Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cerita Sudirman Menanti Kejutan Suara Anies-Muhaimin di Pilpres 2024

Cerita Sudirman Menanti Kejutan Suara Anies-Muhaimin di Pilpres 2024
Sudirman Said (IDN Times/Fauzan)

Jakarta, IDN Times - Pemilu 2024 sudah di depan mata. Masa kampanye pasangan capres-cawapres pun segera berakhir pada 10 Februari, sebelum memasuki masa tenang hari pencoblosan pada 14 Ferbruari mendatang.

Berbagai lembaga survei menempatkan pasangan capres-cawapres nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di urutan tertinggi. Menariknya, beberapa lembaga survei menyebutkan pasangan capres-cawapres nomor urut satu, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), perlahan mulai menyalip posisi pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Tentu, situasi ini menjadi optimisme bagi pasangan Anies-Muhaimin sekaligus menjadi ancaman bagi pasanga Prabowo-Gibran. Kondisi politik yang dianggap banyak pihak semakin sengkarut ini juga membawa 'berkah' tersendiri bagi AMIN.

Co-captain Tim Pemenangan Nasional (Timnas) AMIN Sudirman Said mengakui hal ini. Ia merasa ada suasana kebatinan yang menguntungkan bagi pihak AMIN. Suasana ini yang makin hari membakar semangat dan optimisme kubu Anies-Cak Imin.

"Kami punya keyakinan akan masuk putaran kedua, baik berdasarkan analisis angka-angka maupun kualitatif dari suasana kebatinan," ujar Sudirman dalam acara bincang santai dengan sejumlah jurnalis di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/2/2024) malam.

Sudirman juga menepis tudingan adanya perpecahan di internal Koalisi Perubahan. Termasuk isu perpecahan jika seandainya masuk putaran kedua Pemilu 2024. Sejauh ini koalisi partai politik pendukung Anies-Muhaimin masih solid.

"Sampai hari ini tiga partai (Partai NasDem, PKB, PKS) masih solid, ya. Maksimal sekali perjuangannya dengan cara masing-masing dengan daerah di masing-masing basisnya," ujarnya.

"Sampai hari ini tidak ada (perpecahan). Saya cukup dekat dengan seluruh pimpinan teras partai, sekjen, ketua umum," tegasnya.

1. Suasana kebatinan terus membakar semangat AMIN

Sudirman Said (IDN Times/Fauzan)
Sudirman Said (IDN Times/Fauzan)

Dalam acara makan malam itu, Sudirman menceritakan semangat dukungan dari masyarakat kepada pasangan AMIN, saat mereka berkampanye ke berbagai daerah.

Sudirman merasakan sendiri pegalaman itu. Bahkan, dialami saat ia hendak memasuki tempat pertemuan obrolan ini. Beberapa karyawan secara sembunyi-sembunyi menyampaikan dukungannya kepada AMIN.

"Tadi di depan ada tiga orang petugas sekuriti, masing-masing, di lokasi parkir, 'bang' (sembari menunjukkan jari satu). Satu lagi sambil buka jasnya ada tulisan angka satu. Satu lagi menunjukkan stiker AMIN. Ada juga pilot perusahaan BUMN manggil ngajak foto, 'loh, kamu kan pegawai BUMN', dia bilang 'gak apa-apa, salam ya buat Pak Anies, mudah-mudahan menang'," cerita dia, penuh antusiasme.

Sudirman mengklaim ekspresi dukungan seperti itu muncul di banyak tempat. Ditambah pula, hasil analisis secara kualitatif menyebut pasangan AMIN punya kans ke putaran kedua, membuat optimisme Sudirman makin bertambah.

"Pertanyaannya bagaimana kalau nanti masuk putaran kedua? Ya nanti kita pikirin nanti, ya," ucap Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode pertama Presiden Jokowi itu.

2. Pendukung AMIN tiarap?

Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar memberikan keterangan pers usai mengikuti debat capres pamungkas di JCC, Jakarta Pusat pada Minggu, 4 Februari 2024. (IDN Times/Santi Dewi)
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar memberikan keterangan pers usai mengikuti debat capres pamungkas di JCC, Jakarta Pusat pada Minggu, 4 Februari 2024. (IDN Times/Santi Dewi)

Dalam obrolan sekitar satu jam itu, Sudirman membantah isu adanya pendukung AMIN diminta 'tiarap' saat disurvei lembaga. Dia menegaskan, yang lebih relevan barangkali kondisi sekarang, di mana suasana ketakutan pemilih paslon 01 untuk mengungkap ke publik.

