#NW Rusia Bentuk Unit Sukarelawan untuk Lindungi Infrastruktur Energi

- Gazprom dan Kementerian Pertahanan Rusia membentuk unit militer sukarela untuk melindungi infrastruktur energi dari serangan drone Ukraina di tengah krisis BBM nasional.
- Sukarelawan akan dikontrak tiga tahun sebagai komponen cadangan, menerima gaji sekitar Rp46 juta per bulan, serta fasilitas makan, asuransi, dan tunjangan transportasi dari Gazprom.
- Militer Ukraina mengklaim berhasil menyerang kilang minyak Gazprom-Neft di Omsk, Siberia, yang menjadi serangan terdalam ke wilayah Rusia sejak invasi besar dimulai.
Jakarta, IDN Times - Perusahaan gas Rusia, Gazprom, pada Senin (6/7/2026), sepakat dengan Kementerian Pertahanan Rusia membentuk unit militer sukarela untuk mengamankan infrastruktur minyak. Langkah ini untuk menanggulangi serangan drone Ukraina.
Beberapa pekan terakhir, Rusia sudah dihadapkan pada krisis bahan bakar minyak (BBM). Alhasil, sejumlah wilayah di Rusia, termasuk Moskow dan St. Petersburg menetapkan pembatasan pembelian BBM.
1. Unit militer akan mengawasi dan berpatroli di infrastruktur Gazprom

Berdasarkan kesepakatan itu, relawan militer akan menjalani pengecekan kesehatan yang ketat. Mereka kemudian akan menjalani latihan sebelum dikontrak selama 3 tahun sebagai komponen cadangan Rusia. Sukarelawan juga boleh melanjutkan pekerjaannya seperti biasa dan ikut latihan pada periode tertentu.
Dilansir The Moscow Times, tugas utama dari unit militer ini untuk berpatroli dan melindungi infrastruktur gas milik Gazprom. Mereka akan ditugaskan untuk menjaga infrastruktur penting di wilayah tempat tinggalnya.
2. Sukarelawan akan dibayar Rp46 juta per bulan

Sukarelawan disebut akan menerima upah sebesar 200 ribu ruble (Rp46,9 juta) per bulan dari Gazprom selama menjalani latihan. Selain itu, partisipan juga akan mendapatkan bayaran tambahan dari Kemhan Rusia.
Perusahaan gas milik negara itu juga akan menyediakan makan 3 kali dalam sehari, seragam, layanan kesehatan, dan asuransi jiwa, beserta tunjangan transportasi. Partisipan tidak akan masuk dalam personel militer aktif dan sesuai kontraknya hanya masuk dalam komponen cadangan.
3. Ukraina lancarkan serangan di kilang minyak di Siberia

Pada saat yang sama, militer Ukraina mengaku berhasil melancarkan serangan ke kilang minyak Rusia di Omsk, Siberia. Serangan ini disebut menjadi yang terdalam di teritori Rusia sejak dimulainya invasi skala besar Rusia ke Ukraina.
Kilang minyak Gazprom-Neft terletak di pinggir Omsk terletak sekitar 2.500 km dari perbatasan Ukraina. Berdasarkan kenampakan citra satelit NASA menunjukkan adanya ledakan di fasilitas tersebut pada Senin sore.
Gubernur Omsk, Vitaly Khotsenko mengatakan bahwa beberapa drone sudah menembus sistem pertahanan Rusia. Serangan Ukraina ini menjadi pertama kalinya menyasar Omsk sejak 2022.




















