober membawa tuntutan Tritura, termasuk supremasi sipil dan evaluasi pejabat. Perwakilan Istana menerima aspirasi, sementara aksi berakhir damai atas inisiatif massa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Demonstrasi pada 28 Oktober 2026 yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda diinisiasi aliansi mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UI) dan elemen masyarakat sipil, yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) atau dikenal lewat gerakan #IndonesiaSadar.

Demo yang digelar di Bundaran Hotel Indonesia (HI) mulai pukul 14.00 WIB itu sempat berlangsung ricuh. Pada saat mulai demo, mahasiswa sempat diadang aparat polisi, namun akhirnya bobol hingga massa berhasil menembus titik Bundaran HI. Jurnalis juga sempat dihalang-halangi saat hendak meliput demonstrasi ini.

Dalam aksi ini, mahasiswa membawa replika salib merah setinggi sekitar 5 meter pada 28 Oktober 2026. Aksi ini dilakukan sebagai simbol solidaritas terhadap perjuangan masyarakat adat Papua, serta bentuk perlawanan atas kerusakan hutan, tanah ulayat, dan ruang hidup mereka

Demonstrasi juga berlanjut hingga 29 Oktober 2026, yang dilakukan ratusan mahasiswa Universitas Trisakti yang digelar di kawasan Patung Kuda dan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB di kampus Trisakti itu membawa bendera hitam-putih bertuliskan "Dengan nama Tuhan, ini adalah kegelapan" serta melakukan longmarch dengan pose tiga jari ke udara.

Berikut ringkasan fakta-fakta penting dari aksi demonstrasi pada 28–29 Oktober 2026 berdasarkan tautan berita yang disajikan IDN Times.

1. Jurnalis dan mahasiswa dihalangi saat hendak demo di Bundaran HI

Sebelum melakukan orasi di Bundaran HI, mahasiswa sempat dihalangi polisi, tetapi mereka akhirnya berhasil menembus di sekitar titik Bundaran HI. Mahasiswa UI yang datang menumpang angkot itu berhasil menerobos pagar betis polisi. Tak hanya mahasiswa, jurnalis yang hendak meliput juga sempat dihalangi polisi. Seperti dialami jurnalis IDN Times dan Jawa Pos.

2. Polda Metro Jaya meminta maaf karena halangi jurnalis meliput demo

Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada pers atas pengamanan demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Diketahui, aparat menghalangi kerja-kerja jurnalistik dalam bentuk melarang jurnalis mendekat ke titik lokasi penyampaian pendapat oleh mahasiswa, seperti dialami jurnalis IDN Times dan Jawa Pos.

3. Massa panjat pospol Bundaran HI nyalakan flare

Sejumlah demonstran yang bertahan di Bundaran HI, sempat menyalakan flare saat memanjat pos polisi lalu lintas di sekitar kolam Bundaran HI pada Rabu malam. Sementara, di kawasan Tosari, aparat kepolisian sempat mengadang massa dan sempat terjadi aksi saling dorong.

4. Mahasiswa bawa lima tuntutan

Massa Indonesia Sadar menyampaikan lima tuntutan, termasuk status bencana nasional, perbaikan anggaran, biaya pendidikan lebih rendah, pemberantasan korupsi, dan penghentian militerisasi ruang sipil.

5. Mahasiswa geser pembatas jalan, hingga aksi emak-emak marahi polisi

Demonstran di Bundaran HI sempat memindahkan pembatas jalan portabel ke arah barikade polisi dekat Halte Transjakarta Tosari, saat situasi memanas pada Rabu sore. Mahasiswa meletakkan pembatas jalan di depan barikade dan membentangkan tangan sambil berhadapan langsung dengan aparat kepolisian yang berjaga. Tak hanya itu, seorang emak-emak juga sempat memarahi polisi sekeligus curhat soal biaya hidup yang kian naik.

6. Mahasiswa pasang sepanduk besar dan aksi salam tiga jari

Mahasiswa bersama elemen masyarakat sipil dalam demonstrasi bertepatan Hari Sumpah Pemuda di Bundaran HI membacakan ikrar persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia. Sambil membaca ikrar, massa mengangkat tiga jari, seperti aksi dalam film The Hunger Games. Salam jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis ini sebagai simbol solidaritas, penghormatan, kebebasan, dan perlawanan terhadap kekuasaan yang tiran. Massa juga membentangkan spanduk besar berisi tuntutan mereka, “Hutan Bukan Milik Oligarkis, Alam Harus Dilindungi, Perusak Harus Diadili”. Spanduk itu berwarna putih dengan tulisan tangan berwarna hitam dan merah.

