Cerita Mahfud yang Jumpa Jokowi di Acara Nikahan Putra Soimah

- Mahfud MD dan Jokowi bertemu kembali di resepsi pernikahan putra Soimah, berbincang santai tanpa bahasan politik, menandai pertemuan pertama mereka setelah Mahfud tak lagi di kabinet.
- Mahfud menegaskan UGM sebaiknya berhenti membela keaslian ijazah Jokowi secara berlebihan, karena tanggung jawab kampus hanya sampai pada penerbitan ijazah tersebut.
- Hubungan Mahfud dan keluarga Jokowi sempat jadi sorotan saat Pilpres 2024, ketika ia berhadapan dengan Gibran Rakabuming Raka dalam debat cawapres yang menuai perhatian publik.
Jakarta, IDN Times - Momen resepsi pernikahan putra penyanyi Soimah Pancawati turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk mantan menteri dan eks orang nomor satu di Tanah Air, Presiden ke-7 Joko "Jokowi" Widodo. Jokowi didampingi Iriana ikut hadir memberikan ucapan selamat bagi Aksa Uyun Dananjaya.
Di momen tersebut, Jokowi kembali berjumpa dengan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD. Perjumpaan keduanya diabadikan lewat video amatir dan viral di media sosial. Mahfud pun mengakui memang bertemu dengan Jokowi di Yogyakarta. Tetapi, tidak ada pembicaraan mengenai politik dalam perjumpaan tersebut.
"Jadi, peristiwanya pada Sabtu malam, ada undangan mantenan, kawinan putra Soimah. Soimah kan punya teman banyak sekali, termasuk seniman-seniman dari Yogyakarta, lalu Dewi Persik, Raffi Ahmad, hingga Inul Darasita. Saya kumpul bareng mereka. Tiba-tiba saya disusul oleh protokoler," ujar Mahfud seperti dikutip dari YouTube Mahfud, Kamis (14/5/2026).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu semula sudah duduk satu meja dengan publik figur seperti Sule hingga Inul. Tetapi, pihak protokoler mengarahkan Mahfud bergeser ke meja lain. Saat ia sedang meminta untuk disajikan teh, tiba-tiba Jokowi dan Iriana hadir.
"Beliau duduk hanya berdua. Ya, sebagai orang Indonesia, saya samperin dong. Saya tanyakan 'Bapak sehat, Pak?' Dijawab 'alhamdulillah, sehat.' Maka, saling bercerita lah kami masa-masa di kabinet. Istri saya sering bepergian dengan istri Pak Jokowi. Biasa kan yang ringan-ringan saja," katanya.
1. Cara Mahfud menyapa Jokowi bagian dari sopan santun

Lebih lanjut, Mahfud mengklarifikasi caranya menyapa Jokowi merupakan bagian dari tata krama dan sopan santun. Bahkan, sikap serupa juga ditunjukkan bila bertemu dengan wartawan. Namun, ia menjelaskan tak ada pembicaraan serius apapun dengan Jokowi ketika menghadiri resepsi pernikahan putra Soimah.
"Ceritanya enak, lancar. Dari saya sendiri, tidak ada hal yang menyebabkan saya rikuh berbicara dan saya lihat Pak Jokowi juga lancar pembicaraannya. Kami cerita masa lalu lah," tutur mantan Menteri Pertahanan itu.
Ia mengatakan, justru terlihat aneh bila duduk berdekatan tetapi tidak saling menyapa. Mahfud bahkan mengaku rindu berdiskusi dengan Jokowi.
"Bapak kan kalau ada apa-apa suka panggil dan tanya. Direspons Pak Jokowi 'lha iya, saya kan tahu diri, saya kan harus tanya.' Tetapi, rendah hati seperti dari dulu lah orangnya," katanya.
Ia pun membenarkan momen perjumpaan di acara resepsi putra Soimah jadi kali pertama dirinya dan Jokowi bertemu usai tak lagi di kabinet. Usai pembicaraan singkat itu, Mahfud memilih pulang lebih dulu karena ada agenda lainnya.
2. Mahfud sempat sindir UGM agar tak mati-matian bela Jokowi soal ijazah

Meski begitu, Mahfud pernah turut mengomentari soal tuduhan ijazah sarjana Jokowi palsu. Ia menyindir Universitas Gadjah Mada (UGM), kampus tempat Jokowi menuntut ilmu.
Mahfud meminta pihak UGM untuk setop memberi penjelasan mengenai ijazah Jokowi yang disebut palsu. Mahfud menegaskan, urusan UGM hanya sampai sebatas ketika mereka menerbitkan ijazah mantan Wali Kota Solo tersebut. Jika memang ijazah Jokowi itu dipalsukan dan dipakai oleh orang lain di luar sana, maka itu sama sekali bukan urusan UGM.
"Menurut saya UGM, sudahlah, memberikan penjelasan cukup kemarin. Sudah penjelasannya. Jangan ikut lagi menjelaskan. Jadi begini, sebulan lalu ketika Prof Kuncoro itu ramai disorot oleh publik, kemudian tampil di salah satu televisi, saya beritahu bahwa UGM itu bilang mengeluarkan ijazah untuk orang bernama Joko Widodo, ini buktinya, ini buktinya. Sudah cukup itu saja," ujar Mahfud di akun YouTubenya dalam episode pada Agustus 2025.
Maka dari itu, Mahfud meminta pihak UGM tidak lagi membela mati-matian keasilan ijazah Jokowi. "UGM jangan terlalu mati-matian membela. Jangan kesan membela," katanya tegas.
Ia menambahkan, jika memang betul ijazah tersebut palsu, maka itu urusan polisi, bukan UGM.
3. Mahfud sempat menjadi lawan anak Jokowi dalam Pilpres 2024

Momen lain yang dikenang oleh publik antara Mahfud dan Jokowi yakni ketika putra sulung mantan Gubernur Jakarta itu maju dalam Pemilu 2024 sebagai kandidat wakil presiden. Gibran Rakabuming Raka melenggang maju dan berpasangan dengan Prabowo Subianto usai terbit putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023. Isi putusan itu membolehkan kepala daerah yang berusia di bawah 40 tahun mendaftar sebagai capres atau cawapres.
Di saat sesi debat cawapres, Gibran menuai banyak kritik dari publik karena menunjukkan gesture yang tak sopan kepada Mahfud. Namun, tim kampanye Gibran membantah putra Jokowi itu mengejek Mahfud. Gibran disebut sangat menghormati Mahfud.
"Gak ada, Mas Gibran sangat respect sama Pak Mahfud. Buktinya belum selesai debat sudah meminta maaf, dan selesai debat langsung sungkem dan cium tangan. Kalau melecehkan masa selesai debat cium tangan sih," ujar Nusron Wahid yang pada 2024 lalu menjadi anggota tim kampanye Prabowo-Gibran.

















