Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jurnalis Merdeka Ikut Rombongan Speedboat Hilang Kontak Liput Krakatau

Jurnalis Merdeka Ikut Rombongan Speedboat Hilang Kontak Liput Krakatau
Ilustrasi - Polairud Lampung Selatan dan Basarnas Lampung melakukan patroli di kawasan Gunung Anak Krakatau. (Dok. Polres Lamsel).
Share Article

Jakarta, IDN Times - Delapan orang, termasuk jurnalis, yang hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Senin, 7 September 2026, belum diketahui keberadaannya hingga malam ini.

Salah seorang jurnalis Merdeka Ari Basuki, turut dalam rombongan jurnalis. Hal tersebut dikonfirmasi Pemimpin Redaksi Merdeka, Wisnu Nugroho. Dia menyebut terakhir kontak dengan Ari Basuki pada Senin pukul 11.00 WIB.

"Jam 11.00 kemarin ya (terakhir kontak), hampir jam 12.00, ya, sebelum berangkat dia," ujar Wisnu kepada IDN Times, Selasa (8/9/2026).

  1. 1. Coba hubungi tapi tak ada respons

    tim-sar-melakukan-pencarian-speedboat-angkut-11-wisatawan-asing-hilang-di-gorontalo-1784961625756_169.jpeg
    Ilustrasi - Tim SAR melakukan pencarian speedboat angkut 11 wisatawan asing hilang di Gorontalo (dok. istimewa)

    Winsu menuturkan hari ini ia mencoba terus menghubungi Ari Basuki, tapi tak membuahkan hasil.

    "Hari ini sudah (hubungi), sudah kita, sudah coba kontak beberapa kali ya. Cuma memang belum ada, belum ada respons sih, gitu ya. Kita sih berharap yang terbaik tetap sih," ujar dia.

  2. 2. Tim Merdeka berangkat ke Carita

    Pantai Carita (ANTARA)
    Ilustrasi - Pantai Carita (ANTARA FOTO)

    Wisnu mengatakan tim Merdeka akan menuju ke Carita, untuk mencari keberadaan jurnalisnya. Dia meminta doa kepada masyarakat agar Ari Basuki beserta rombongan ditemukan dalam keadaan baik.

    "Malam ini juga kita akan akan ke sana sih. Mohon doanya ya,

    Semoga lekas dapat kabar yang terbaik," kata dia.

  3. 3. Speedboat hilang kontak dilaporkan Selasa sore

    20260820_201017.jpg
    Ilustrasi - Tim SAR saat evakuasi dua jasad korban speedboat terbalik di perairan Pulau Rupat (Dok. SAR Dumai)

    Informasi awal hilang kontak kapal tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB. Berdasarkan laporan Basarnas Banten, speedboat bertolak dari Dermaga Pagedongan pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal digunakan sejumlah jurnalis untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

    Komunikasi terakhir dengan rombongan terjadi sekitar pukul 14.42 WIB. Salah satu korban, Abay, berkomunikasi dengan jurnalis asal Lampung, mengirimkan lokasi terakhir atau share location. Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi terputus. Hingga Selasa siang, keberadaan kapal dan delapan orang di dalamnya belum diketahui.

    Basarnas Banten menyebut terdapat sementara delapan orang yang berada di dalam speedboat tersebut. Tujuh orang masih dalam pencarian, sedangkan satu orang lainnya dalam proses pendataan.

    Beberapa identitas diketahui merupakan jurnalis yang tengah melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau. Mereka yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, dan Daus dari Anadolu.

    Selain itu, terdapat Donal yang diketahui merupakan jurnalis freelance. Sementara, dua orang lainnya masih dalam proses pendataan oleh tim di lapangan.

    Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten langsung melakukan pencarian setelah mendapatkan informasi mengenai speedboat tersebut.

    Tim Rescue USS Pandeglang sebelumnya mendatangi Dermaga Pagedongan, untuk memastikan informasi keberadaan kapal. Dari pengecekan tersebut, diketahui speedboat milik Kepala Desa Carita itu berangkat pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB dan hingga Selasa belum kembali. Pemilik kapal juga belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan kapal maupun para kru.

    Sekitar pukul 14.30 WIB, Tim Rescue USS Pandeglang bergerak menuju lokasi kejadian yang diperkirakan berada di perairan Selat Sunda. Lokasi dugaan terakhir speedboat berada pada koordinat 6°14’40.52”S 105°40’49.48”T, dengan jarak sekitar 9,98 nautical mile dari RIB 02 Banten dan estimasi waktu tempuh sekitar 40 menit.

    Dalam operasi pencarian tersebut, Basarnas mengerahkan enam personel Tim Rescue USS Pandeglang. Pencarian juga melibatkan Polairud Pandeglang serta pemilik kapal.

    Sejumlah peralatan pencarian dan pertolongan disiapkan, antara lain Rescue Car, peralatan pencarian dan pertolongan di air (Palsar Air), RIB 02 Banten, peralatan medis, perangkat komunikasi, serta peralatan pendukung lainnya.

    Sementara, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot. Ketinggian gelombang berada pada kisaran 0,4 hingga 1 meter. Hingga laporan awal ini dibuat, tim SAR masih melakukan pencarian terhadap delapan orang yang berada di dalam speedboat tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More