Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Buku Laporan Setahun Membangun Jakarta

Pemprov DKI Jakarta meluncurkan “Buku Laporan Setahun Membangun Jakarta”, laporan digital interaktif yang menampilkan kinerja setahun pemerintahan Pramono-Rano dengan gaya visual dan narasi ringan.
Buku ini menyajikan perjalanan pembangunan kota secara kronologis, menjelaskan tantangan, kebijakan, serta enam fokus utama kepemimpinan untuk memudahkan pemahaman publik.
Visual storytelling seperti infografis, foto, dan ilustrasi digunakan agar data lebih mudah dicerna, membuat topik berat terasa ringan dan menarik bagi pembaca muda.
Jakarta, IDN Times - Pemprov DKI Jakarta baru saja meluncurkan terobosan baru dari Jakarta. Kali ini bukan terkait kebijakan atau infrastruktur, melainkan cara menyampaikan laporan kinerja melalui “Buku Laporan Setahun Membangun Jakarta”. Formatnya buku digital yang ringkas, colorful, dengan alur cerita yang mengalir.
Selama ini, laporan tahunan identik dengan dokumen tebal, bahasa teknis, dan tabel panjang yang bikin lelah. Namun, buku hadir dengan pendekatan berbeda. Penyajiannya lebih ringkas dengan mengandalkan visual storytelling yang mudah dipahami.
1. Disusun sebagai cerita perjalanan kota

Isi buku disusun mengikuti alur waktu, seperti membaca perjalanan sebuah kota. Di bagian awal dipaparkan persoalan yang dihadapi Jakarta. Lalu, kebijakan yang diambil Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno (Pramono-Rano) dijelaskan sebagai respons atas situasi tersebut. Alur ini membuat pembaca lebih mudah memahami hubungan sebab akibat di balik setiap keputusan.
Satu tahun awal kepemimpinan Pramono-Rano dijalankan dengan berpedoman pada enam fokus utama: Dimulai dari Warganya, Menghadapi Masalah Kota, Menyelesaikan yang Tertinggal, Membuka Peluang di Kota Kesempatan, Merayakan Identitas Kota, dan Melangkah ke Depan.
2. Data tidak dibiarkan berdiri sendiri

Angka tetap jadi inti laporan, tapi tidak dibiarkan berdiri sendiri. Setiap capaian dilengkapi latar belakang masalah, realisasi program, hingga arah kebijakan ke depan.
Pembaca tidak perlu membuka lampiran tambahan untuk memahami gambaran besarnya. Semua sudah dirangkum dengan ringkas dan relevan dengan kehidupan sehari-hari warga.
3. Visual memudahkan pemahaman

Infografis, data, foto, dan ilustrasi hadir di banyak halaman. Elemen-elemen ini membantu pembaca menangkap poin utama dalam waktu singkat, tanpa harus mengernyitkan dahi.
Gaya visualnya juga terasa segar: warna-warna cerah, bentuk sederhana, dan ilustrasi yang dinamis. Ada bus Transjakarta dengan garis tegas yang simpel, MRT Jakarta yang semi-ilustratif namun futuristik, hingga peta rute yang dibuat khas coretan tangan.
Topik seperti kemacetan dan transportasi, yang biasanya berat dan penuh angka, terasa lebih ringan dan mudah dipahami. Desain yang rapi dan terstruktur juga membantu pembaca tetap fokus tanpa merasa bosan.
Menariknya, selain memuat laporan kerja setahun, buku digital ini memberi ruang bagi warga Jakarta untuk menyampaikan pesan kepada Pramono-Rano.
Penasaran seperti apa bukunya? Yuk, unduh di https://www.jakarta.go.id/satu-tahun-membangun-jakarta.
(WEB)



















