Singapura Tambah Cuti Orang Tua, Bantuan Anak Hingga Rp976 Juta

- Singapura akan menambah cuti pengasuhan anak bagi setiap orangtua yang bekerja, dengan jumlah berdasarkan banyaknya anak.
- Setiap anak Singapura akan menerima dukungan finansial langsung hampir 70 ribu dolar Singapura selama masa pertumbuhan.
- Pemerintah juga menargetkan penurunan biaya prasekolah serta menaikkan batas pendapatan untuk akses perumahan.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan sejumlah perubahan kebijakan untuk memberikan dukungan lebih besar kepada keluarga, mulai dari cuti pengasuhan anak hingga bantuan finansial dan biaya prasekolah. Ia mengatakan pemerintah ingin mengubah pendekatan dukungan keluarga agar tidak hanya fokus pada masa kelahiran anak.
Wong mengatakan dukungan akan diberikan secara lebih konsisten sepanjang perjalanan orang tua membesarkan anak. Sejumlah perubahan juga mencakup bantuan perumahan bagi keluarga dengan anak.
Kebijakan tersebut disampaikan Wong dalam pidato National Day Rally 2026 di Institute of Technical Education (ITE) Headquarters, Minggu (23/8/2026).
1. Cuti pengasuhan anak akan ditambah

ilustrasi National Day Singapura (unsplash.com/Joshua Ang) Wong mengatakan salah satu bentuk dukungan yang ingin diperkuat adalah waktu yang dapat dihabiskan orang tua bersama anak. Pemerintah akan meningkatkan jumlah cuti pengasuhan anak bagi setiap orang tua yang bekerja.
Dalam skema baru, setiap orang tua yang bekerja akan mendapatkan delapan hari cuti jika memiliki satu anak berusia 12 tahun atau lebih muda. Jumlahnya menjadi 10 hari bagi orang tua dengan dua anak dan 12 hari bagi mereka yang memiliki tiga anak atau lebih.
“Semakin banyak anak yang Anda miliki, semakin banyak cuti yang akan Anda dapatkan,” kata Wong dalam pidatonya.
Ia memberikan contoh pasangan pekerja dengan tiga anak usia sekolah dasar. Saat ini, pasangan tersebut secara keseluruhan mendapatkan empat hari cuti pengasuhan anak. Dengan perubahan tersebut, jumlahnya akan meningkat menjadi 24 hari.
Pemerintah juga akan menanggung biaya seluruh cuti terkait anak yang diwajibkan secara hukum hingga batas penggantian biaya. Wong meminta perusahaan memberikan dukungan kepada pekerja yang menjadi orangtua agar dapat mengambil cuti yang menjadi hak mereka.
2. Setiap anak dapat dukungan pemerintah dengan total hampir Rp976 juta

ilustrasi mata uang dolar Singapura (pixabay.com/ldyshah) Selain waktu, pemerintah Singapura akan mengubah skema dukungan finansial bagi anak. Wong mengatakan sistem yang ada saat ini cukup kompleks karena terdiri dari beberapa skema dan besaran bantuan yang berbeda berdasarkan urutan kelahiran anak.
Dalam skema baru, setiap bayi baru lahir akan mendapatkan Baby Gift sebesar 10 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp140 juta, hibah MediSave 5 ribu dolar Singapura atau setara Rp70 juta, serta Child Development Account dengan hibah awal 5 ribu dolar Singapura dan matching grant hingga 5 ribu dolar Singapura.
Dukungan tersebut tidak berhenti ketika anak lahir. Setiap anak akan menerima Child Credits sebesar 2 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp27,8 juta per tahun mulai usia satu tahun hingga 16 tahun.
Anak juga akan mendapatkan top-up Edusave setiap tahun selama sekolah dasar dan menengah. Saat berusia 17 tahun, mereka akan memperoleh tambahan 10 ribu dolar Singapura ke Post-Secondary Education Account.
“Jika digabungkan, setiap anak Singapura akan menerima hampir 70 ribu (sekitar Rp976 juta) dalam dukungan finansial langsung selama mereka tumbuh besar,” ujar Wong.
3. Biaya prasekolah dan rumah juga disoroti Wong

Potret Chinatown di Singapura (IDN Times/Fasrinisyah Suryaningtyas) Pemerintah Singapura juga berencana menurunkan biaya penitipan anak sehari penuh menjadi 150 dolar Singapura atau sekitar Rp2,1 juta per bulan dan biaya infant care menjadi 300 dolar Singapura atau sebesar Rp4,2 juta per bulan. Besaran tersebut nantinya berlaku bagi setiap anak warga Singapura, terlepas dari pendapatan rumah tangga.
Wong mengatakan pemerintah membutuhkan beberapa tahun untuk mencapai target tersebut karena jaringan penyedia prasekolah yang didukung pemerintah harus diperluas terlebih dahulu. Keluarga berpendapatan lebih rendah tetap akan memperoleh subsidi tambahan.
Di sektor perumahan, pemerintah akan menaikkan batas pendapatan untuk mengakses flat BTO dari 14 ribu dolar Singapura menjadi 16 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp223 juta. Untuk Executive Condominiums, batasnya naik dari 16 ribu dolar Singapura menjadi 18 ribu dolar Singapura atau setara Rp250,8 juta.
Keluarga yang baru pertama kali membeli rumah dan memiliki anak juga akan mendapat tambahan satu kesempatan pengundian untuk setiap anak yang mereka miliki atau sedang mereka nantikan.
“Semakin banyak anak yang Anda miliki, semakin banyak kesempatan pengundian yang akan Anda terima, karena kami ingin membantu keluarga yang sedang berkembang mendapatkan rumah lebih cepat,” kata Wong.

















