Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kasus Tata Kelola Minyak Mentah, 2 Eks Pertamina Divonis 6 Tahun Bui

Kasus Tata Kelola Minyak Mentah, 2 Eks Pertamina Divonis 6 Tahun Bui
Sidang Alfian Nasution dan Hanung Budya Yuktyanta (IDN Times/Aryodamar)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Dua eks pejabat Pertamina, Alfian Nasution dan Hanung Budya Yuktyanta, divonis enam tahun penjara dalam kasus tata kelola minyak mentah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta.
  • Keduanya juga diwajibkan membayar denda Rp1 miliar subsider 150 hari penjara, dengan pertimbangan memberatkan karena tidak mendukung program antikorupsi pemerintah.
  • Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta hukuman hingga 14 tahun dan uang pengganti Rp5 miliar atas dugaan kerugian negara mencapai Rp285 triliun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Mantan Vice President Supply dan Distribusi Kantor Pusat PT Pertamina 2011-2015, Alfian Nasution dan Hanung Budya Yuktyanta selaku Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina 2014 divonis enam tahun penjara. Mereka dinilai bersalah dalam kasus tata kelola minyak mentah.

"Menjatuhkan pidana kepada kedua terdakwa oleh karena itu masing-masing dengan pidana penjara selama 6 tahun," kata hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (12/5/2026)

Selain itu, mereka juga divonis membayar denda masing-masing Rp1 miliar subsider 150 hari penjara.

Ada sejumlah hal memberatkan dan meringankan putusan. Dalam pertimbangan memberatkan, hakim menyatakan bahwa para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme di Indonesia.

Pertimbangan meringankan, hakim menyatakan bahwa keduanya bersikap kooperatif selama persidangan dan belum pernah dihukum.

Putusan ini lebih rendah daripada tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa menuntut 14 tahun penjara untuk Alfian Nasution dan 8 tahun penjara untuk Hanung Budya Yuktyanta. Selain itu, jaksa juga menuntut kedua terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp5 miliar.

Dalam perkara ini, para terdakwa didakwa merugikan negara sebesar Rp285 triliun yang terdiri dari impor produk kilang dan penjualan solar nonsubsidi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More