"Sebenarnya kita gak pernah minta seperti itu, itu hanya psikologi manusia. Orang kita kan sukanya budaya adem-ayem aja ya, apalagi dalam suasana takut. Itu ditanya, 'ibu puas gak dengan kerja pemerintah?' jawabannya 'ya puas'," ujarnya.

"Coba kalau duduk agak lama ngobrol aja, kalau kata warganet bilang 'emang boleh?' Coba tanya lagi, 'emang bener?' 'Bagaimana dengan harga kebutuhan pokok?' 'Bagaimana dengan korupsi?''Korupsi parah sih? 'Jadi begitu digali muncul dia. Jadi kita gak mengajak mereka kalau ditanya (diam). Tapi suasana dalam ketakutan, orang akan menyembunyikan pilihannya," lanjut Sudirman.

Mengutip hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada September 2023, undecided voters atau pemilih mengambang yang belum punya pilihan ada sekitar 27-28 persen, Sudirman optimistis itu bakal menjadi kejutan untuk suara pasangan AMIN.

"Nah, sebagai kejutan mungkin Litbang Kompas mengatakan 28 persen pemilih mengambang. Eep Saefullah mengatakan suara yang diperebutkan sekitar 27-28 persen, selebihnya kira-kira suara yang belum mantap," kata dia.

Sudirman mengklaim pemilih AMIN memang paling yakin menentukan pilihan di berbagai lembaga survei. Namun ada pula pemilih AMIN yang enggan mengungkapkan saat disurvei lembaga karena efek 'ketakutan'.

"Logikanya orang yang ditanya-tanya masih nyimpen-nyimpen pilihannya sekian persen. Kalau dikatakan memilih sekarang, dia memilih sekarang. Mungkin barangkali itu yang jadi simpanan, saya gak tahu, mungkin itu mudah-mudahan jadi kejutan buat kita (AMIN) ya," kata pria yang pernah gagal maju pada Pilkada Jawa Tengah 2018 itu.

Yang pasti, menurut Sudirman, lembaga survei sering kali membaca Anies. Dia berharap AMIN bisa masuk putaran kedua. "Lembaga survei sering salah di mana-mana. Termasuk di tempat saya di Jawa Tengah dulu."

"Mungkin itu ada kejutan yang diakibatkan suasana masyarakat yang tidak diutamakan dengan baik, sekaligus perkembangan politik yang makin hari diuntungkan dengan yang mengusung perubahan," ujar Sudirman, menambahkan.

Sudirman tidak merasa khawatir dengan hasil survei Poltracking Indonensia awal Februari lalu, yang menyebut pendukung Nahdlatul Ulama (NU) di Jatim banyak yang condong memilih pasangan Prabowo-Gibran.

Diketahui, pasangan Prabowo-Gibran memperoleh suara di Jatim paling unggul yakni 60 persen, pasangan Ganjar-Mahfud 16 persen, dan AMIN 15 persen.

Sudirman punya keyakinan sendiri, karena Jawa Timur sebagai basis suara NU, kini baru pertama kali memiliki cawapres yang berasal dari pimpinan partai. Selama ini, beberapa tokoh NU yang maju sebagai cawapres bukan pimpinan partai.

"Memang dulu ada juga Hamzah Haz, Gus Sholah (Salahuddin Wahid), Hasyim Muzadi, tapi beliu-beliau adalah pimpinan NU, kemarin juga Kai Ma'ruf kan. Tapi bukan pemimpin partai, nah ini pertama kali. Gus Dur juga, meski itu bukan pemilihan langsung," ujarnya.

Sudirman juga tak khawatir dengan adanya pembagian bansos, suara AMIN akan tergerus, khususnya di wilayah Jawa Timur. Dia optimistis ada suara-suara AMIN yang sekarang belum muncul ke permukaan.

"Saya sih tidak terlalu khawatir dengan Jawa Timur, tapi bahwa ada yang tidak tercapture bisa-bisa saja. Nanti kita lihat 14 Februari, setelah itu kita ketemu lagi. Jawa Timur bagaimana dan lain-lain," ujarnya, tertawa.

3. Hikmah di balik keterbatasan Timnas AMIN dan dampak dukungan JK

Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan ketika bermalam di rumah Jusuf "JK" Kalla di Makassar pada Selasa, 16 Januari 2024. (Dokumentasi tim media JK)
Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan ketika bermalam di rumah Jusuf "JK" Kalla di Makassar pada Selasa, 16 Januari 2024. (Dokumentasi tim media JK)

Dukungan kalangan pengusaha kepada Anies-Muhaimin yang selama ini diklaim Timnas AMIN diwarnai ketakutan, menurut Sudirman, belum berdampak langsung pada AMIN.

