Demo Kian Memanas, IMM Nilai DPR Berupaya Cuci Tangan

- Polisi tak boleh represif
- Fokus isu utama jangan mau dibenturkan
- Kapolri diminta terbuka tangani personelnya yang represif
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), Riyan Betra Delza mengkritisi DPR yang seolah cuci tangan paska menyeruaknya aksi demonstrasi hingga berujung ricuh di berbagai daerah.
Ia pun menyoroti adanya narasi dan gerakan yang sedang dibangun sejumlah pihak. Menurutnya, ada upaya pengalihan isu yang semula ditujukan kepada DPR, justru dialihkan kepada kepolisian.
“Pertama mungkin isunya jelas menghilangkan tunjangan dan dana pensiun DPR, dan itu sangat positif. Namun, paska tragedi semalam seolah-olah menjadikan polisi jadi sasaran. Akhirnya DPR seperti cuci tangan, seperti mereka lupa bahwa hal ini terjadi karena ulah mereka, dan akhirnya terlihat rakyat dibenturkan dengan polisi," kata dia dalam keterangannya, dikutip Jumat (29/8/2025).
1. Polisi tak boleh represif

Meski begitu, Riyan tak memungkiri, polisi tak boleh represif dalam mengamankan massa. Di sisi lain, massa aksi juga jangan sampai melakukan anarkisme sehingga mengesampingkan apa yang diperjuangkan.
"Kedua kita semua sepakat bahwa anarkisme dan represif sama-sama tidak diperkenankan dalam mengekspresikan aksi baik aksi maupun pengamanan," tegas dia.
2. Fokus isu utama jangan mau dibenturkan

Riyan menegaskan kembali pentingnya fokus pada isu utama serta meminta untuk jangan mau dibentur-benturkan.
“Saatnya kita kembali ke tuntutan awal, fokus ke DPR RI jangan sampai kita dijadikan alat untuk pecah belah, dibentur-benturkan dengan skenario yang sengaja dibangun,” tutur dia.
3. Kapolri diminta terbuka tangani personelnya yang represif

Lebih lanjut, Riyan mendorong agar Kapolri jenderal Listyo Sigit Prabowo menindak tegas dan transparan dalam menangani personelnya yang represif terhadap massa. Terlebih, ada korban jiwa yang berasal dari ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan yang ditabrak rantis Brimob hingga tewas saat berada di lokasi demo, sekitar Gedung DPR RI, tepatnya di daerah Pejompongan pada Kamis (28/8/2025).
Ia mengajak agar seluruh pihak bisa melihat realitas dengan objektif atas peristiwa tersebut.
“Tentu kita berduka atas meninggalnya saudara kita, dan kita minta Kapolri menindak secara tegas dan terbuka . Kita paham bahwa Polisi juga tidak ingin ada korban, sama seperti kita yang inginnya baik-baik saja dan kondusif,” jelasnya.