Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ketua Majelis Etik IDI Dokter Broto Wasisto Meninggal Akibat COVID-19

Ketua Majelis Etik IDI Dokter Broto Wasisto Meninggal Akibat COVID-19
Default Image IDN

Jakarta, IDN Times - Kabar duka kembali datang dari tenaga medis tanah air. Ketua Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dokter Broto Wasisto meninggal dunia pada Kamis, 4 Februari 2021, pukul 16.54 WIB.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima IDN Times, dokter Broto meninggal akibat terpapar COVID-19. Almarhum meninggal dunia di usia 84 tahun setelah mendapatkan perawatan di ICU Rumah Sakit Persahabatan. 

1. Dokter Broto menjadi panutan bagi para rekan-rekannya

Ilustrasi pasien di rumah sakit (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Ilustrasi pasien di rumah sakit (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Ketua Tim Mitigasi IDI Adib Khumaidi mengatakan bahwa semasa hidupnya dokter Broto selalu menjadi panutan bagi para dokter sehingga beliau dipercaya menjadi Ketua MKEK. 

"Beliau bukan hanya kepala benteng kode etik bagi para tenaga medis tapi juga teladan bagi para dokter terutama kader-kader di IDI. Semasa hidupnya, dedikasi dan kontribusi beliau terhadap dunia kesehatan medis sangat besar,” kata Adib melalui keterangan tertulisnya, Kamis (4/2/2021).

2. Dokter Broto punya dedikasi yang tinggi terhadap IDI

Ilustrasi kasus COVID-19 (ANTARA FOTO/Ampelsa)
Ilustrasi kasus COVID-19 (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Wakil Ketua MKEK dokter Pukovisa Prawiroharjo yang mendampingi keluarga menyampaikan bahwa hingga akhir hayatnya, dokter Broto masih memiliki semangat juang yang tinggi. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum IDI periode 2012-2015 dokter Zaenal Abidin menyampaikan bahwa almarhum punya dedikasi yang tinggi terhadap IDI.

"Dedikasi dokter Broto kepada IDI tidak dapat diragukan. Beliau disiplin, tegas dan tetap santun dalam bertutur,” ujar dokter Zaenal.

3. Ini perjalanan karier dokter Broto Wasisto

default-image.png
Default Image IDN

Dokter Broto Wasisto lahir di Jakarta, 21 November 1937. Almarhum menyelesaikan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1963. Dia kemudian melanjutkan pendidikan paska sarjana di Mahidol University Bangkok pada 1970, Tulane University di New Orleans USA dari tahun 1977-1978, John Hopkins University di Baltimore USA pada tahun 1984, dan kemudian di Lemhanaa (Lembaga Pertahanan Nasional) KSA pada tahun 1992.

Sepanjang kariernya, beliau pernah menduduki berbagai jabatan di Kementerian Kesehatan RI antara lain: 

- Kepala Biro Perencanaan Kemenkes 1983 – 1988

- Direktur Jendral Pelayanan Medis, Kemenkes 1988-1994

- Staf Ahli Menteri Kesehatan 1994 – 1999

- Ketua Panitia Penilaian Kesehatan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden tahun 2004

- Anggota Panitia Penilaian Kesehatan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden tahun 2009 - 2018

- Assesor Kompetensi Teknis SDM untuk penilaian calon- calon pejabat tinggi Kementerian dan Instansi Non Kementerian

- Anggota Panitia Seleksi Calon Pejabat Tinggi Kemenkes 2013-2018

- Anggota Badan Eksekutif WHO di Geneva 1996-1999

- Anggota Board, The Global Fund, Geneva (2004 – 2008) 

- Consultant – penasehat di Kementerian Kesehatan RI dan Bappenas

- Anggota Dewan Kehormatan PB-IDI (2006 – sekarang)

- Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI (2003 –

2006)

- Anggota MKEK – PB IDI (1990 – 2018)

- Anggota Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

- Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI (2018-

2021)

Dokter Broto Wasisto juga merupakan salah satu Tim Perumus Repelita II sampai ke VI, RPJMN I dan II serta berbagai kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
Fitang Budhi Adhitia
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More

Ditolak Andrie Yunus, Oditur Militer Tahu Kondisi Fisik dari Dokter

12 Mei 2026, 17:10 WIBNews