Dalam pernyataannya kepada SANA, Turko menjelaskan bahwa usulan pengangkatan guru ini sudah dibicarakan dengan parlemen Suriah. Menurutnya, usulan ini akan segera disetujui agar 14 ribu guru yang kini menganggur karena dipecat Al-Assad bisa kembali bertugas.
Suriah Bakal Angkat 14 Ribu Guru yang Dipecat Bashar Al-Assad

- Pemerintah Suriah berencana mempekerjakan kembali sekitar 14 ribu guru yang dipecat pada era Bashar Al-Assad, setelah usulan tersebut dibahas dengan parlemen.
- Guru yang diangkat kembali akan ditempatkan di sekolah dekat domisili. Pemerintah juga akan menunjuk lulusan kampus terbaik sebagai guru tanpa seleksi ketat.
- Kebijakan ini menjadi bagian upaya Presiden Ahmed Al-Sharaa memperbaiki pendidikan melalui renovasi dan pembangunan sekolah serta pengembangan kurikulum baru; sejumlah pihak menyambutnya positif.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Suriah bakal mengangkat dan mempekerjakan kembali sekitar 14 ribu guru yang dipecat oleh eks Presiden Suriah, Bashar Al-Assad. Kabar itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan Suriah, Mohammad Abdel Rahman Turko, pada Senin (14/9/2026).
1. Para guru akan ditugaskan di sekolah yang dekat dengan rumahnya

ilustrasi guru di Suriah (pexels.com/Ahmed akacha) Turko menambahkan, nantinya, 14 ribu guru yang sudah kembali diangkat akan dipekerjakan kembali di sekolah-sekolah yang dekat dengan wilayah tempat tinggalnya. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah wilayah setempat mendapatkan tenaga pendidik.
Selain itu, Turko juga mengatakan akan menunjuk para lulusan terbaik kampus di Suriah untuk menjadi guru. Mereka akan langsung ditunjuk tanpa harus melewati seleksi ketat. Menurut Turko, langkah ini dilakukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Suriah agar semakin membaik.
2. Presiden Ahmed Al-Sharaa ingin memperbaiki kualitas pendidikan di Suriah

potret Presiden Suriah, Ahmed Al-Sharaa (kanan) dan Komisioner Uni Eropa untuk Urusan Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis, Hadja Lahbib (kiri) (commons.wikimedia.org/EC - Audiovisual Service) Semua kebijakan ini merupakan salah satu upaya Presiden Suriah, Ahmed Al-Sharaa, untuk memperbaiki kualitas pendidikan di negaranya. Sebab, pada era Al-Assad, kualitas pendidikan di Suriah sangat buruk karena banyak guru yang dipecat setelah kedapatan melakukan aksi protes anti-pemerintah.
Selain mengangkat kembali guru-guru yang dipecat, Al-Sharaa juga sudah mulai merenovasi sekolah lama dan membangun sekolah baru di Suriah. Sekolah-sekolah tersebut nantinya akan dilengkapi kurikulum terbaru agar kualitas pembelajaran jadi semakin baik. Sebab, Kementerian Pendidikan Suriah saat ini sedang mengembangkan kurikulum baru agar sesuai dengan perkembangan zaman.
3. Sejumlah pihak menyambut baik pengangkatan kembali 14 ribu guru Suriah

ilustrasi guru di Suriah (pexels.com/Ahmed akacha) Pengangkatan kembali 14 ribu guru Suriah yang dipecat Al-Assad tadi menuai respons positif dari sejumlah pihak. Mereka menilai kebijakan ini merupakan perwujudan niat baik Presiden Al-Sharaa untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Suriah. Sebab, menurut mereka, kualitas pendidikan Suriah pada era Al-Assad kurang diperhatikan.
"Sungguh bagus bahwa ribuan guru yang dipecat karena menentang Al-Assad akan dipekerjakan kembali. Itu merupakan hal yang baik," kata komentator politik Robin Yassin-Kassab kepada The New Arab pada Selasa (15/9/2026).
Saat masih menjabat, Al-Assad memang kerap memecat guru yang anti-pemerintah. Selain itu, ia juga tidak segan-segan untuk menangkap dan membunuh siapa pun warga Suriah yang menentang kebijakannya. Tercatat, ada lebih dari 500 ribu warga sipil Suriah yang tewas usai diserang tentara Suriah yang mendukung Al-Assad.






















