Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wamensos: Sepatu Sekolah Rakyat Belum Lelang, Cari Vendor Termurah

Wamensos: Sepatu Sekolah Rakyat Belum Lelang, Cari Vendor Termurah
Menteri sosial Syaifullah Yusuf berikan klarifikasi tentang sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Wamen Sos Agus Jabo menegaskan pengadaan sepatu Program Sekolah Rakyat belum masuk tahap lelang dan angka yang beredar masih berupa pagu awal yang bisa berubah setelah evaluasi.
  • Proses lelang direncanakan berlangsung Juni 2026 melalui e-katalog dengan prinsip mencari vendor termurah yang tetap memenuhi spesifikasi pemerintah tanpa menentukan merek atau daerah tertentu.
  • Sepatu akan dibuat khusus dengan identitas Sekolah Rakyat tanpa merek komersial, sementara data pengadaan sempat ditarik dari SiRUP LKPP untuk evaluasi ulang bersama tim dan Inspektorat Jenderal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, mengatakan, pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat belum memasuki tahap lelang meski sebelumnya sempat ramai dibicarakan publik usai data pengadaan muncul di SiRUP LKPP.

Menurut Agus, angka yang beredar saat ini masih berupa pagu atau perencanaan harga awal yang masih bisa berubah setelah evaluasi internal dilakukan.

“Belum lelang yang ini. Itu baru perencanaan harga dulu. Belum lelang, belum lelang,” kata Agus kepada IDN Times, Selasa (11/5/2026).

1. Rencananya lelang berlangsung Juni 2026

Menteri sosial Syaifullah Yusuf berikan klarifikasi tentang sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Selasa (5/5/2026).
Menteri sosial Syaifullah Yusuf berikan klarifikasi tentang sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Agus mengatakan, mekanisme pengadaan sepatu nantinya dilakukan lewat e-katalog dengan prinsip mencari vendor yang menawarkan harga paling rendah tanpa keluar dari spesifikasi yang ditentukan pemerintah.

Dia menegaskan, belum ada vendor maupun merek tertentu yang dipilih dalam proyek tersebut. Rencananya proses lelang bakal berlangsung pada Juni 2026.

“Itu prinsipnya bukan masalah daerah mana, siapa yang paling murah dan kemudian harga murah itu sesuai dengan spesifikasi,” ujar dia.

2. Cari siapa yang berani memberikan harga

Menteri sosial Syaifullah Yusuf berikan klarifikasi tentang sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Selasa (5/5/2026).
Menteri sosial Syaifullah Yusuf berikan klarifikasi tentang sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Dia mengatakan, angka pengadaan yang sebelumnya ramai dibahas publik, yakni Rp27 miliar dengan asumsi Rp700 ribu per pasang, masih berupa pagu hasil survei awal tim pengadaan. Dengan demikian, nominalnya belum menjadi harga final.

Menurut dia, angka tersebut masih sangat mungkin berubah ketika proses lelang resmi dibuka.

“Lalu kemudian ada yang berani Rp500 ribu ya kan, yang lain gak berani, ya, kira-kira yang paling murah tapi tidak boleh keluar dari spesifikasi,” kata dia.

3. Sepatu bakal bermerek sekolah rakyat

Bangunan Sekolah Rakyat Inten Soeweno di Kabupaten Bogor dengan papan nama dan area halaman yang rapi serta pepohonan rindang.
Kawasan Sekolah Rakyat Inten Soeweno di Kabupaten Bogor. IDN Times/Linna Susanti

Agus mengatakan, tak ada penggunaan brand komersial tertentu dalam pengadaan sepatu Sekolah Rakyat. Menurut dia, konsep sepatu yang disiapkan bersifat custom dengan identitas khusus Sekolah Rakyat.

“Gak ada, gak ada. Makanya istilahnya custom itu, karena kan kemudian apa namanya, ya, gak ada merek, mereknya sekolah rakyat itu,” ujar dia.

Terkait hilangnya data pengadaan sepatu rakyat di SiRUP LKPP, Agus mengakui Kemensos sengaja menarik sementara data tersebut untuk proses evaluasi ulang bersama tim khusus dan Inspektorat Jenderal.

“Karena mau kita evaluasikan,” kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More