Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

#NW Rusia Bentuk Unit Sukarelawan untuk Lindungi Infrastruktur Energi

#NW Rusia Bentuk Unit Sukarelawan untuk Lindungi Infrastruktur Energi
ilustrasi kilang minyak (unsplash.com/@bfenton_photo)
Intinya Sih
  • Gazprom dan Kementerian Pertahanan Rusia membentuk unit militer sukarela untuk melindungi infrastruktur energi dari serangan drone Ukraina di tengah krisis BBM nasional.
  • Sukarelawan akan dikontrak tiga tahun sebagai komponen cadangan, menerima gaji sekitar Rp46 juta per bulan, serta fasilitas makan, asuransi, dan tunjangan transportasi dari Gazprom.
  • Militer Ukraina mengklaim berhasil menyerang kilang minyak Gazprom-Neft di Omsk, Siberia, yang menjadi serangan terdalam ke wilayah Rusia sejak invasi besar dimulai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perusahaan gas Rusia, Gazprom, pada Senin (6/7/2026), sepakat dengan Kementerian Pertahanan Rusia membentuk unit militer sukarela untuk mengamankan infrastruktur minyak. Langkah ini untuk menanggulangi serangan drone Ukraina. 

Beberapa pekan terakhir, Rusia sudah dihadapkan pada krisis bahan bakar minyak (BBM). Alhasil, sejumlah wilayah di Rusia, termasuk Moskow dan St. Petersburg menetapkan pembatasan pembelian BBM. 

1. Unit militer akan mengawasi dan berpatroli di infrastruktur Gazprom

ilustrasi bendera Rusia
ilustrasi bendera Rusia (pixabay.com/michel_van_der_vegt)

Berdasarkan kesepakatan itu, relawan militer akan menjalani pengecekan kesehatan yang ketat. Mereka kemudian akan menjalani latihan sebelum dikontrak selama 3 tahun sebagai komponen cadangan Rusia. Sukarelawan juga boleh melanjutkan pekerjaannya seperti biasa dan ikut latihan pada periode tertentu. 

Dilansir The Moscow Times, tugas utama dari unit militer ini untuk berpatroli dan melindungi infrastruktur gas milik Gazprom. Mereka akan ditugaskan untuk menjaga infrastruktur penting di wilayah tempat tinggalnya. 

2. Sukarelawan akan dibayar Rp46 juta per bulan

Tentara Rusia.
Tentara Rusia. (Mil.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Sukarelawan disebut akan menerima upah sebesar 200 ribu ruble (Rp46,9 juta) per bulan dari Gazprom selama menjalani latihan. Selain itu, partisipan juga akan mendapatkan bayaran tambahan dari Kemhan Rusia. 

Perusahaan gas milik negara itu juga akan menyediakan makan 3 kali dalam sehari, seragam, layanan kesehatan, dan asuransi jiwa, beserta tunjangan transportasi. Partisipan tidak akan masuk dalam personel militer aktif dan sesuai kontraknya hanya masuk dalam komponen cadangan. 

3. Ukraina lancarkan serangan di kilang minyak di Siberia

ilustrasi kilang minyak
ilustrasi kilang minyak (unsplash.com/mantasos)

Pada saat yang sama, militer Ukraina mengaku berhasil melancarkan serangan ke kilang minyak Rusia di Omsk, Siberia. Serangan ini disebut menjadi yang terdalam di teritori Rusia sejak dimulainya invasi skala besar Rusia ke Ukraina. 

Kilang minyak Gazprom-Neft terletak di pinggir Omsk terletak sekitar 2.500 km dari perbatasan Ukraina. Berdasarkan kenampakan citra satelit NASA menunjukkan adanya ledakan di fasilitas tersebut pada Senin sore. 

Gubernur Omsk, Vitaly Khotsenko mengatakan bahwa beberapa drone sudah menembus sistem pertahanan Rusia. Serangan Ukraina ini menjadi pertama kalinya menyasar Omsk sejak 2022. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More