7. Demo di Bundaran HI berakhir ricuh, belasan orang ditangkap, termasuk anak-anak

Demonstrasi di Bundaran HI berakhir ricuh sekitar pukul 20.00 WIB, setelah polisi menembakkan gas air mata dan sempat diguyur hujan deras. Sejumlah orang juga ditangkap, bahkan mengalami kekerasan saat ditangkap. Seperti ada yang diseret saat ditangkap, mereka digiring ke Mapolda Metro Jaya. Ada belasan orang ditangkap, termasuk seorang anak-anak.

8. Mahasiswa Trisakti naik motor dan angkot bawa spanduk bertuliskan Bismillah

Massa demonstrasi mahasiswa Universitas Trisakti datang ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis, 29 Oktober 2026 sore. Mereka datang secara bergerkelompok menggunakan angkutan kota (angkot) dan konvoi sepeda motor. Ratusan mahasiswa yang datang tampak membawa bendera hitam bertuliskan, “Bismillah, dengan nama Tuhan, ini adalah kegelapan", dilengkapi siluet Prabowo-Gibran. Mereka bergerak menuju kawasan aksi di sekitar Patung Kuda yang berdekatan dengan Istana Negara.

9. Demo mahasiswa Trisakti pada 29 Oktober bawa tiga tuntutan "Tritura"

Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti di Jalan Merdeka Selatan pada 29 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB berbeda dengan mahasiswa UI, mereka mengenakan jas almamater. Namun mereka sama-sama menggunakan puluhan angkot, sama seperti mahasiswa UI. Massa juga membawa spanduk Tritura: tiga tuntutan rakyat, serta spanduk hitam bernada kritik. Tiga tuntutan aksi mencakup pemulihan sektor nasional, pemberantasan inkompetensi dan rangkap jabatan pejabat publik, serta penegakan supremasi sipil.

10. Mahasiswa Trisakti juga sampaikan salam tiga jari

Sama seperti aksi yang dilakukan mahasiswa UI, mahasiswa Trisakti juga melakukan salam tiga jari sambil menyanyikan lagi Tanah Air Beta. Beberapa di antara mereka memegang spanduk hitam Tritura. Selain itu terdapat spanduk hitam bertuliskan ‘Demi Nama Tuhan Ini Adalah Kegelapan’ dan ‘Bismillah Ini Adalah Kegelapan’ dengan gambar siluet Prabowo-Gibran.

11. Tuntutan Tritura disampaikan sambil menyalakan flare

Asap flare berwarna merah menyala mewarnai aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti di Jalan Medan Merdeka Selatan. Di tengah kepulan asap, mahasiswa membacakan tiga tuntutan Tritura. Nyala flare mengiringi suara mereka yang bergema di lokasi aksi. Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti periode 2025/2026, Arief Rizquna, memimpin pembacaan tuntutan.

12. Stafsus Wamensesneg janji sampaikan tuntutan mahasiswa soal ganti Menhut

Perwakilan Istana sempat menemui mahasiswa Universitas Trisakti yang menggelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Staf Khusus (Stafsus) Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Binbin Firman Tresnadi, hadir untuk menerima aspirasi mahasiswa dan berjanji menyampaikannya kepada pimpinan eksekutif. Tapi massa meminta Binbin tidak sekadar menyampaikan aspirasi, tetapi juga memberikan sikap terkait tuntutan pencopotan pejabat yang dinilai bertanggung jawab atas persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka mendesak agar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dicopot dari jabatannya.

13. Aksi mahasiswa Trisakti tanpa ricuh dan membubarkan diri tanpa dibubarkan aparat

Mahasiswa Trisakti yang menggelar aksi damai di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis 29 Oktober 2026, sejak pukul 16.00 hingga 18.30 WIB membubarkan diri usai salat Magrib. Mereka membubarkan diri atas inisiatif mereka, tanpa dibubarkan paksa oleh aparat keamanan. Mereka membubarkan diri setelah salat Magrib berjemaah di depan border polisi. Mahasiswa melepaskan jaket almamater warna biru tua itu dan membentangkan di jalan sebagai sajadah.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More