Ketum PP Muhammadiyah Ajak Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

- Pertemuan ormas Islam dengan Prabowo berlangsung selama 3 jam, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.
- Ormas Islam diminta untuk menjaga keamanan dan kondusivitas, serta memperkuat komunikasi antarelemen bangsa melalui dialog.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengundang ormas Islam ke kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (30/8/2025). Muhammadiyah, NU, DDII, Hidayatullah, AL Irsyad, Persis, MUI, hingga Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII).
Usai bertemu Prabowo, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi.
"Kami memahami demokrasi dan aspirasi, tetapi hendaknya dan kami yakin seluruh rakyat Indonesia dapat memanfaatkan demokrasi itu dengan penuh pertanggungjawaban keadaban dan mewaspadai tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang membawa pada kekerasan dan perbuatan-perbuatan yang meruntuhkan keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia," ujar Haedar Nashir dalam pernyataannya yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Minggu (31/8/2025).
1. Bertemu selama 3 jam

Haedar mengatakan, pertemuan dengan Prabowo berlangsung selama tiga jam.
Menurut dia, ormas Islam memiliki sejarah yang panjang dalam menjaga kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, persatuan dan kesatuan harus terus dijaga.
"Kami selama tiga jam tadi dengan berdialog dan kami juga memberi masukan dan pandangan Pak Presiden begitu terbuka," kata dia.
2. Ormas Islam diminta jaga keamanan dan kondusivitas

Ketua Umum Pengurus Pusat KB PII, Nasrullah Larada, mengatakan, dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo meminta kepada ormas Islam untuk menjaga keamanan dan kondusivitas.
"Pertemuan ini adalah sinyal yang sangat positif dan tepat bagi bangsa kita. Di saat suasana memanas, justru komunikasi dan silaturahmi antarelemen bangsa harus kita perkuat," kata Nasrullah.
"KB PII percaya bahwa jalan dialog adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan setiap permasalahan bangsa, bukan dengan aksi anarkis dan vandalisme yang justru merugikan kita semua dan menodai nilai-nilai keadilan yang kita perjuangkan," sambungnya.
3. Dorong proses hukum kasus Affan Kurniawan

Nasrullah juga mendorong proses hukum ditegakan dalam kasus meninggalnya seorang ojek online, Affan Kurniawan yang dilindas rantis Brimob.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya saudara kita. Kami mendorong aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional dan transparan dalam mengusut tuntas peristiwa ini agar keadilan benar-benar ditegakkan," ujar dia.
Aksi demo besar-besaran berujung ricuh terjadi di sejumlah titik di Ibu Kota, di antaranya kawasan Kramat Kwitang dan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Massa memblokir akses jalan, membakar pos polisi, serta merusak rambu lalu lintas di sekitar simpang Pasar Senen, pada Jumat, 29 Agustus 2025.
Demo ini dipicu oleh kemarahan warga setelah seorang driver ojol bernama Affan Kurniawan tewas dilindas mobil rantis polisi pada Kamis, 28 Agustus 2025 malam. Pada Jumat pagi, jenazahnya telah dimakamkan di TPU Karet Bivak pukul 10.00 WIB.