Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Eks Menkes Terawan Disebut Mundur dari Pencalonan Dubes RI di Spanyol

Eks Menkes Terawan Disebut Mundur dari Pencalonan Dubes RI di Spanyol
Eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ketika mengikuti rapat kerja dengan komisi IX di Kompleks Parlemen, Senayan pada 10 Desember 2020. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dikabarkan mundur dari pencalonan sebagai duta besar Indonesia untuk Madrid, Spanyol. Informasi ini juga didengar oleh anggota komisi I dari fraksi Nasional Demokrat, Muhammad Farhan. 

"Itu yang akan kami bahas ulang (kabar Terawan mundur dari pencalonan dubes di Madrid). Makanya mau kami konfirmasi ulang. Obrolan saya dengan Pak Sekjen begitu," ungkap Farhan ketika dikonfirmasi pada Jumat (21/5/2021). 

Namun pembahasan soal mundurnya Terawan dari pencalonan sebagai dubes tidak dilanjutkan di komisi I. Sebab, surat dari pimpinan DPR yang merupakan kelanjutan dari surat presiden belum diturunkan ke komisi I. 

Bahkan, menurut Farhan, nama Terawan diusulkan menjadi duta besar oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa. Ia mengatakan, bila itu yang terjadi maka ia harus mencari pengganti Terawan untuk mengisi posisi dubes di Madrid, Spanyol. 

"Kalau KSAD yang mengusulkan ya yang seharusnya mencari pengganti adalah KSAD dong," tutur dia lagi. 

Lalu, kapan rencana uji kepatutan dan kelayakan terhadap para calon dubes itu mulai dilakukan?

  1. 1. Surat penunjukkan dubes dari presiden harus dibacakan lebih dulu di rapat paripurna

    IDN Times/Kevin Handoko
    IDN Times/Kevin Handoko

    Pernyataan serupa juga disampaikan oleh anggota komisi I dari fraksi Partai Golkar, Dave Laksono. Ia juga mendengar Terawan mundur dari pencalonan sebagai dubes di Madrid, Spanyol. 

    "Tapi saya belum dapat konfirmasi suratnya," kata Dave melalui pesan pendek kepada IDN Times pada Kamis, 20 Mei 2021 lalu. 

    Ia juga menjelaskan tidak bisa membahas siapa saja dubes yang diajukan oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo bila surat-surat penunjukkannya belum dibacakan di rapat paripurna. 

    "Surat-suratnya harus dibacakan dulu di rapat paripurna baru kemudian dibahas," tutur dia lagi.

  2. 2. Terawan fokus mengurus vaksin berbasis sel dendritik yang dikembangkan di RSPAD Gatot Subroto

    Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
    Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Sementara, saat ini Terawan diketahui masih fokus terhadap pengembangan vaksin berbasis sel dendritik di RSPAD Gatot Subroto. Vaksin itu rencananya ditujukan untuk memberikan perlindungan agar tidak terpapar COVID-19. 

    Setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan tak memberikan lampu hijau untuk penelitian di fase kedua, penelitian vaksin yang semula diberi nama Nusantara itu tak bisa berlanjut. BPOM menemukan ada banyak kejanggalan dan prosedur klinis yang tak diikuti oleh peneliti Vaksin Nusantara. Belum lagi ada relawan yang mengalami efek samping cukup serius sehingga seharusnya penelitian dihentikan. 

    Alhasil, diambil jalan tengah yaitu vaksin berbasis sel dendritik itu dialihkan ke penelitian berbasis pelayanan yang diawasi oleh Kementerian Kesehatan. Penelitian itu dilakukan di RSPAD Gatot Subroto. 

    Polemik pengembangan Vaksin Nusantara berujung pada pembuatan nota kesepahaman (MoU) yang diteken Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito pada 19 April 2021 lalu. 

    Muhadjir menjelaskan, penandatanganan nota kesepahaman antara tiga pejabat itu dimaksudkan agar menjadi solusi atas pelaksanaan penelitian Vaksin Nusantara yang selama ini sudah berjalan.

    "Dalam perjalanannya (Vaksin Nusantara) terkendala oleh prosedur dan dipandang tidak memenuhi kaidah dan standar yang ditetapkan BPOM khususnya pada tahap uji klinis 1," kata Muhadjir ketika itu. 

    Sementara, TNI Angkatan Darat memastikan penelitian Vaksin Nusantara bertujuan untuk meningkatkan imunitas terhadap virus SARS-CoV-2. Penelitian juga bersifat non-komersial.  "(Penelitian) bersifat autologus yang hanya dipergunakan untuk diri pasien sendiri sehingga tidak dapat dikomersialkan dan tidak diperlukan persetujuan izin edar," demikian keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) pada 19 April 2021 lalu. 

  3. 3. Daftar nama 31 dubes di mana Terawan sempat diajukan

    Ilustrasi Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (IDN Times/Fitang Budhi Aditia)
    Ilustrasi Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (IDN Times/Fitang Budhi Aditia)

    Berikut daftar 31 calon duta besar yang beredar di media. Mayoritas nama di dalam daftar tersebut adalah diplomat karier: 

    1. Amerika Serikat: Rosan P Roeslani (Ketua KADIN)
    2. Spanyol: Terawan Agus Putranto (eks Menteri Kesehatan)
    3. Kroasia: Suwartini Wirta
    4. Austria: Damos D. Agusman
    5. Australia: Siswo Pramono
    6. Kanada: D. Tumpal Simanjuntak
    7. Italia: M Prakosa
    8. India: Ina Krisnamurthi
    9. Yunani: Bebeb A. K. N. Djundjunan
    10. Slovakia: Pribadi Sutiono
    11. Timor Leste: Okto D. Manik
    12. Selandia Baru: Fientje M. Suebu
    13. Tanzania: Triyogo Jatmiko
    14. Polandia: Anita Luhulima
    15. Prancis: M. Oemar
    16. Kuwait: Lena Maryana Mukti
    17. Tunisia: Abdul Aziz
    18. Korea Selatan: Gandi Sulistyanto
    19. Arab Saudi: Zuhairi Misrawi (politikus PDI Perjuangan)
    20. Kazakhstan: M. Najib
    21. Perutusan Tetap RI (PTRI) Jenewa: Febryan A. Rudyard
    22. Portugal: Rudy ALfonso
    23. Ukraina: Ghafur AD
    24. Sri Lanka: Dewi Tobing
    25. Afghanistan: Gina Yoginda
    26. Bangladesh: Heru Subolo
    27. Bahrain: Ardi Hermawan
    28. Kolombia: Tatang Budi Utama Razak
    29. Yordania: Ade Padmo Sarwono
    30. PTRI ASEAN: Derry Amman
    31. PTRI New York: Arrmananta Nasir
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More