Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jadi Gubernur Paling Viral, Ini 5 Momen dan Celotehan Sherly Tjoanda

Jadi Gubernur Paling Viral, Ini 5 Momen dan Celotehan Sherly Tjoanda
Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara (instagram.com/s_tjo)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Sherly Tjoanda resmi menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara sejak 20 Februari 2025 dan dikenal karena gaya kepemimpinan tegas serta sering turun langsung ke lapangan.
  • Berbagai aksinya viral, mulai dari memerintahkan perbaikan jalan pelabuhan, menanggapi kritik Wali Kota Ternate dengan tegas, hingga mengusulkan nikah massal bagi nelayan yang menikah siri.
  • Dalam kunjungan ke sekolah dan pasar, Sherly menunjukkan sikap spontan dan humoris, menegur kepala sekolah yang asal bicara serta membela siswa yang jujur menyampaikan keluhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Nama Sherly Tjoanda belakangan tak hanya menjadi sorotan karena posisinya sebagai Gubernur Maluku Utara, tetapi juga lantaran celoteh-celotehnya yang kerap mencuri perhatian publik. Ucapan spontan, gaya komunikasi yang lugas, hingga momen-momen tak terduga membuat sosoknya kerap viral di media sosial dan menjadi bahan perbincangan warganet.

Meski kerap menjadi sorotan karena pernyataan-pernyataannya, perjalanan Sherly Tjoanda menuju kursi kepemimpinan Maluku Utara tidak datang secara instan. Ia mulai mendapat perhatian luas publik setelah terjun lebih aktif ke panggung politik daerah, melanjutkan perjuangan politik almarhum suaminya, Benny Laos, yang sebelumnya dikenal sebagai figur penting di Maluku Utara.

Momentum politik itu kemudian mengantarkan Sherly ke tampuk kepemimpinan provinsi, membawa harapan baru sekaligus tantangan besar di wilayah kepulauan yang kaya sumber daya alam tersebut.

Sebagai gubernur, Sherly menghadapi berbagai persoalan strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur antarwilayah, pemerataan pelayanan publik, hingga pengelolaan potensi tambang dan kelautan yang menjadi denyut ekonomi Maluku Utara. Di tengah tanggung jawab itu, gaya komunikasinya yang spontan dan kerap melontarkan celoteh-celoteh ringan justru menghadirkan warna tersendiri di ruang publik—membuat namanya tak hanya dikenal lewat kebijakan, tetapi juga lewat momen-momen yang ramai diperbincangkan masyarakat.

Berikut IDN Times rangkum celoteh Sherly Tjoanda yang menjadi viral di media sosial.

Table of Content

1. Sebut jalan menuju pelabuhan jelek, langsung minta diaspal

1. Sebut jalan menuju pelabuhan jelek, langsung minta diaspal

Gubernur Maluku Utara dan Duta Posbakum Sherly Tjoanda
Gubernur Maluku Utara dan Duta Posbakum Sherly Tjoanda. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Daerah Wilayah III Ternate, Sherly berdiskusi bersama nelayan dan mitra pengelola rantai dingin terkait pengembangan sektor perikanan.

Di hadapan sejumlah pejabat dan nelayan yang hadir, Sherly menilai kawasan tersebut belum tertata rapi.

“Pelabuhan ini tidak bisa dikatakan industri dan hilirisasi karena bentuknya berantakan dan tidak profesional. Jadi sekarang kita mau benerin supaya bentuknya bagus,” ungkap Sherly, mengutip dari kanal YouTube GubSherly.

Selain itu, ia menyoroti akses kawasan pelabuhan yang kurang tertata rapi. Sherly secara langsung meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) untuk memperbaiki jalan di area tersebut. 

“Hadir di sini Bapak Kadis PU, sudah lihat itu jalan? Jelek sekali, tolong diaspal, ya,” ujarnya.  

Tak berhenti di situ, Gubernur Maluku Utara itu juga meminta penyusunan masterplan kawasan pelabuhan bersama pihak teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Ia juga menyinggung kebutuhan tambahan pabrik es untuk mendukung aktivitas nelayan. 

“Informasi yang saya dapat per hari ini, kita cuma punya satu pabrik es 20 ton dan itu kurang. Kita butuh satu pabrik es dengan kapasitas 20 ton lagi dan itu bisa saya bangun,” ucapnya.