Kendati, komunikasi antara Timnas AMIN dengan kalangan pengusaha terjalin dengan baik. Sudah menjadi hal biasa kalangan pengusaha mendekat dengan paslon saat pemilu. Namun, Timnas AMIN mengklaim pemilu kali ini kalangan pengusaha merasakan ketakutan untuk mendukung Anies-Cak Imin.

"Tahun ini betul-betul mereka takutnya luar biasa. Walaupun sekarang kita mulai membaik, kita juga terus berkomuniasi dengan mereka tetapi tetap 'tiarap'. Apakah pada putaran kedua akan berubah? Gak tahu juga. Jangan-jangan malah makin ketat kan?" kata Sudirman.

Di balik minimnya dukungan dari kalangan pengusaha, Timnas AMIN merasakan hikmahnya. Pendukung Anies-Cak Imin semakin terlatih dan militan, karena selama pemilu mereka berjalan di tengah keterbatasan logistik.

"Yang menyenangkan buat kita, kita dilatih untuk survive terus-menerus, ini kalau 1,5 tahun disuruh pahit terus-menerus tetap hidup, artinya kan...(kuat). Yaudah seadanya, ada ya jalan, gak ada ya udah. Itu sudah biasa, ada rencana terus gak jadi, itu hal biasa," ujar Sudirman.

Selain militan, pendukung AMIN juga menjadi kreatif lantaran minimnya dukungan finansial. Alih-alih mandek kegiatan kampanye, mereka mencari cara lain sebagai alternatif, seperti alat peraga kampanye yang terbuat dari karung.

"Kita itu bersyukur. Kemarin saya bilang pada warga di Makassar, kita ini diem-diem uangnya terbatas. Kenapa bersyukur? Karena kalau uangnya banyak kita ribut-ribut siapa yang dapat paling banyak, kan? Ide gak keluar. Tapi ini ide-ide, kreativitas semua keluar. Cahaya matanya itu penuh dengan semangat berjuang. Mungkin itu keadilan dari Tuhan ya. Alhamdulillah. Apakah ini akan baik di ujung? Kita gak bisa mengklaim. Tapi itu menjadi sumber optimisme kami," ujar Sudirman.

Timnas AMIN pun berterima kasih kepada kalangan pengusaha yang sudah bernai mendukung dan menyumbang logistik pada Anies-Cak Imin.

"Kita apresiasi, mereka berani mengambil risiko, tapi memang tetap dalam jumlah yang terbatas," ujar Sudirman.

Timnas AMIN juga mulai merasakan dampak dukungan moril, ide, hingga finansial dari mantan Wakil Presiden yang juga konglomerat, Jusuf Kalla. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu banyak menyumbang kepada Anies-Muhaimin.

"Pak JK bantu macem-macem ya, logistik, pikiran, segala macam ya, natura, beliau bantu baliho di daerahnya," ucap Sudirman.

Bahkan, dampak dukungan JK kini semakin terlihat. Gelombang dukungan dari civitas akademika juga disebutnya bagian dari efek pernyataan terbuka dukungan dari tokoh asal Sulawesi Selatan itu.

Sebagai tokoh nasional yang punya pengaruh besar, sikap politik JK sudah barang tentu diikuti banyak orang. Kiprah JK baik di bidang kemanusiaan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) maupun bidang keumatan di Dewan Masjid Indonesia (DMI) secara tak langsung berdampak pada dukungan politik.

"Ya, ada dampaknya. Dulu orang timur mengatakan 'ini Pak JK netral maksudnya apa nih?' Begitu beliau menyatakan ada hak pribadi (menyampaikan dukungan), langsung pada mendukung. Beliau kan basisnya Partai Golkar, pasti orang-orang Golkar (mendukung), basis sosialnya keumatan. Punya jaringan kemanusiaan, itu jaringan itu udah pasti (mendukung)," ujar Sudirman.

"Dia pernah di pemerintah, pernah di partai. Saya kira sikap keberanian akademisi karena sikap Pak JK yang makin terus terang, bahwa ini ada ini itu dan sebagainya, dihargai banyak orang," tandas Sudirman.

 

Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

Inisiatif RI di PBB: 73 Negara Beri Dukungan Lindungi Peacekeeper

10 Apr 2026, 10:06 WIBNews