Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Layanan DARA Bantu Orangtua Cegah Anak Kecanduan Gim

Layanan DARA Bantu Orangtua Cegah Anak Kecanduan Gim
Peluncuran fitur Digital Addiction Response Assistant (DARA). (Dok. Humas Kementerian Komunikasi dan Digital)
Intinya Sih
  • Kementerian Komunikasi dan Digital meluncurkan layanan DARA di Sarinah, Jakarta, untuk membantu orangtua menghadapi masalah kecanduan gim pada anak melalui konsultasi privat yang aman dan rahasia.
  • Layanan ini menekankan peran keluarga sebagai pendamping utama dengan panduan praktis agar anak dapat menikmati gim secara sehat tanpa kehilangan hak maupun kreativitasnya.
  • DARA dikembangkan oleh talenta muda Indonesia dengan pendekatan empati, berfokus pada pemulihan perilaku digital anak tanpa hukuman, demi keseimbangan dan kesejahteraan keluarga di era digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi meluncurkan layanan Digital Addiction Response Assistance (DARA) sebagai jawaban atas meningkatnya kekhawatiran orangtua terkait kecanduan gim pada anak di Sarinah, Jakarta Pusat, pada Jumat (27/02/2026)

Layanan ini menghadirkan ruang konsultasi privat bagi anak dan keluarga agar persoalan adiksi digital bisa ditangani secara tepat dan aman. layanan Digital Addiction Response Assistance (DARA) ditujukan untuk membantu orangtua serta anak menyeimbangkan penggunaan gim daring tanpa mengorbankan hak dan kreativitas anak.

1. Konsultasi privat yang mudah diakses

ilustrasi orangtua menggunakan gadget bersama anak (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi orangtua menggunakan gadget bersama anak (pexels.com/Ketut Subiyanto)

DARA memungkinkan anak dan orangtua melakukan konsultasi dengan tenaga profesional secara aman dan rahasia. Layanan ini dapat diakses melalui situs resmi https://adiksi.igrs.id/ atau WhatsApp Indonesia Game Rating System (IGRS) di nomor 0811806860.

“DARA dirancang sebagai teman bercerita dan wadah konsultasi privat. Anak maupun keluarga bisa berbagi masalah tanpa rasa takut atau stigma,” kata Menkomdigi, Meutya Hafid.

Dia mengatakan, kehadiran layanan ini lahir dari keresahan orangtua yang menghadapi perubahan perilaku anak akibat paparan gim berlebihan.

2. Dukungan keluarga jadi kunci

potret orangtua dan anak (freepik.com/freepik)
potret orangtua dan anak (freepik.com/freepik)

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengatakan, adiksi gim tidak bisa dipandang sekadar kenakalan anak. Keluarga harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan.

“DARA menempatkan keluarga sebagai pengawal utama. Dengan panduan praktis yang tidak menghakimi, orang tua bisa membantu anak menikmati gim secara sehat tanpa mengorbankan hak mereka,” kata Arifah.

3. Mengedepankan pemulihan tanpa menghakimi

ilustrasi anak dan orangtua bersama gadget (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi anak dan orangtua bersama gadget (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Layanan DARA dirancang oleh talenta muda Indonesia dengan prinsip pemulihan berbasis empati. Fokusnya bukan pada hukuman, melainkan mendukung anak dan keluarga menemukan keseimbangan digital.

“Penting bagi kami bahwa setiap interaksi di DARA mendorong pemahaman dan perbaikan perilaku, bukan sekadar menghukum. Tujuannya, anak tetap bisa kreatif melalui gim tanpa terjebak kecanduan,” ujar Kepala Tim Pengembangan Layanan DARA, Rizal Santoso.

Peluncuran DARA menunjukkan langkah pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang aman, ramah anak, dan mendukung kesejahteraan keluarga. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu meredakan keresahan orang tua sekaligus membimbing anak menggunakan gim secara sehat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More