2. Diminta lanjut dua periode, hingga celetuk “Atur Chelsea Bayar” saat borong ikan di pasar

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Saat blusukan ke Pasar Galala, Sofifi, Sherly Tjoanda mendengarkan langsung keluhan dari para pedagang dan pembeli terkait kondisi pasar yang dinilai masih becek dan belum tertata rapi. 

Menanggapi aspirasi tersebut, ia menjanjikan perbaikan jalan dan pembangunan pasar agar tidak menghambat aktivitas jual beli pasar. 

“Nanti jalan saya bikin, lagi dibikin perencanaan jalan dan bangunannya dirapiin,” ucap Sherly.  

Pernyataan tersebut disambut antusias para pedagang, bahkan sampai meminta Sherly untuk menjabat dua periode. 

Lantas, Sherly spontan memberikan jawaban yang mengundang tawa warga sekitar. 

“Eh belum, satu selesai dulu,” katanya. 

Lebih lanjut, Sherly kembali mencuri perhatian saat masuk ke area pasar basah dan memborong ikan milik pedagang di sana. Ia lalu memanggil ajudan pribadinya, Chelsea Pattiwael, untuk mengurus pembayaran. 

“Saya mau semua, tapi dibagi dua plastik untuk dibagi ke Pak Wagub (Wakil Gubernur). Atur Chelsea bayar, cari materi Chelsea,” ujarnya. 

Interaksi santai Sherly dengan ajudannya mengundang senyum dan tawa sejumlah orang yang ada di sana.

3. Disindir Wali Kota Ternate, Sherly langsung beri balasan menohok

Gubernur Maluku Utara  Sherly Tjoanda
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menemui Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada hari ini (12/6/2025). (IDN Times/ Irfan Fathurohman)

Sherly Tjoanda sempat menjadi sorotan usai mendapat kritik langsung dari Wali Kota Ternate, Tauhid Soleman, dalam forum Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pemerintah Daerah se-Provinsi Maluku Utara 2025. 

Dalam forum tersebut, Wali Kota Ternate, Tauhid mengkritik absennya kehadiran Sherly dalam kegiatan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Ternate.

“Khusus ibu gubernur itu belum pernah kunjungan kerja ke Kota Ternate. Ibu memang tinggal di Ternate, tapi belum pernah melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Ternate,” ujar Tauhid dalam forum diskusi tersebut, mengutip dari kanal YouTube Bappeda Maluku Utara. 

Tauhid kemudian menekankan pentingnya hubungan antarpemerintah daerah dan menyebut kepala daerah seharusnya saling menghargai dengan melakukan kunjungan resmi.

Tak hanya itu, Tauhid juga menyinggung soal Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara. Ia mengaku ingin bertemu Sherly dalam konteks pemerintahan resmi di Sofifi, bukan di Ternate.

“Saya tidak mau ketemu ibu di Ternate, saya mau ketemu ibu gubernur di Provinsi Maluku Utara di Gosale sana,” katanya.

Menanggapi kritikan tersebut, Sherly langsung memberikan respons yang menohok untuk Tauhid. 

Sherly mengaku kritik tersebut menjadi catatan bagi pemerintah provinsi, tetapi turut mengungkap pengalaman sebaliknya. Ia menyinggung momen saat dirinya mendampingi Menteri Hukum dalam kunjungan ke salah satu kelurahan di Ternate. Menurutnya, saat itu justru tidak ada kehadiran dari pihak Pemerintah Kota Ternate. 

“Saya bertanya ke pak lurah, mana pak wali? Katanya gak hadir,” ujar Sherly. 

Ia mengaku situasi tersebut membuatnya merasa tidak enak kepada pihak kementerian karena kegiatan berlangsung di wilayah Kota Ternate.

“Saya juga gak enak dengan Kementerian Hukum, karena pak wali gak hadir dan itu wilayah Ternate, bukan wilayah saya,” lanjutnya.

Sherly kemudian menutup responsnya dengan menekankan pentingnya memperbaiki pola komunikasi antarpemerintah daerah.

“Mungkin ke depan jalur komunikasinya harus lebih baik,” katanya. 

Momen kritik terbuka tersebut kemudian ramai dibahas warganet dan menjadi salah satu potongan forum pemerintahan yang viral di media sosial.

