Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Erupsi Anak Krakatau Berdampak pada Penerbangan 3.450 Jemaah Umrah

Erupsi Anak Krakatau Berdampak pada Penerbangan 3.450 Jemaah Umrah
Penutupan sementara dan gangguan operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau. (Dok. Kemenhaj)
  • Erupsi Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik mengganggu penerbangan internasional serta umrah di Bandara Soekarno-Hatta, sehingga sejumlah jadwal ditahan demi keselamatan.
  • Pada 7 September 2026, 55 rencana penerbangan melibatkan 3.450 jemaah umrah: 1.859 pada 28 penerbangan keberangkatan dan 1.591 pada 27 penerbangan kedatangan.
  • Kemenhaj meminta travel menahan jemaah dari daerah asal, menyediakan akomodasi bagi yang tertahan, serta memastikan opsi penjadwalan ulang atau rute alternatif tanpa biaya tidak semestinya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Banten. Sebaran abu vulkanik membuat sejumlah penerbangan internasional dan umrah ditahan sementara demi keselamatan penerbangan.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat terdapat 55 rencana penerbangan internasional yang melibatkan 3.450 jemaah umrah melalui Bandara Soetta pada Senin (7/9/2026). Dengan adanya kejadian ini, Kemenhaj meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) melakukan sejumlah langkah mitigasi agar jemaah tidak semakin terdampak.

  1. 1. Sebanyak 3.450 jemaah umrah terdampak gangguan penerbangan

    Penutupan sementara dan gangguan operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik letusan Gunung Ana
    Penutupan sementara dan gangguan operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau. (Dok. Kemenhaj)

    Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo mengatakan berdasarkan data otoritas bandara per 6 September 2026 pukul 21.00 WIB, terdapat 55 rencana penerbangan internasional dan umrah yang melayani sekitar 13.549 pergerakan penumpang pada Senin (7/9/2026).

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.450 orang merupakan jemaah umrah. Rinciannya yakni 28 penerbangan keberangkatan dengan sekitar 1.859 jemaah umrah dan 27 penerbangan kedatangan sekitar 1.591 jemaah umrah.

    “Gangguan penerbangan sebenarnya sudah terlihat sejak Minggu, 6 September 2026. Pada hari tersebut, operasional penerbangan umrah melalui Soetta hanya terealisasi dua penerbangan keberangkatan tanpa penerbangan kedatangan,” jelas Puji dikutip dari Siaran Pers Kementerian Haji dan Umrah RI, Senin (7/9/2026).

    Menurutnya, total penumpang yang terlayani hanya 749 orang, termasuk 449 jemaah umrah. Angka tersebut menunjukkan penurunan tajam dibandingkan aktivitas penerbangan umrah pada periode normal sebelumnya.

  2. 2. Sejumlah penerbangan berstatus hold atau tertahan

    ilustrasi beberapa maskapai penerbangan (unsplash.com/Fasyah Halim)
    ilustrasi beberapa maskapai penerbangan (unsplash.com/Fasyah Halim)

    Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau membuat sebagian besar penerbangan dengan sejumlah maskapai utama berada dalam status tertahan atau hold.

    Puji menjelaskan bahwa sebelum terjadinya bencana, pada periode 1 Juli hingga 6 September 2026 tercatat 1.538 penerbangan umrah. Jumlah tersebut terdiri dari 758 penerbangan keberangkatan dan 780 penerbangan kedatangan.

    “Selama periode itu, total mobilitas penumpang mencapai 486.629 orang, dengan jemaah umrah sebanyak 180.726 orang atau sekitar 37,14 persen dari keseluruhan lalu lintas penumpang internasional,” ujarnya.

    Namun saat ini, beberapa maskapai yang terdampak antara lain Saudia Airlines, Qatar Airways, Malaysia Airlines, Scoot, Emirates, dan Oman Air.

    Penahanan penerbangan ini dilakukan sebagai bagian dari prioritas keselamatan penerbangan menyusul kondisi ruang udara yang terdampak sebaran abu vulkanik.

  3. 3. Kemenhaj mengimbau travel tahan jemaah dari daerah asal

    Dirjen Bina Haji dan Umrah, Puji Raharjo dalam acara Diseminasi Pemantauan Haji Inklusif 2026, Selasa (21/07/2026).
    Dirjen Bina Haji dan Umrah, Puji Raharjo dalam acara Diseminasi Pemantauan Haji Inklusif 2026, Selasa (21/07/2026). (Dok. Kemenhaj)

    Puji menginstruksikan seluruh PPIU dan asosiasi travel untuk memberikan informasi yang jelas kepada jemaah dan keluarga.

    "Kita mengimbau pihak PPIU untuk memfasilitasi kebutuhan akomodasi dan konsumsi bagi jemaah yang tertahan di bandara, serta menahan keberangkatan jemaah dari daerah asal menuju bandara hingga otoritas resmi mengumumkan pembukaan kembali ruang udara," tegas Puji.

    Langkah ini diambil agar jemaah tidak terlanjur datang ke bandara ketika penerbangan masih mengalami gangguan.

    Kemenhaj bersama pihak maskapai juga memastikan jemaah dapat memperoleh hak penjadwalan ulang atau reschedule, maupun pengaturan rute alternatif tanpa dibebani biaya yang tidak semestinya.

    Selain itu, Kemenhaj juga menyiagakan posko layanan informasi di terminal untuk memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi kepada jemaah di tengah perubahan jadwal penerbangan akibat sebaran abu vulkanik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More