Di Sidang MK, Ahli Ungkap 3 Sumber Masalah Data C1 dan Web Beda

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghadirkan ahli komputer bernama Marsudi Wahyu Kisworo dalam lanjutan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).
Dalam sidang, Marsudi mengatakan, setidaknya ada tiga sumber masalah yang menyebabkan data C1 dan web berbeda.
Menurut Marsudi, Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap) mengambil data dari C1 yang dibuat dengan tulisan tangan. Developer menggunakan sistem yang otomatis mengubah tulisan C1 yang dipindai menjadi angka.
"Di sini lah problem pertamanya muncul dan kita tahu gerak tulis tangan berbeda, apalagi ada 822.000 TPS yang orangnya berbeda dan tulis tangannya berbeda. Ada yang tulisannya bagus, tapi ada sebagian besar yang tulisannya kurang bagus bahkan jelek, saya sendiri tulisannya jelek," ujarnya di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2024).
"Dalam style-nya saja bisa berbeda. Ada menulis angka 4 seperti kursi terbalik, ada yang tertutup atasnya, demikian angka lain, 1 ada yang menggunakan topi ada yang tidak," imbuhnya.
Masalah kedua adalah ponsel petugas KPPS yang berbeda antara satu dan lainnya. Hal ini membuat kualitas foto yang diunggah bisa berbeda.
"Kita tahu HP itu beda-beda mereknya, beda-beda kualitasnya, ada yang kameranya bagus, ada yang kurang bagus, resolusinya beda. Akibatnya terjadi seperti terjadi contoh di atas, form C1 bisa beda-beda. Ada yang kualitasnya jelas, ada yang buram, ada yang kekuning-kuningan, ini dari kamera," jelasnya.
Selain itu, masalah juga timbul dari kertas yang diunggah. Ada yang terlipat sehingga menimbulkan masalah bagi sistem yang telah dibangun developer.
"Jadi 3 sumber ini kenapa yang bisa menjelaskan ketika ditampikan di web antara angka dan web itu antara angka dengan C1 bisa berbeda," ujarnya.
Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times.





