4. Nelayan curhat soal nikah siri, Sherly langsung minta diadakan nikah massal

Sherly Tjoanda.jpg
Gubernur Terpilih Maluku Utara (Malut) periode 2025-2030, Sherly Tjoanda. (Instagram.com/s_tjo)

Kejadian menarik juga terlihat saat Sherly berdialog dengan nelayan penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Pada kegiatan penyerahan bantuan kapal gratis, Sherly kembali memberikan respons spontan yang menarik perhatian warga. 

Awalnya, Sherly menjelaskan program bantuan bagi nelayan melalui akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah Provinsi Maluku Utara bahkan menyiapkan bantuan mesin kapal gratis bagi nelayan yang lolos verifikasi.

“Ketika kapal jadi, maka Pemprov Maluku Utara akan menyerahkan mesin kapal secara gratis,” ujar Sherly.

Namun, suasana mendadak berubah ketika salah satu nelayan mengungkap kendala administrasi pernikahan yang membuat sebagian warga kesulitan mengurus dokumen.

“Di KTP tertulis menikah, di KK juga menikah, tapi tidak ada kutipan akta nikahnya karena rata-rata kawin siri,” curhat seorang nelayan.

Mendengar hal tersebut, Sherly langsung memberikan solusi yang sontak membuat warga heboh.

“Koordinasikan, semua dikumpulkan kawin massal di pengadilan agama, ditanggung oleh pemprov,” ucapnya.

Selain itu, warga kembali mengeluhkan persoalan utang di bank hingga pinjaman online.

Akan tetapi, kali ini Sherly memberi respons tegas dan meminta masyarakat lebih berhati-hati soal keuangan. Ia mengingatkan warga agar tidak sembarangan meminjamkan KTP kepada orang lain karena bisa disalahgunakan untuk pinjaman.

“Dalam hidup itu yang termahal adalah integritas dan nama baik,” kata Sherly.

5. Siswa ngadu perihal kehadiran guru, Sherly bilang ke kepala sekolah jangan “asbun”

Sherly Tjoanda (instagram.com/s_tjo)
Sherly Tjoanda (instagram.com/s_tjo)

Momen lain yang membuat Sherly Tjoanda viral, terjadi saat kunjungannya ke SMA Negeri 1 Morotai. Dalam dialog bersama siswa dan tenaga pendidik, Sherly mendengarkan berbagai keluhan soal fasilitas sekolah hingga transparansi pendidikan. 

Saat siswa mengeluhkan sulitnya akses internet untuk pembelajaran online, Sherly langsung meminta pihak sekolah segera memasukkan data kebutuhan fasilitas ke Dapodik.

Tak lama setelah itu, Sherly menanyakan luas tanah sekolah kepada kepala sekolah. Tetapi, jawaban yang diberikan justru membuatnya terkejut.

“Ukur ulang ukuran tanah ini berapa? Karena ini bukan 1.000 meter persegi,” ujar Sherly, mengutip dari kanal YouTube GubSherly.

Jawaban kepala sekolah kemudian dikoreksi oleh tenaga pendidik lain yang menyebut luas tanah sekolah mencapai 12 ribu meter persegi. Mendengar hal itu, Sherly langsung melontarkan celetukan yang ramai dibahas di media sosial.

“Bapak jawab 1.000, jadi kepala sekolah gak boleh asbun (asal bunyi), Pak,” katanya.

Ia bahkan menegaskan bahwa seorang kepala sekolah harus memahami kondisi sekolahnya sendiri.

“Bapak itu pemimpin tertinggi di sekolah ini, kalau Bapak aja asal bunyi, apa lagi mereka (siswa). Angka 1.000 ke 12.000 itu jauh,” tambahnya. 

Tak berhenti di situ, Sherly kedapatan siswa yang mengadu soal guru yang jarang masuk ke disebut sering tidak masuk kelas, hingga menyebabkan jam kosong.  

Mendengar curhatan tersebut, Sherly langsung merespons dengan antusias.

“Oh, guru apa saja? Kamu bercurhat ke orang yang tepat,” ujarnya.

Siswa kemudian menyebut beberapa mata pelajaran yang gurunya dinilai jarang hadir. Mendengar itu, Sherly langsung membela siswa tersebut agar tidak mendapat tekanan dari pihak sekolah.

“Gak boleh dimarahin ya anaknya, dia berkata jujur. Kalau ada yang marahin kamu, DM (direct message) saya,” kata Sherly. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Related Articles

See More