Dinkes DKI Catat 469 Jadi Korban Demo, 1 Meninggal

- Dinkes DKI Jakarta mencatat 469 korban demo pada Jumat (29/8/2025), dengan 1 meninggal dunia, 371 rawat jalan, dan 97 rawat inap.
- Korban mendapat penanganan medis cepat, aman, dan tepat, serta dirujuk ke berbagai rumah sakit di lima wilayah kota Jakarta.
- Pemprov DKI Jakarta menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan pasien terdampak unjuk rasa, dengan kesiapsiagaan petugas selama 24 jam.
Jakarta, IDN Times - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat sampai saat ini ada 469 orang menjadi korban dalam aksi unjuk rasa pada Jumat (29/8/2025).
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, semua korban mendapat pelayanan kesehatan, dengan rincian, satu orang meninggal dunia, 371 rawat jalan, dan 97 rawat inap.
"Seluruh korban terdampak unjuk rasa dapat penanganan medis dengan cepat, aman, tepat," ucap Ani dalam keterangan, Minggu (31/8/2025).
Dia menyatakan, kesiapsiagaan fasilitas dan personel melakukan penanganan medis bagi warga selama 24 jam, guna antisipasi kejadian dampak unjuk rasa.
Menurut Ani, para pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut telah dirujuk ke berbagai rumah sakit di lima wilayah kota Jakarta, seperti RS Hermina Kemayoran, RS Kramat 128, RSAL Mintohardjo. Kemudian RSPAD Gatot Soebroto, RS Polri, RSUD Koja, RSUD Budhi Asih, RS Pelni, dan RS Pusat Pertamina.
"Atas dasar kemanusiaan, Pemprov DKI Jakarta menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan pasien terdampak unjuk rasa," katanya.
Dilanjutkannya, kesiapsiagaan petugas dipastikan terus berlanjut hingga hari ini selama 24 jam. Selain 44 Puskesmas kecamatan dan 31 RSUD.
Ani memastikan seluruh RS di Jakarta telah berkordinasi untuk memberikan layanan darurat bila dibutuhkan.
#salingjagasesamawarga